Penulis: adminsuarakebangsaan

  • Patroli Polres Tasikmalaya Kota Menjelang Ramadhan

    Patroli Polres Tasikmalaya Kota Menjelang Ramadhan

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAMenyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2025, Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota intensifkan patroli di sejumlah minimarket dan toko-toko yang ada di wilayah kota Tasikmalaya.

    Langkah ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang bulan puasa, sekaligus memastikan bahwa para pedagang dan masyarakat mematuhi aturan yang berlaku.

    Patroli yang dilakukan pada Sabtu, 15 Februari 2025 malam ini bertujuan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan seperti peredaran barang ilegal, praktik pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta memastikan stok barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan aman dan cukup.

    Selain itu, patroli juga bertujuan untuk memastikan minimarket dan toko yang beroperasi mematuhi aturan yang berlaku, mengingat aksi kriminalitas yang kerap meningkat menjelang bulan Ramadhan.

    Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hartono, melalui Kanit Patroli Ipda Devi Budi Radiansyah, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya pengawasan di titik-titik yang sering dikunjungi warga.

    “Patroli ini tidak hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga untuk mengingatkan pemilik toko dan minimarket agar menjaga ketertiban serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat menjelang bulan Ramadhan,” kata Kanit Patroli Ipda Devi Budi Radiansyah.

    Patroli ini diperkirakan akan terus digencarkan selama bulan Ramadhan, mengingat banyaknya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa.

    “Kegiatan patroli ini akan terus ditingkatkan menjelang bulan puasa, baik itu di pagi hari, siang, malam hari, hingga dinihari,” ucap Ipda Devi.

    Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.

    “Masyarakat diminta untuk tetap waspada, hati-hati, serta selalu menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kota Tasikmalaya,” tutup Ipda Devi Budi Radiansyah. (red)

  • Penjelasan Nilai Anggaran Perjalanan Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya

    Penjelasan Nilai Anggaran Perjalanan Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYATerkait berita tentang nilai perjalanan dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mencapat angka lebih dari Rp. 7,5 milyar, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya memberikan tanggapan. Sekretaris BPKAD Kota Tasikmalaya, Hj. Hesti Widiawati, S.E., M.M., menerima wartawan Lintas Priangan di ruang kerjanya, Senin (13/01/2025).

    “Peningkatan predikat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE, idealnya memang berkorelasi dengan turunnya anggaran tertentu, misal salah satunya anggaran perjalanan dinas. Tapi faktanya, hal tersebut tidak bisa serta merta. Implementasi SPBE membutuhkan proses dan adaptasi. Jadi sulit kalau tahun ini predikat SPBE naik, tahun ini pula anggaran perjalanan dinas misalnya turun drastis,” terang Hesti.

    Ia menambahkan, besaran anggaran perjalanan dinas bukan hanya dipengaruhi oleh variabel SPBE. Ada banyak faktor lain, misalnya predikat SPBE yang belum merata di setiap daerah, serta ada tuntutan yang memang sulit dihindari.

    “Jadi begini. Banyak program pemerintah itu yang harus dikerjakan secara bersama-sama. Perlu koordinasi antar pemerintah daerah, atau antara pemerintah daerah dengan lembaga vertikal. Kami misalnya sudah berusaha menekan perjalanan dinas dalam kota dengan mengadopsi SPBE, tapi ketika harus koordinasi dengan pemerintah daerah lain yang meminta kita hadir secara fisik, hal seperti itu jadi sulit dihindari. Bahkan, undangan dari pemerintah pusat juga sampai saat ini masih cukup banyak yang harus dihadiri secara langsung. Jadi tidak sederhana, variabel yang terkaitnya banyak,” papar Hesti.

    Saat diminta data mengenai berapa sebenarnya total anggaran perjalanan dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya, Hesti hanya menjawab bahwa anggaran tersebut sebenarnya mengalami penurunan. Hanya saja, ia tidak bisa menyampaikan berapa nilainya, karena saat tadi menerima wawancara dari Lintas Priangan, ia belum memegang data rinci.

    “Jadi begini, saya mohon ijin menjelaskan ya. Permohonan wawancara yang dikirim oleh Lintas Priangan akhir pekan lalu, baru saya terima pagi tadi. Dan saya lihat, ternyata deadline-nya hari ini. Sementara kalau saya lihat topiknya, ini pasti butuh data rinci yang tidak tersedia di BPKAD. Perlu saya sampaikan, sejak berlakunya Permendagri Nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, BPKAD sudah tidak memegang dokumen rinci penggunaan anggaran. Kami hanya pegang fakta integritas. Adapun pengelolaan rincinya, ada di setiap SKPD,” jelas Hesti.

    Meski belum memegang data rinci, Hesti memilih mendahulukan bertemu dengan Lintas Priangan. Alasannya sederhana, bagi Hesti, yang lebih penting itu membuka komunikasi. Perkara data rinci bisa dibahas belakangan.

    “Memenuhi kebutuhan informasi awak media itu jadi salah satu tanggung jawab pemerintah. Saya belum bisa menjawab dengan data rinci karena memang datanya tidak ada pada kami. Tadi, staf saya sempat mengusulkan reschedule untuk wawancara dengan Lintas Priangan. Tapi saya pikir, yang lebih penting ketemu dulu, karena deadline-nya hari ini. Kalau ketemu, saya juga bisa jelaskan juga tentang permendagri tadi. Yang paling penting, jangan sampai ada kesan Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak membuka diri,” kata Hesti.

    Terkait respon dari BPKAD Kota Tasikmalaya, aktivis dari Forum Diskusi Albadar Institute, Diki Sam Ani, berkomentar. Menurutnya, meski sudah tidak memegang data rinci setiap SKPD, tentu kalau urusan keuangan seharusnya BPKAD bisa memfasilitasi hal tersebut.

    “Saya kira tetap leading sector-nya ada di BPKAD. Masa ia ke Dinkes atau ke PU misalnya. Tapi ya itu tadi, karena regulasi baru, mungkin perlu waktu,” ujar Diki.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada BPKAD Kota Tasikmalaya yang sudah berkenan membuka diri. Hal ini penting, sebagai perwujudan semangat transparansi yang sudah lama digaungkan di negeri ini.

    “Terlepas dari hal-hal teknis lainnya, minimal pejabat itu jangan susah kalau ada masyarakat, LSM atau wartawan yang ingin bertemu dan membutuhkan informasi. Saya mengapresiasi BPKAD Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, sementara ada beberapa SKPD di Kota Tasikmalaya yang terkesan sangat menutup diri,” pungkas Diki. (red)

  • Gaji ASN Kota Tasikmalaya Belum Cair: Ada apa ?

    Gaji ASN Kota Tasikmalaya Belum Cair: Ada apa ?

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAAparatur Sipil Negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai banyak yang mengeluh. Pasalnya, gaji yang biasanya mereka terima setiap tanggal satu, tapi memasuki bulan Januari tahun 2025, sampai berita ini ditulis (tanggal 3 Januari, jam 13.00), gaji ASN Kota Tasikmalaya belum dibayar.

    “Apalagi ini bertepatan dengan tahun baru dan pergantian semester sekolah. Selain urusan kebutuhan rutin, saya juga sempat janji mau belikan hadiah untuk anak saya yang kemarin dapat nilai raport yang memuaskan,” keluh Ujang (tentu bukan nama sebenarnya).

    Ujang mengaku tak punya penghasilan sampingan lain selain gaji. Kebetulan, istrinya juga tidak bekerja, sementara anaknya belum ada yang lulus sekolah.

    Hal yang sama juga dirasakan Neneng (ini juga bukan nama sebenarnya). ASN single parent ini pun mengalami hal serupa. Sudah lebih dari lima tahun, ia harus jadi tulang punggung keluarga, karena suaminya sudah meninggal.

    “Saya betul-betul mengandalkan gaji,” ujar Neneng, lirih.

    Baik Ujang maupun Neneng, sama-sama tidak tahu persis apa alasan gaji mereka belum dibayarkan. Mereka juga mengaku tidak tahu kapan gaji mereka akan cair.

    “Saya tidak tahu persis, sebenarnya apa penyebab gaji ASN Kota Tasikmalaya belum cair. Hanya dengar sepintar obrolan beberapa pejabat di kantor saya, katanya ada kaitannya dengan sinkronisasi,” jelas Ujang.

    Neneng bahkan sama sekali tidak tahu kapan gajinya akan dibayar. Tadi pagi dia dan teman-temannya di kantor masih membahas kapan gaji ASN Kota Tasikmalaya bisa diterima.

    “Ada informasi, tapi ini juga sepintas, katanya insha Alloh minggu depan cair,” terang Neneng.

    Gaji ASN Kota Tasikmalaya yang belum dibayar ini mendapat perhatian banyak pihak, salah satunya dari aktivis Forum Diskusi Albadar Institute. Menurutnya, diakui atau tidak, keterlambatan gaji ASN di Kota Tasikmalaya ini pasti berkaitan dengan kualitas kinerja, khususnya bidang-bidang yang berkaitan dengan keuangan.

    “Gimana ya. Untuk kejadiannya seperti ini, mana mungkin ada orang memuji kinerja Pemkot Tasikmalaya, kan? Kalaupun tidak menilai buruk, minimal mempertanyakan, kok bisa sampai urusan mendasar dan rutin saja keteteran?” ujar Diki.

    Menurut Diki, bagaimanapun dalihnya, pasti ada kelemahan di manajemen keuangan Pemkot Tasikmalaya. Dan sangat mungkin, kelemahan ini ada di level pemangku kebijakan. Kemungkinan masalahnya ada level pejabat.

    “Kalau staf itu pasukan, diberi arahan apapun pasti nurut. Diajak lari pasti lari. Nah, kalau masalah gaji ASN Kota Tasikmalaya lambat dibayar, kemungkinan masalahnya ada di level kebijakan, di pejabatnya. Mustahil kalau staf salah, akibatnya sampai menunda pembayaran seluruh ASN di Kota Tasikmalaya. Mungkin salah arahan, atau lambat mengikuti regulasi baru. Kecuali, kalau penundaan pembayaran gaji ini terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Ini kan tidak, di daerah lain lancar-lancar saja,” jelas Diki.

    Masih menurut Diki, sebaiknya kalau ada masalah seperti ini, segera dikomunikasikan secara terbuka. Jajaran pimpinan di Pemkot Tasikmalaya langsung bicara ke semua ASN, bahkan kepada masyarakat.

    “Masyarakat atau media turut memberi perhatian pada urusan gaji ASN Kota Tasikmalaya yang belum dibayar, hal itu tidak bisa disalahkan. Justru harus jadi pengingat, bahwa ASN itu aset rakyat, milik rakyat. Apapun yang terjadi dengan ASN pasti jadi perhatian rakyat. Karena itu sebaiknya pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya ada yang mau bicara, kan bisa manfaatkan media. Bukan malah sebaliknya, menghindar atau bungkam!” pungkas Diki. (red)

  • Koalisi Mahasiswa Sambangi DPRD Kota Tasikmalaya: Usut Dugaan “Money Politic”

    Koalisi Mahasiswa Sambangi DPRD Kota Tasikmalaya: Usut Dugaan “Money Politic”

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Negeri (Kompeni) mendatangi Kantor DPRD Kota Tasikmalaya pada Rabu (11/12/2024) siang. Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut klarifikasi terkait dugaan keterlibatan sejumlah anggota DPRD dalam praktik money politic pada Pilkada 2024.

    Mahasiswa mendesak agar DPRD transparan terhadap dugaan tersebut, setelah beredarnya dokumen berbentuk PDF yang mencantumkan nama-nama anggota DPRD Kota Tasikmalaya.

    Dokumen tersebut berisi sekitar 50 halaman, dengan informasi yang menyebut sejumlah anggota DPRD diduga terlibat sebagai pelaku distribusi materi politik hingga ke tingkat TPS melalui koordinator lapangan (korlap).

    Koordinator Kompeni, Dion Fahruroji, menjelaskan bahwa audiensi ini dilakukan untuk mengonfirmasi kebenaran data yang beredar. Ia menyayangkan jika dugaan tersebut terbukti benar, mengingat anggota DPRD seharusnya menjaga integritas sebagai perwakilan rakyat.

    “Kami sangat menyayangkan jika data itu benar. Anggota DPRD tidak seharusnya terlibat dalam politik uang yang merusak demokrasi,” ungkapnya di hadapan awak media.

    Namun, mahasiswa merasa kecewa karena audiensi tersebut tidak dihadiri oleh mayoritas anggota DPRD. Dari seluruh anggota dewan, hanya dua orang yang hadir, sedangkan yang lain tidak memberikan penjelasan mengenai ketidakhadiran mereka.

    Menurut Dion, hal ini mencerminkan kurangnya keseriusan DPRD dalam menghadapi isu yang menyangkut kepercayaan publik.

    “Kami sangat kecewa. Ini menunjukkan ketidakseriusan DPRD dalam menanggapi persoalan penting seperti ini,” tambahnya.

    Kompeni juga mengungkapkan bahwa laporan terkait dugaan ini telah mereka sampaikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka berharap langkah tersebut dapat mendorong penegakan hukum yang adil dan transparan.

    Mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk mengawal proses ini agar praktik money politic tidak merusak demokrasi di Kota Tasikmalaya.

    Selain itu, Dion menyoroti bahwa keterlibatan anggota DPRD dalam praktik tersebut hanya akan memperburuk citra mereka di mata masyarakat.

    Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa jika dugaan ini benar, kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan semakin menurun.

    “Sangat disayangkan jika anggota DPRD yang seharusnya menjadi contoh malah terlibat hal seperti ini,” tegas Dion.

    Selama audiensi, mahasiswa juga menyampaikan permintaan agar DPRD lebih proaktif dan terbuka dalam memberikan penjelasan.

    Mereka berharap DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat mampu menunjukkan integritas dan tanggung jawab terhadap isu ini. (red)

  • Pelantikan Forum Kader Bela Negara (FKBN)

    Pelantikan Forum Kader Bela Negara (FKBN)

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAForum Kader Bela Negara (FKBN) wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Garut, serta Ciamis, menggelar kegiatan pelantikan pengurus baru pada Rabu, 20 November 2024. Acara bertempat di Gedung Restu SKY Kampus STMIK, Jalan RE Martadinata, Kota Tasikmalaya.

    Pelantikan dihadiri oleh Kasubdit Lingkup Masyarakat Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kolonel ADM Amirudin, serta pengurus pusat FKBN. Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) dari wilayah terkait.

    Dalam sambutannya, Kolonel Amirudin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melantik kader baru dan memberikan pembekalan terkait nilai bela negara. Ia menegaskan pentingnya semangat bela negara bagi masyarakat daerah.

    “Organisasi ini dibina oleh Kementerian Pertahanan untuk membantu sosialisasi nilai bela negara di tingkat daerah,” kata Amirudin.

    Aminudin  juga menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat Tasikmalaya yang dinilai sangat mendukung program tersebut.

    Selain itu, Amirudin mengucapkan terima kasih kepada peserta yang hadir, termasuk dukungan Forkopimda setempat. Ia mengingatkan agar semangat bela negara terus ditanamkan di berbagai kalangan masyarakat.

    “Kami sangat berterima kasih atas partisipasi semua pihak. Semangat bela negara ini harus terus kita galakkan,” ujarnya.

    Pelantikan ini, menurut Amirudin, merupakan langkah nyata dalam mendukung program pembinaan Kementerian Pertahanan di daerah.

    Dr. H. Restu Adiwiyono selaku Majelis Permusyawaratan Organisasi FKBN juga memberikan pandangan serupa. Ia menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam mempertahankan keutuhan NKRI.

    “Sebagai warga negara, kita semua memiliki tanggung jawab untuk membela negara,” kata Restu dalam sambutannya.

    Restu juga berharap para pengurus baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan memperkuat sinergi organisasi di tingkat daerah.

    Lebih lanjut, Restu menyampaikan bahwa pelantikan ini diharapkan mendorong partisipasi masyarakat dalam mencintai tanah air melalui kontribusi nyata. Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus baru yang telah dilantik.

    “Saya ucapkan selamat kepada pengurus yang dilantik. Semoga FKBN terus eksis dan memberi kontribusi bagi bangsa,” tambahnya.

    FHarapan besar ini disertai keyakinan bahwa semangat bela negara mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia. (red)

  • Polres Tasikmalaya Kota: Siap Melaksanakan Operasi Zebra Lodaya 2024

    Polres Tasikmalaya Kota: Siap Melaksanakan Operasi Zebra Lodaya 2024

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA – Dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Polres Tasikmalaya Kota melaksanakan Operasi Zebra Lodaya 2024. Operasi yang berlangsung mulai 14 Oktober hingga 27 Oktober 2024 ini bertujuan menjaga ketertiban lalu lintas serta mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024.

    Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan pada Senin pagi, 14 Oktober 2024, di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota.

    Apel dipimpin oleh Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kompol Rizki Syawaludin Akbar, dan dihadiri oleh perwira jajaran Polres Tasikmalaya Kota, pejabat utama (PJU) Polres, perwakilan dari Kodim 0612/Tasikmalaya, Subdenpom, PJ Walikota, serta beberapa instansi terkait seperti Dishub dan Satpol PP Kota Tasikmalaya.

    Personel gabungan dari berbagai satuan fungsi kepolisian dan instansi lain juga terlibat dalam operasi ini untuk memastikan pelaksanaan berjalan dengan lancar.

    Operasi Zebra Lodaya 2024 digelar sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengatur tentang keselamatan dan keamanan dalam berlalu lintas.

    Operasi ini mengedepankan pendekatan yang preemtif, preventif, dan represif dalam penegakan hukum di jalan raya, dengan harapan dapat menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

    Sambutan Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, dalam Apel Gelar Pasukan

    Dalam sambutannya, Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Riki Kustiawan, menjelaskan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel yang akan terlibat dalam Operasi Zebra Lodaya 2024.

    “Kesiapan ini sangat penting agar pelaksanaan operasi dapat berjalan maksimal dan lancar, serta mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” kata Iptu Riki.

    Ia menambahkan bahwa Operasi Zebra Lodaya ini akan melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta TNI, dalam mengamankan arus lalu lintas di wilayah hukum Kota Tasikmalaya. Koordinasi lintas sektor ini dilakukan untuk menjamin kamseltibcarlantas tetap terjaga selama operasi berlangsung.

    “Operasi ini tidak hanya sekadar menindak pelanggaran, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan adanya operasi ini, diharapkan masyarakat lebih memahami aturan lalu lintas dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iptu Riki.

    Salah satu target utama dari Operasi Zebra Lodaya 2024 adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Tasikmalaya.

    Menurut data yang dimiliki Polres Tasikmalaya Kota, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah ini masih cukup tinggi, sehingga diperlukan upaya penegakan hukum yang lebih intensif untuk menekan jumlah insiden tersebut.

    Fokus Edukasi kepada para Pengguna Jalan

    Iptu Riki juga menyebutkan bahwa operasi ini akan dilakukan secara humanis dan berfokus pada edukasi masyarakat.

    “Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memberikan edukasi kepada pengguna jalan mengenai pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm, serta tidak menggunakan handphone saat berkendara,” tambahnya.

    Dalam Operasi Zebra Lodaya 2024, Polres Tasikmalaya Kota akan mengoptimalkan penggunaan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik secara mobile maupun statis. Dengan sistem ETLE, pelanggaran lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, dan pelanggaran lainnya akan terdeteksi secara otomatis oleh kamera pengawas di beberapa titik strategis.

    Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penegakan hukum, sekaligus mengurangi kontak langsung antara petugas dan pelanggar.

    Lebih lanjut, Iptu Riki menjelaskan bahwa Operasi Zebra Lodaya 2024 ini juga bertujuan untuk mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas selama proses pelantikan.

    “Kami, bersama dengan instansi terkait lainnya, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tidak hanya di jalan raya tetapi juga dalam konteks yang lebih luas menjelang pelantikan nasional. Dengan adanya operasi ini, kami berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dan kedamaian,” jelas Iptu Riki.

    Iptu Riki juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas harus terus ditingkatkan. Banyak pelanggaran lalu lintas yang terjadi karena kurangnya pemahaman atau kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan. Oleh karena itu, melalui Operasi Zebra Lodaya 2024, Polres Tasikmalaya Kota juga akan mengadakan kegiatan sosialisasi dan kampanye keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. (red)

  • Patroli Menjelang Pilkada 2024 Tim Maung Galunggung dari Polres Tasikmalaya Kota

    Patroli Menjelang Pilkada 2024 Tim Maung Galunggung dari Polres Tasikmalaya Kota

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYATim Maung Galunggung dari Polres Tasikmalaya Kota melakukan patroli rutin. Kegiatan ini bertujuan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pilkada 2024, serta mencegah tindakan kriminal.

    Dalam patroli, petugas menemukan sekelompok remaja yang sedang pesta minuman keras di beberapa lokasi. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Jalan Lewosari. Situasi serupa juga terpantau di Kampung Bantar Gedang dan Jalan Empang, menunjukkan masalah yang meluas.

    Menyadari potensi masalah yang ditimbulkan, anggota polisi segera bertindak. Mereka memberikan pembinaan kepada remaja-remaja yang terlibat. Barang bukti berupa minuman keras yang ditemukan langsung diangkut ke Mapolres Tasikmalaya untuk diproses lebih lanjut.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, menegaskan pentingnya tindakan ini. Melalui Kasat Samapta, AKP Hartono, ia menjelaskan bahwa remaja akan dibawa untuk mendapatkan pembinaan. Tujuannya mendidik mereka tentang bahaya konsumsi alkohol dan mendorong perubahan perilaku.

    Hartono juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan interogasi untuk melacak asal minuman keras tersebut. Langkah ini penting untuk menanggulangi jaringan distribusi miras di sekitar. Remaja tersebut akan dihadapkan kepada orang tua setelah proses pembinaan selesai.

    Kapolres Joko Sulistiono menyampaikan bahwa patroli akan ditingkatkan. Patroli tidak hanya dilakukan pada malam hari, tetapi juga sepanjang hari untuk meminimalisir tindak pidana.

    “Kami akan memperluas cakupan patroli blue light,” jelas Hartono. Minggu, (06/10/2024).

    Pihak kepolisian menyadari peran masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan aman. Mereka mendorong warga untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan. Kerjasama antara polisi dan masyarakat dapat memperkuat upaya menjaga keamanan, terutama menjelang Pilkada.

    Dalam situasi ini, penting bagi semua pihak berkontribusi menciptakan suasana kondusif. Patroli malam polisi adalah bentuk tanggung jawab mereka untuk memastikan keselamatan warga. Dengan upaya konsisten, diharapkan Kota Tasikmalaya terhindar dari permasalahan merugikan.

    Melalui tindakan tegas, diharapkan dapat mengurangi jumlah remaja terjerumus perilaku merugikan. Ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri. Penegakan hukum dan pembinaan menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang lebih baik. (red)

  • HUT ke-79 TNI dan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-23: TNI AU Gelar Gebyar Dirgantara

    HUT ke-79 TNI dan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-23: TNI AU Gelar Gebyar Dirgantara

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA – Lanud Wiriadinata menggelar Gebyar Dirgantara pada 6 Oktober 2024 untuk memperingati HUT ke-79 TNI dan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-23. Acara ini menarik perhatian berbagai kalangan, memperkuat hubungan TNI AU dengan masyarakat.

    Pembukaan acara dipenuhi beragam agenda hiburan dan edukasi. Jambore Aero Sport (JAS) menjadi daya tarik utama dengan pertunjukan udara menakjubkan. Pengunjung menikmati airshow paramotor, trike, dan pesawat TNI AU. “Kami ingin memberikan pengalaman mendidik sekaligus menghibur,” jelas Komandan Lanud Wiriadinata.

    Seorang pengunjung, Rina, sangat antusias melihat pertunjukan udara tersebut. “Ini pengalaman yang tidak bisa saya lupakan!” ujarnya. Joy flight oleh Bandung Flying Club memberi kesempatan merasakan terbang, menambah kesan mendalam bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman unik.

    Acara ini juga mengangkat isu ketahanan pangan melalui peluncuran proyek peternakan domba. “Proyek ini bertujuan memperkenalkan teknik beternak berkelanjutan,” ujar salah satu petugas. Penaburan bibit ikan air tawar dilakukan sebagai langkah konkret mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

    Kegiatan seni budaya juga menjadi sorotan utama dalam acara ini. Pasanggiri Jaipong Danlanud Cup 2024 melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. “Kami berharap generasi muda semakin mencintai seni dan budaya lokal,” kata ketua panitia kompetisi.

    Kebersamaan menjadi aspek penting dalam Gebyar Dirgantara. Silaturahmi Nasional Subuhan Bikers mempertemukan komunitas biker dari seluruh Indonesia.

    “Kami ingin mempererat ukhuwah Islamiyah,” ujar perwakilan komunitas. Momen ini menciptakan interaksi antar generasi dengan jaringan yang lebih kuat.

    BACA JUGAAhmad Syaikhu Tegaskan Tidak Ada Masalah dengan Anies Baswedan di Deklarasi Relasih

    Dengan beragam kegiatan, Gebyar Dirgantara menjadi perayaan bermakna bagi masyarakat. “Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana memperkuat patriotisme,” ungkap salah satu pengunjung.

    Harapannya, Gebyar Dirgantara menciptakan sinergi positif antara TNI dan masyarakat. Ini adalah langkah nyata menuju masa depan lebih baik, berlandaskan kemandirian, solidaritas, dan rasa cinta terhadap tanah air. Acara ini menjadi simbol kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat. (red)

  • Warga Difable Turut meriahkan HUT KAI ke-79 di Tasikmalaya

    Warga Difable Turut meriahkan HUT KAI ke-79 di Tasikmalaya

    Sebanyak 29 warga difabel dari Persatuan Tunadaksa Tasikmalaya (Perdata) ikut meramaikan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang ke-79 di Stasiun Tasikmalaya.

    Acara ini menjadi momen istimewa bagi mereka, karena petugas stasiun mengajak mereka berkeliling dan mengenalkan berbagai jenis kereta yang beroperasi di stasiun tersebut.

    Harniwan Obech, seorang pegiat difabel sekaligus pembina Perdata, mengungkapkan rasa senangnya saat diundang oleh Stasiun Tasikmalaya.

    “Sengaja, saat momen HUT KAI tahun ini, kami diundang untuk ikut merayakan. Para difabel sangat senang karena mendapatkan penjelasan tentang stasiun dan perkeretaapian,” ujarnya.

    Selama kegiatan berlangsung, para difabel terlihat antusias dan bersemangat menjelajahi lingkungan stasiun. Harniwan menambahkan bahwa sebelumnya mereka pernah merasakan pelayanan khusus bagi penumpang disabilitas saat bepergian menggunakan Kereta Api Pangandaran dari Tasikmalaya menuju Bandung.

    “Pelayanannya sangat ramah sekali dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh para kaum disabilitas,” katanya.

    Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa PT KAI telah berkomitmen untuk memberikan layanan yang memudahkan akses bagi penyandang disabilitas.

    Salah satu alasan mengapa acara ini sangat berarti bagi mereka adalah karena minimnya sarana transportasi yang ramah bagi difabel. Sabtu, (28/09/2024).

    “Tentu, ini sangat disambut oleh para difabel. Salah satu kesulitan transportasi bagi kami adalah kurangnya fasilitas khusus. Namun, PT KAI telah hadir untuk kami,” tambah Harniwan.

    Dia merasa bersyukur karena pemerintah melalui PT KAI memberikan perhatian terhadap kebutuhan transportasi bagi penyandang disabilitas.

    Pipih Suparmi, seorang Guru Khusus Difabel di SLB Bahagia Tasikmalaya, juga menyampaikan pandangannya mengenai peran PT KAI. Ia mengaku terkesan dengan komitmen yang ditunjukkan oleh perusahaan tersebut terhadap warga difabel.

    “Anak-anak sangat senang melihat kereta, stasiun, dan alat transportasi di stasiun. Bahkan, masinis dan kru sempat berbincang dan tegur sapa dengan mereka,” ungkap Pipih.

    Ia percaya bahwa interaksi seperti ini penting untuk memberikan pengalaman positif bagi anak-anak difabel.

    “Semoga PT KAI terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi semua masyarakat, termasuk kami,” harap Pipih dengan penuh harapan.

    Pipih menambahkan bahwa selama ini, kerjasama antara pemerintah dan BUMN, seperti PT KAI, telah memberikan banyak manfaat bagi kaum difabel.

    “Kami sangat mengapresiasi upaya PT KAI untuk menciptakan layanan yang inklusif. Ini adalah langkah yang sangat baik,” katanya.

    Hal ini menunjukkan bahwa ada kesadaran yang semakin meningkat untuk memberikan perhatian khusus terhadap kaum difabel dalam berbagai sektor, termasuk transportasi.

    PT KAI juga telah mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan layanan bagi penyandang disabilitas.

    Ayep Hanapi, Manager Humas PT KAI (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, menjelaskan bahwa mereka telah melakukan berbagai peningkatan fasilitas dan pelayanan yang memudahkan akses bagi penyandang disabilitas.

    Ayep berkomitmen untuk memberikan layanan transportasi yang ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

    Salah satu contoh nyata dari komitmen ini adalah kesempatan yang diberikan kepada Desida Rohmatul Fadilah, seorang penulis dengan cerebral palsy, untuk menaiki kereta secara gratis.

    “Hal ini dilakukan untuk memberikan motivasi kepada Desida agar dapat merasakan langsung fasilitas yang diberikan oleh PT KAI dan memberi dukungan semangat untuk terus berkarya dalam dunia literasi,” kata Ayep.

    Tindakan ini menunjukkan bahwa PT KAI tidak hanya fokus pada aspek operasional, tetapi juga peduli terhadap pengembangan potensi individu penyandang disabilitas.

    Kegiatan perayaan HUT KAI ke-79 ini bukan hanya sekedar perayaan, tetapi juga menjadi simbol komitmen perusahaan dalam menyediakan akses yang lebih baik untuk semua orang.

    BACA JUGA: Pelantikan Dewan Pengurus Kecamatan Lasqi Nusantara Jaya 1970 di Tasikmalaya 2024-2028

    Para difabel yang hadir merasakan betapa pentingnya momen ini, bukan hanya sebagai pengguna layanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang diakui dan dihargai.

    “Kami berharap, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di masa mendatang,” harap Harniwan.

    Dengan adanya perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan penyandang disabilitas, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di Kota Tasikmalaya. Semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut.

    Himawan juga mengatakan, dengan kerjasama yang baik, berbagai tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dalam bidang transportasi bisa diatasi. (red)

  • Polres Tasikmalaya Kota mengamankan Pelaku Penganiayaan

    Polres Tasikmalaya Kota mengamankan Pelaku Penganiayaan

    Aparat Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan hingga tewas terhadap siswa madrasah berinisial GG (14 tahun).

    Identitas pelaku dewasa yang ditangkap meliputi CM (22) dan DMY (19), keduanya warga Kelurahan Setiajaya, serta AMA (18) yang berasal dari Purwakarta.

    Sementara itu, enam pelaku lainnya merupakan anak yang berhadapan dengan hukum. Korban diketahui sedang mengendarai sepeda motor di wilayah Kecamatan Cibeureum.

    Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Unit Reskrim Polsek Cibeureum.

    Para pelaku menghadang korban saat ia melintas dengan sepeda motor berknalpot bising pada Minggu, 22 September 2024, sekitar pukul 00.45 WIB.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, menjelaskan bahwa para terduga pelaku melakukan penganiayaan dengan berbagai alat, termasuk balok kayu, bambu, batu, dan bata putih.

    “Saat ini, semua terduga pelaku sudah kami amankan di Polres Tasikmalaya Kota,” ungkap Kapolres dalam siaran persnya di Mapolres Tasikmalaya Kota Rabu, 25 September 2024.

    Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti, seperti potongan kayu, batu, pakaian korban, dan balok kayu lainnya.

    “Kami telah mengamankan beberapa barang bukti yang relevan,” tambah Kapolres.

    Kapolres menjelaskan kronologi peristiwa, di mana korban bersama temannya melintas di lokasi kejadian.

    “Para tersangka melempari sepeda motor korban dengan batu, kemudian menghadangnya menggunakan bambu, yang mengakibatkan sepeda motor korban terjatuh,” jelasnya.

    Setelah itu, para tersangka menghampiri korban dan melakukan kekerasan fisik hingga korban tidak sadarkan diri.

    “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah para tersangka meninggalkan lokasi,” bebernya.

    Akibat perbuatan mereka, para pelaku dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

    “Kami akan memproses hukum para pelaku secara tegas,” tutup AKBP Joko Sulistiono.

    Penangkapan Pelaku Penganiayaan di Tasikmalaya

    Aparat Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan yang mengakibatkan kematian seorang siswa madrasah berinisial GG (14 tahun).

    Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 22 September 2024, sekitar pukul 00.45 WIB, saat korban melintas di wilayah Kecamatan Cibeureum menggunakan sepeda motor. Penangkapan ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah pelaku, termasuk anak-anak yang kini berhadapan dengan hukum.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, mengungkapkan bahwa dari sembilan pelaku yang ditangkap, tiga di antaranya adalah dewasa.

    Mereka adalah CM (22), DMY (19), dan AMA (18), dengan dua pelaku pertama berasal dari Kelurahan Setiajaya dan AMA dari Purwakarta.

    Kapolres menjelaskan bahwa enam pelaku lainnya merupakan anak-anak, yang saat ini diproses sesuai hukum yang berlaku.

    Dalam penjelasannya, Kapolres menjabarkan kronologi kejadian, awalnya korban sedang melintas dengan sepeda motor berknalpot bising ketika para pelaku menghadangnya.

    “Pelaku diduga melakukan penganiayaan secara brutal menggunakan berbagai alat, termasuk balok kayu, bambu, dan batu. Mereka melempari sepeda motor korban, yang menyebabkan kendaraan tersebut terjatuh,” jelasnya.

    Kapolres juga menjelaskan, setelah korban terjatuh, pelaku tidak berhenti di situ kemudian mereka menghampiri dan melakukan kekerasan fisik terhadap GG.

    “Korban mengalami penganiayaan yang mengakibatkan ia tidak sadarkan diri dan meninggal dunia,” jelasnya.

    Polisi tidak hanya menangkap para pelaku, tetapi juga melakukan pengumpulan barang bukti dari tempat kejadian perkara.

    Kapolres menjelaskan, kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk potongan kayu, batu, dan pakaian korban.

    Para pelaku kini dihadapkan dengan ancaman hukuman yang cukup berat. Mereka dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke-3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang dapat mengakibatkan hukuman penjara maksimal 12 tahun.

    “Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan seperti ini,” tegasnya.

    Kejadian tragis ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat, terutama bagi orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.

    Kapolres menyadari kekhawatiran tersebut dan berjanji akan meningkatkan patroli serta pengawasan di daerah-daerah yang dianggap rawan.

    “Kami akan bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dan remaja,” tambahnya.

    Dari insiden ini, terlihat pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan tindakan kekerasan. Kapolres mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan.

    “Kami memerlukan dukungan dari masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” katanya.

    Dengan penegakan hukum yang tegas dan kesadaran masyarakat yang tinggi, diharapkan kasus-kasus kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir. Kasus penganiayaan GG adalah pengingat akan perlunya perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di seluruh masyarakat. (red)