Penulis: adminsuarakebangsaan

  • Kemitraan Suara Kebangsaan

    Kemitraan Suara Kebangsaan

    suarakebangsaan.com, KEMITRAAN. Kemitraan adalah ruang kolaborasi yang transparan dan profesional antara media dan mitra kerja, baik lembaga, organisasi, komunitas, maupun pelaku usaha. Rubrik ini memuat konten berbayar seperti advertorial, profil kegiatan, kampanye layanan publik, atau publikasi program tertentu yang disusun dengan standar editorial yang jelas.

    Meski bersifat komersial, konten dalam rubrik Kemitraan tetap mengedepankan kejujuran informasi dan kejelasan bagi pembaca. Setiap materi disajikan secara terbuka sebagai hasil kerja sama, tanpa menyamarkan kepentingan di baliknya. Transparansi adalah kunci—pembaca berhak tahu mana konten editorial murni dan mana konten kemitraan.

    Rubrik ini memberi ruang bagi mitra untuk menyampaikan pesan secara naratif, informatif, dan relevan dengan audiens, tanpa harus kehilangan kredibilitas media. Bagi redaksi, Kemitraan adalah upaya menjaga keberlanjutan media secara etis. Bagi pembaca, ini adalah jendela informasi tambahan yang tetap bisa dinilai secara kritis. Karena kerja sama yang sehat bukan soal menyembunyikan kepentingan, tapi mengelolanya dengan jujur dan bertanggung jawab.

  • Editorial Suara Kebangsaan

    Editorial Suara Kebangsaan

    suarakebangsaan.com, EDITORIAL. Editorial adalah suara resmi redaksi. Rubrik ini memuat sikap, pandangan, dan penilaian redaksi terhadap isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan publik. Berbeda dengan Perspektif yang bersifat individual, Editorial mencerminkan kesimpulan kolektif redaksi setelah melalui pertimbangan fakta, nilai, dan dampak sosial.

    Editorial tidak netral dalam arti kosong sikap, tetapi tetap adil dan berbasis data. Ia lahir dari keyakinan bahwa media bukan hanya penyampai berita, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral publik. Kritik dalam Editorial diarahkan pada kebijakan, sistem, atau tindakan, bukan pada serangan personal. Tujuannya bukan menjatuhkan, melainkan mendorong perbaikan.

    Bahasa Editorial tegas, jernih, dan terukur. Ia tidak berteriak, tetapi juga tidak berbisik. Di tengah banjir informasi dan kebisingan opini, Editorial hadir sebagai kompas nilai—menunjukkan ke mana redaksi berpijak dan mengapa sikap itu diambil. Pembaca boleh setuju atau tidak, tetapi Editorial memastikan satu hal: media tidak bersembunyi di balik netralitas semu ketika kepentingan publik dipertaruhkan.

  • Perspektif Suara Kebangsaan

    Perspektif Suara Kebangsaan

    suarakebangsaan.com, PERSPEKTIF. Perspektif adalah ruang berpikir. Rubrik ini memuat opini, pandangan, analisis, dan refleksi dari penulis internal maupun kontributor eksternal terhadap isu-isu yang sedang atau telah terjadi. Jika Kabar menjawab “apa yang terjadi”, maka Perspektif mencoba menjawab “mengapa” dan “bagaimana seharusnya kita memahaminya”.

    Tulisan dalam rubrik ini bersifat argumentatif, berbasis data, pengalaman, atau kerangka pemikiran tertentu. Sudut pandang boleh beragam, bahkan saling bertentangan, selama disampaikan secara rasional, beretika, dan tidak melanggar prinsip dasar jurnalistik. Perspektif bukan ruang propaganda, bukan pula tempat meluapkan emosi tanpa dasar. Di sini, pikiran diuji, bukan teriakan yang dipamerkan.

    Rubrik ini memberi ruang bagi pembaca untuk melihat satu isu dari berbagai sisi: sosial, budaya, hukum, ekonomi, hingga moral. Gaya penulisan lebih lentur dan reflektif, namun tetap bertanggung jawab. Dengan Perspektif, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengajak publik berpikir—karena demokrasi yang sehat lahir dari warga yang mau membaca, merenung, lalu berdiskusi, bukan sekadar menyimpulkan di kolom komentar.

  • Pemkab Tasikmalaya: Program Revitalisasi Pendidikan diresmikan

    Pemkab Tasikmalaya: Program Revitalisasi Pendidikan diresmikan

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan, bukan karena angka-angka statistik atau jargon birokrasi, melainkan karena dampaknya yang mulai dirasakan langsung oleh warga. Pada puncak peringatan HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan—sebuah langkah yang diharapkan mampu menjawab persoalan klasik dunia pendidikan: sekolah yang kurang layak, ruang belajar yang tidak nyaman, dan ketimpangan kualitas antarwilayah.

    Acara yang digelar di Lapangan Kecamatan Manonjaya itu bukan sekadar seremoni. Hadirnya Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Atip Latipulhayat, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, serta Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menjadi penanda bahwa program ini tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam arus kebijakan yang lebih besar antara pusat dan daerah.

    Namun bagi warga, yang terpenting bukan siapa yang hadir di panggung, melainkan apa yang berubah di sekolah anak-anak mereka. Program revitalisasi ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak—tiga hal sederhana yang selama ini sering absen di sejumlah satuan pendidikan, terutama di wilayah pinggiran.

    Sekolah Lebih Layak, Orang Tua Lebih Tenang

    Dalam beberapa tahun terakhir, isu pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kerap berkutat pada masalah infrastruktur. Ruang kelas dengan atap bocor, lantai rusak, hingga fasilitas sanitasi yang jauh dari standar masih ditemui di sejumlah sekolah. Program revitalisasi pendidikan diharapkan menjadi jawaban konkret atas persoalan tersebut.

    Bupati Tasikmalaya menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Pernyataan ini menemukan relevansinya ketika pemerintah daerah tidak hanya berbicara, tetapi juga mulai bergerak melalui program yang menyentuh kebutuhan paling dasar sekolah. Bagi orang tua, sekolah yang aman berarti rasa tenang ketika melepas anak belajar. Tidak ada lagi kekhawatiran anak kehujanan di dalam kelas atau belajar dalam kondisi yang membahayakan.

    Dari sisi guru, revitalisasi sekolah juga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Lingkungan belajar yang nyaman memberi ruang bagi guru untuk fokus mengajar, bukan sibuk mengatasi persoalan teknis gedung. Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, dalam konteks ini, tidak lagi sekadar mengejar angka partisipasi, tetapi mulai menyentuh kualitas proses belajar-mengajar itu sendiri.

    Dimulai dari Akar, Menyentuh Hingga Desa

    Salah satu pesan penting dari kegiatan ini terlihat saat rombongan meninjau TK Mawar Desa Cihaur. Langkah ini menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan tidak hanya menyasar sekolah besar atau kawasan perkotaan, tetapi dimulai dari pendidikan usia dini di desa. Sebuah sinyal bahwa anak-anak di wilayah pinggiran tidak boleh tertinggal sejak langkah pertama mereka mengenal dunia belajar.

    Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung kebijakan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah agar pemerataan kualitas pendidikan benar-benar terwujud, bukan hanya menjadi slogan tahunan.

    Bagi warga Tasikmalaya, sinergi itu akan terasa nyata jika sekolah-sekolah di kecamatan dan desa mendapat perlakuan yang sama dengan sekolah di pusat kota. Harapannya sederhana: anak-anak di Manonjaya, Cihaur, atau kecamatan lain memiliki kesempatan belajar yang setara dengan anak-anak di wilayah yang lebih maju.

    Program revitalisasi pendidikan ini juga membawa harapan baru bagi para guru. Peran guru diharapkan semakin diperkuat, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai aktor utama peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, pada akhirnya, bukan hanya soal bangunan yang diperbaiki, tetapi tentang masa depan generasi yang dibentuk di dalamnya.

    Jika program ini konsisten dijalankan dan diawasi, warga akan menilai sendiri dampaknya. Sebab pendidikan yang baik tidak perlu terlalu banyak pidato. Ia cukup hadir dalam bentuk sekolah yang layak, guru yang didukung, dan anak-anak yang pulang dengan cerita belajar—bukan keluhan tentang ruang kelas yang tak ramah. (red)

  • Pemkab Tasikmalaya: Revitalisasi Sekolah siap dimulai Bertahap mulai Tahun ini.

    Pemkab Tasikmalaya: Revitalisasi Sekolah siap dimulai Bertahap mulai Tahun ini.

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAUpaya perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya memasuki tahap penting tahun ini. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan bahwa sebanyak 54 sekolah rusak di Tasikmalaya akan direvitalisasi secara bertahap, termasuk SDN Curugtelu yang sempat viral karena kondisi bangunannya yang mengkhawatirkan. Program perbaikan ini menjadi harapan baru bagi ribuan siswa yang selama ini belajar di ruang kelas yang tidak lagi layak.

    Kepastian revitalisasi disampaikan oleh Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Solihin. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan fisik sebagian sekolah akan dimulai pada November 2025. Langkah ini sekaligus merespons tingginya keresahan masyarakat yang menginginkan fasilitas pendidikan di wilayahnya segera diperbaiki. Pemerintah menegaskan bahwa daftar 54 sekolah tersebut telah ditetapkan sebagai prioritas utama, terutama yang bangunannya memiliki risiko membahayakan proses kegiatan belajar mengajar.

    Dimulai November, Revitalisasi Beri Harapan Baru bagi Orang Tua dan Siswa

    Program perbaikan sekolah rusak di Tasikmalaya ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat, terlebih bagi orang tua murid yang selama ini cemas terhadap keselamatan anak-anak mereka. Banyak dari bangunan sekolah itu mengalami kerusakan berat akibat faktor usia maupun bencana alam, sehingga tidak lagi memenuhi standar keamanan.

    Menurut Ahmad Solihin, revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan ruang kelas, tetapi juga fasilitas penting lainnya yang mendukung proses belajar, seperti ruang guru atau perpustakaan. SDN Curugtelu, salah satu sekolah yang ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu, dipastikan masuk dalam daftar prioritas. Pemerintah berharap kehadiran bangunan baru nantinya dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga sekolah.

    Komunikasi Pemerintah Daerah dan Pusat Berjalan Cepat

    Sebelumnya, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengungkapkan bahwa percepatan revitalisasi sekolah rusak di Tasikmalaya merupakan hasil komunikasi intensif dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui koordinasi tersebut, pemerintah pusat menyetujui pelaksanaan konstruksi yang dijadwalkan mulai minggu kedua November 2025.

    Bupati menilai bahwa lingkungan sekolah yang nyaman akan berdampak besar pada perkembangan anak. Ketika ruang belajar aman dan layak, siswa dapat belajar dengan tenang dan guru dapat mengajar tanpa rasa khawatir terhadap kondisi bangunan. Dengan demikian, revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisik sekolah, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan generasi muda di Tasikmalaya.

    Masyarakat berharap proyek ini berjalan lancar agar puluhan sekolah yang selama ini rusak dapat segera digunakan kembali. Pemerintah daerah yakin, pendidikan yang difasilitasi dengan sarana yang baik akan membentuk generasi penerus yang kuat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan. (red)

  • Kang Dedi Mulyadi turut meriahkan Perayaan HUT Ke-24 Kota Tasikmalaya

    Kang Dedi Mulyadi turut meriahkan Perayaan HUT Ke-24 Kota Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYARibuan warga memadati kawasan eks Terminal Cilembang, Jumat (17/10/2025) malam. Mereka datang dari berbagai penjuru Kota Tasikmalaya — bahkan dari luar kota — untuk menyaksikan langsung Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang hadir dalam peringatan HUT ke-24 Kota Tasikmalaya bertajuk “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga.”

    Kehadiran Gubernur Jawa Barat itu membuat suasana semakin meriah. Warga bersorak dan berebut bersalaman saat KDM naik ke panggung utama. Ia menyalami penonton satu per satu dengan gaya khasnya yang santai, penuh canda, dan tanpa jarak.


    KDM Tampil Santai, Sapa Warga dengan Guyonan

    Dalam sambutannya, KDM menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah rakyat, bukan di balik meja kantor.

    “Kalau rakyat sudah bahagia, berarti pemerintahnya benar. Kita harus jadi pemimpin yang bisa diajak ngobrol, bukan yang susah ditemui,” ujarnya disambut tepuk tangan panjang.

    KDM menghibur warga dengan guyonan khasnya tentang kehidupan masyarakat Tasikmalaya yang religius dan kreatif. Ia beberapa kali turun dari panggung untuk menyapa pedagang kecil di sekitar area acara.

    Melalui “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga”Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Tasikmalaya menghadirkan hiburan rakyat sekaligus pelayanan publik langsung di tengah masyarakat.


    Tak Hanya Warga Kota, Penonton Datang dari Luar Daerah

    Antusiasme masyarakat pada malam puncak HUT ke-24 tidak hanya berasal dari warga Kota Tasikmalaya. Banyak penonton yang rela menempuh perjalanan jauh demi melihat langsung sosok Kang Dedi.

    Dedi (56), warga Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, datang bersama keluarga besarnya. Ia sudah tiba di lokasi sejak sore agar mendapat tempat strategis di dekat panggung utama.

    “Saya bawa istri, anak, bahkan cucu. Kami ingin lihat langsung Kang Dedi. Kalau di TV sering, tapi lihat langsung lebih seru,” ujarnya sambil tertawa.

    Dari arah CiamisIbu Sri (38) datang bersama dua sepupunya. Ia menempuh perjalanan lebih dari satu jam demi bisa menyaksikan kehadiran KDM.

    “Kami sengaja ke sini cuma buat lihat Kang Dedi. Katanya acara ramai dan penuh hiburan, ternyata betul banget,” katanya antusias.

    Kehadiran warga dari luar daerah menunjukkan besarnya magnet sosok KDM dan daya tarik Tasikmalaya sebagai kota yang ramah dan terbuka.


    Pertunjukan Seni dan Pesta Rakyat Warnai Malam HUT ke-24

    Malam puncak HUT ke-24 Kota Tasikmalaya menampilkan berbagai kesenian tradisional Sunda, musik rakyat, dan tari kreasi.
    Warga juga menikmati layanan gratis dari sejumlah instansi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembuatan dokumen kependudukan, hingga bazar UMKM lokal yang ramai pengunjung.

    Petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub, dan Kepolisian mengatur lalu lintas dengan tertib, sehingga ribuan penonton tetap merasa aman dan nyaman selama acara berlangsung.


    Tema “Santun” Jadi Pesan Utama Hari Jadi Kota Tasikmalaya

    Pemerintah Kota Tasikmalaya mengusung tema “Santun” — singkatan dari Selalu Ada, Nyaman, Tulus, Unggul. Tema ini mencerminkan semangat baru dalam membangun kota yang berdaya saing dan berkarakter.

    Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Wakil Wali Kota Diky Chandra hadir mendampingi masyarakat. Mereka berdua menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan dalam kesuksesan perayaan tersebut.

    “Tasikmalaya bukan hanya kota religius, tapi juga kreatif dan santun. Semoga semangat ini terus tumbuh bersama masyarakat,” kata Viman.


    Malam yang Sulit Dilupakan

    Kemeriahan malam HUT ke-24 Kota Tasikmalaya membuktikan kuatnya semangat kebersamaan warga.
    Kehadiran KDM tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga memperlihatkan kedekatan pemerintah dengan rakyatnya.

    Sorak-sorai warga yang bertahan hingga acara berakhir menggambarkan bahwa malam itu bukan sekadar pesta ulang tahun kota, melainkan pesta kebanggaan warga Tasikmalaya dan sekitarnya. (red)

  • Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya Resmi dibuka

    Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya Resmi dibuka

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya membuka Sekolah Rakyat di Tasikmalaya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara peresmian berlangsung di eks SDN Rahayu, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Selasa (7/10/2025).

    Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan hadir langsung dalam acara tersebut. Keduanya menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi hak semua anak, bukan hanya bagi mereka yang mampu.


    Sekolah Rakyat Jadi Model Pendidikan Inklusif

    Program Sekolah Rakyat di Tasikmalaya menggunakan model Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 dengan tiga rombongan belajar: dua rombongan tingkat SMP dan satu rombongan tingkat SD. Sebanyak 75 siswa sudah memulai kegiatan belajar di sekolah tersebut.

    Seluruh siswa memperoleh fasilitas lengkap, mulai dari tempat tinggal, makan, hingga perlengkapan belajar secara gratis. Sistem asrama penuh memberi ruang bagi anak-anak untuk fokus belajar tanpa beban ekonomi.

    Wali Kota Viman menyebut Sekolah Rakyat sebagai hadiah istimewa pada Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya. Ia menegaskan, sekolah ini bukan proyek seremonial, melainkan langkah nyata untuk mencegah anak Tasikmalaya putus sekolah.

    “Sekolah rakyat menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan. Ini tempat menata masa depan, bukan sekadar ruang kelas,” ujar Viman.

    Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare di Tamansari untuk pengembangan jangka panjang. Langkah ini bertujuan menampung lebih banyak siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif.


    Kisah dan Harapan dari Para Siswa

    Banyak anak kini mendapatkan kesempatan baru melalui Sekolah Rakyat di Tasikmalaya. Salah satunya, SL, remaja dari Kelurahan Gunung Gede. Ia sempat berhenti sekolah karena membantu orang tua di warung, tetapi kini bisa kembali belajar.

    “Saya senang bisa sekolah lagi. Semua kebutuhan sudah disediakan di sini, jadi saya bisa fokus,” kata SL.

    DF, siswi lain, pernah mengalami perundungan di sekolah sebelumnya. Ia sempat kehilangan semangat belajar, tetapi dukungan dari keluarga dan guru membantunya pulih. Kini, ia kembali berani bermimpi.

    Cerita para siswa ini memperlihatkan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, melainkan juga ruang untuk memulihkan harapan dan semangat anak-anak.

    Wakil Gubernur Erwan Setiawan menilai program ini sejalan dengan visi pendidikan karakter yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Pendidikan tidak berhenti pada ilmu pengetahuan. Ia juga membentuk akhlak dan moral. Sekolah rakyat menjadi wadah yang tepat untuk itu,” ujarnya.


    Langkah Lanjutan dan Dukungan Pemerintah

    Program Sekolah Rakyat di Tasikmalaya terus berkembang. Pemerintah Kota menambah tenaga pendidik, memperbaiki fasilitas belajar, dan memperluas kolaborasi dengan lembaga pendidikan lain agar sekolah ini berkelanjutan.

    Viman menegaskan komitmennya menjadikan Sekolah Rakyat sebagai contoh bagi daerah lain. Ia menargetkan model ini bisa diterapkan di seluruh kecamatan di Tasikmalaya dan wilayah lain di Jawa Barat.

    Pemerintah Provinsi juga menyiapkan program beasiswa untuk siswa berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

    Hadirnya Sekolah Rakyat di Tasikmalaya membuktikan bahwa pemerintah serius menegakkan prinsip pendidikan untuk semua. Sekolah ini bukan sekadar simbol, tetapi langkah konkret untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (red)

  • Kota Tasikmalaya: Kepala Dinas Sosial Islah

    Kota Tasikmalaya: Kepala Dinas Sosial Islah

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAProses Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Islah dengan warga Panglayungan berakhir positif setelah Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, turut memediasi kedua pihak. Informasi mengenai proses islah ini tersedia di website resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Seusai islah, Kadinsos Kota Tasikmalaya terlihat legowo menerima kesalahan. Selain menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, dengan besar hati, ia juga akan menerima jika harus mendapatkan sanksi atas perbuatannya.

    Namun meski begitu, Imam Fauzi, Ketua Generasi Muda Merah Putih (GMMP), menekankan bahwa langkah islah harus benar-benar diikuti dengan perubahan sikap.

    Dalam pernyataannya kepada redaksi pada Jumat (19/09/2025), Imam menegaskan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa yang sempat menimbulkan ketegangan tersebut. “Alhamdulillah kami mengapresiasi sekali baik langkah Pemkot Tasikmalaya, maupun Kadinsos Kota Tasikmalaya. Kami berharap, ini cerita terakhir tentang sosok Kadinsos Kota Tasikmalaya yang dikenal temperamen. Semoga menjelang akhir jabatan, citra ini bisa dirubah, sehingga jejaknya juga bisa lebih baik,” ujarnya.

    Harus Mengedepankan Empati

    Menurut Imam, peristiwa ini harus dijadikan pelajaran tidak hanya bagi Kadinsos, tetapi juga bagi seluruh pemangku jabatan di Kota Tasikmalaya. Ia menekankan bahwa seorang pejabat publik dituntut memiliki empati tinggi terhadap masyarakat. “Pejabat itu harus punya empatik. Kenapa? Karena pejabat itu tidak mengalami hal yang dialami oleh rakyat jelata,” tegasnya.

    Imam mencontohkan, dalam persoalan bantuan sosial (bansos). “Warga tahu kok, sering kali ada masalah data yang memang harus divalidasi. Namun, ketika rakyat menyampaikan keluhannya, pejabat harus bisa memahami situasi dengan penuh empati. Saat rakyat dan pejabat bertemu, jangan pernah lupa, rakyat itu mengalami dampak dari faktor tersebut. Mereka mengalami dampak langsung. Sementara pejabat kan tidak mengalami. Hidup mereka lebih nyaman. Jadi kalau rakyat marah, wajar karena memang mereka terdampak langsung. Pejabat yang tidak ikut-ikutan terdampak langsung sangat tak pantas jika ikut-ikutan marah,” jelas Imam.

    Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran pejabat tentang asal-usul anggaran negara. Menurutnya, lebih dari 80 persen APBN maupun APBD bersumber dari rakyat, termasuk gaji dan tunjangan besar yang diterima para pejabat. “Kita hidup di negara yang 80% lebih angarannya masih bergantung pada pajak rakyat. Gaji dan tunjangan puluhan juta rupiah yang diterima oleh para kepala SKPD itu dari rakyat. Tolong jaga empati untuk rakyat,” tegasnya lagi.

    Imam menilai, apabila pejabat mampu menempatkan diri dengan rendah hati, memahami kondisi masyarakat, dan menjaga komunikasi yang baik, citra pemerintah kota akan lebih positif di mata publik. “Islah bukan hanya soal berdamai, tapi tentang perubahan perilaku. Kalau pejabat bisa menahan diri dan mengutamakan empati, konflik seperti ini tidak perlu terjadi lagi,” tambahnya.

    Pernyataan Imam Fauzi memperlihatkan bahwa meski proses Kadinsos Kota Tasikmalaya Islah sudah berjalan, publik tetap menunggu tindak lanjut berupa perubahan sikap nyata. Harapan besar kini tertuju pada pemkot dan pejabat terkait agar momentum ini tidak sekadar menjadi catatan insiden, melainkan titik balik menuju pemerintahan yang lebih humanis dan berorientasi pada kepentingan rakyat. (red)

  • Puluhan Pelajar Penyusup Aksi Demo berhasil diamankan POLRES Tasikmalaya

    Puluhan Pelajar Penyusup Aksi Demo berhasil diamankan POLRES Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPolres Tasikmalaya mengamankan puluhan pelajar yang diduga menyusup aksi ojol di Kota Tasikmalaya, Senin 1 September 2025. Para pelajar itu mencoba memicu kericuhan dengan membakar ban di depan Gedung DPRD. Berkat tindakan cepat aparat, situasi bisa terkendali. Polisi menyebut pelajar tersebut tergabung dalam grup media sosial berisi ajakan anarkis.

    Polres Tasikmalaya berkomitmen menjaga keamanan dengan menyiagakan penyekatan di perbatasan dan mengimbau masyarakat ikut berperan aktif menjaga kondusivitas.


    Puluhan pelajar diamankan Polres Tasikmalaya usai diduga menyusup ke dalam iring-iringan aksi damai ojek online (ojol) di Kota Tasikmalaya, Senin 1 September 2025. Para pelajar itu mencoba memicu kericuhan dengan membakar ban di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, namun upaya mereka berhasil digagalkan.

    Kapolres Tasikmalaya, AKBP Moh Faruk Rozi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah massa ojol yang tergabung dalam Paguyuban Online Bersatu (POB) Priangan Timur menggelar doa bersama di Mapolres Tasikmalaya, kemudian membubarkan diri dengan tertib. Saat rombongan menuju Jalan RE Martadinata, sekelompok penyusup mendadak melakukan aksi pembakaran ban.

    Aparat kepolisian bersama rekan-rekan ojol langsung bertindak cepat sehingga situasi bisa dikendalikan. “Kami bergerak cepat, aksi anarkis berhasil dicegah, dan Kota Tasikmalaya tetap kondusif,” ucap AKBP Faruk Rozi.

    Polisi Amankan Lebih dari 20 Pelajar

    Usai insiden, petugas menyisir lokasi sekitar Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Hasilnya, lebih dari 20 pelajar diamankan dan dibawa ke Mapolres Tasikmalaya untuk diperiksa. Menurut keterangan awal, para pelajar itu tergabung dalam grup media sosial yang berisi ajakan melakukan aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum.

    “Sebagian besar masih berstatus pelajar, bahkan ada yang berasal dari luar Kota Tasikmalaya,” jelas Kapolres. Ia menambahkan, temuan ini menguatkan bahwa penyusup tidak berhubungan dengan massa ojol.

    Untuk mencegah terulangnya kejadian, Polres Tasikmalaya menyiagakan penyekatan di sejumlah titik perbatasan kota. Sinergi bersama TNI dan Forkopimda terus dijalankan demi menjaga stabilitas keamanan.

    Seruan Kapolres Tasikmalaya kepada Masyarakat

    AKBP Faruk Rozi mengimbau masyarakat aktif menjaga lingkungan agar tetap aman. Ia meminta warga menghidupkan kembali pos kamling, mengingatkan keluarga agar tidak terprovokasi ajakan anarkis, serta mendukung aparat keamanan.

    “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat supaya Polres Tasikmalaya bisa terus menjaga keamanan, sehingga Kota Tasikmalaya tetap kondusif dan bebas dari tindakan kriminal,” pungkasnya. (red)

  • Kronologis Demo Ricuh di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

    Kronologis Demo Ricuh di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAKetua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya, Dhani Tardiwan Noor, mengeluarkan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk tetap menjaga diri dan bertindak bijak menyikapi situasi pasca aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini di DPRD Kota Tasikmalaya. Aksi tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan kerusakan pada gedung DPRD setempat.

    Dhani mengingatkan bahwa pemuda adalah garda terdepan dalam memperjuangkan kebaikan bersama, tetapi harus dengan cara yang santun dan menghormati hukum. “Pemuda harus kritis, melek politik, dan tidak boleh diam ketika ada kedzaliman, tapi tetap harus dengan fikiran dan hati yang tenang. Pemuda harus mengedepankan intelektualitas, bukan sekadar fisik belaka,” ujar Dhani.

    Sebagai Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhani yakin bahwa pemuda di Kota Tasikmalaya, khususnya yang tergabung dalam wadah organisasi kepemudaan di bawah KNPI, tidak akan pernah rela tanah kelahirannya dirusak oleh siapapun. “Pemuda siap berada di garda terdepan selama untuk memperjuangkan kebaikan bersama, demi kepentingan rakyat banyak,” tegas Dhani.

    Namun, Dhani juga menekankan pentingnya pendekatan yang tidak bertentangan dengan hukum dan tidak menciderai kepentingan publik. “Kami tidak pernah takut dengan siapapun, tapi pastikan kita berada di pihak yang benar dan menempuh cara-cara yang tidak bertentangan dengan hukum,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Dhani juga mengimbau agar aparat dan pejabat tidak menutup diri. “Semakin menutup diri, semakin memicu amarah. Jangan biarkan ketidakpastian memicu reaksi yang tidak diinginkan,” tuturnya.

    Terkait insiden yang melibatkan driver ojol Affan Kurniawan, Dhani menyatakan, “Posisi kami sudah tegas dan jelas sejak terjadinya insiden yang menimpa driver ojol Affan Kurniawan. Publikasi sudah kami sebar atas nama KNPI Kota Tasikmalaya, agar kasus tersebut diusut tuntas. Tapi bukan berarti kita harus merusak di kampung halaman sendiri.”

    Demo Ricuh, ada yang Menunggangi?

    Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pihak-pihak yang menumpangi aksi unjuk rasa tersebut, Dhani mengaku tidak ingin berspekulasi. Namun, ia menyadari bahwa di negeri ini selalu ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu yang berusaha memecah belah kesatuan bangsa. “Kalaupun ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk membuat gaduh Kota Tasikmalaya, mereka harus siap berhadapan dengan Pemuda Kota Santri,” kata Dhani dengan tegas.

    Dhani kembali mengingatkan pemuda untuk tetap kritis, berani, dan peduli terhadap isu-isu sosial, namun tanpa merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Pemuda harus menjadi agen perubahan yang cerdas dan bertanggung jawab, agar tidak hanya memperjuangkan aspirasi, tetapi juga menjaga ketertiban dan keharmonisan di masyarakat,” pungkasnya.

    Sementara itu, redaksi berhasil memperoleh informasi dari pihak DPRD Kota Tasikmalaya. Ternyata, aksi yang berujung ricuh di gedung DPRD tersebut tidak diawali dengan surat pemberitahuan. Meski demikian, saat aksi berlangsung sebenarnya tiga anggota DPRD sudah bersiap turun untuk menemui para pengunjuk rasa. Namun, karena situasi tiba-tiba sangat emosional dan tidak terkendali, ketiga anggota DPRD tersebut memilih untuk menahan diri.

    Kejadian ini tentu saja menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan dialog yang konstruktif dan menghindari tindakan yang merusak ketertiban umum. Kita berharap agar aksi-aksi unjuk rasa ke depan tetap berlangsung dengan damai dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. (red)