Penulis: adminsuarakebangsaan

  • Upacara Unik Peringatan HUT RI di Tasikmalaya

    Upacara Unik Peringatan HUT RI di Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAKampung Lewosari di Tasikmalaya menggelar upacara unik HUT RI ke-80 di area bekas persawahan. Warga dari lima RT hadir dengan antusias, membuktikan bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh di mana saja. Dengan suasana alami dan penuh gotong royong, kegiatan ini jadi simbol persatuan sekaligus refleksi kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya merdeka secara ekonomi.

    Tokoh lokal berharap momen ini mendorong RW lain melakukan hal serupa. Upacara unik HUT ini menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan secara sederhana namun tetap bermakna mendalam.

    Dari Sawah ke Panggung Nasionalisme

    Sejak fajar menyingsing, suasana di Kampung Lewosari berubah menjadi lautan semangat merah putih. Ratusan warga tumpah ruah ke hamparan tanah bekas sawah, tempat pelaksanaan upacara unik HUT RI ke-80. Tepat pukul 06.30 WIB, warga dari RT 01 hingga 05 membentuk barisan yang tertib dan serasi.

    Anak-anak hingga lansia berbaur dalam formasi barisan, menunjukkan betapa kuatnya ikatan kebangsaan yang melewati batas usia. Pemandangan langit cerah dan padang padi yang menghijau semakin menambah kekhidmatan suasana. Lagu kebangsaan berkumandang, bendera merah putih pun berkibar dengan gagah.

    Normansyah, tokoh masyarakat yang juga Ketua Forum Lewosari Bersatu, mendapat amanat membacakan teks proklamasi. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan warga dalam menyelenggarakan upacara unik HUT RI ini untuk pertama kalinya.

    “Ini sejarah bagi RW kami. Walau sederhana, semangatnya luar biasa. Semua warga terlibat tanpa pandang usia atau latar belakang,” ucapnya. Ia juga menambahkan bahwa sebagian warga terakhir kali mengikuti upacara saat masih di bangku sekolah, sehingga pengalaman ini membangkitkan kembali rasa cinta tanah air yang sempat terpendam.


    Gotong Royong sebagai Pondasi

    Deden Mulyadi, Ketua RW 08 yang juga bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa acara ini bukan hasil dari anggaran besar, melainkan buah dari gotong royong yang tulus. Seluruh warga bahu-membahu sejak jauh hari mempersiapkan lokasi dan jalannya acara.

    Ia berharap kegiatan seperti upacara unik HUT ini dapat menginspirasi lingkungan RW lainnya untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Namun, Deden juga menyuarakan realita yang belum tersentuh: masih banyak warga yang belum merdeka secara ekonomi.

    “Selama masih ada yang tak punya pekerjaan atau hidup dalam kesulitan, tugas kita belum selesai,” tegasnya.

    Meski sederhana, upacara unik HUT RI ini telah menunjukkan bahwa nasionalisme tidak harus berpusat di kota, tidak harus mewah, dan tidak harus formal. Di tanah sawah yang basah, rakyat kecil bersuara lantang, mengangkat makna kemerdekaan yang sejati. (red)

  • Gotong Royong Warga Tasikmalaya jelang HUT RI ke-80

    Gotong Royong Warga Tasikmalaya jelang HUT RI ke-80

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAWarga Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut HUT RI ke-80. Berbagai dekorasi merah putih dan lomba tradisional menjadi bukti kecintaan mereka terhadap tanah air, mempererat persatuan antarwarga.

    Semangat Gotong Royong di Kota Tasikmalaya Sambut HUT RI ke-80

    Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia kembali menggugah semangat gotong royong di Kota Tasikmalaya. Warga dari berbagai wilayah kota mulai menghias lingkungan mereka dengan aneka ornamen bernuansa merah putih, menciptakan suasana yang penuh semangat nasionalisme. Di RT 02 RW 01 Perumahan Bumi Asri Dirgantara, Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, kegiatan tersebut terlihat sangat antusias.

    Warga dari segala usia, baik laki-laki, perempuan, maupun pemuda, ikut serta dalam kegiatan menghias kampung ini. Dekorasi seperti bendera merah putih, umbul-umbul, lampion, lampu hias, dan pengecatan jalanan menghiasi berbagai sudut, menjadikan kawasan tersebut tampak meriah dan berwarna.

    Ujang, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kecintaan mereka terhadap tanah air dalam menyambut momen kemerdekaan. “Kami bergotong royong menghias kampung, memasang bendera dan berbagai hiasan lainnya,” kata Ujang saat ditemui, Rabu 7 Agustus 2025.

    Menurut Ujang, semangat gotong royong adalah kunci utama dalam menciptakan suasana harmonis dan penuh kebersamaan di lingkungan mereka. “Dengan semangat gotong royong, kami dapat menciptakan kampung yang meriah dan penuh kebersamaan,” tambahnya.

    Senada dengan Ujang, H. Ulpi, warga lainnya, menilai kegiatan ini lebih dari sekadar memperindah lingkungan, melainkan juga mempererat hubungan antarwarga. “Ini bukan hanya soal hiasan, tapi juga tentang kebersamaan. Momen ini penting untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong,” ungkap H. Ulpi.

    Selain menghias lingkungan, pemuda Karang Taruna setempat juga mempersiapkan berbagai lomba tradisional untuk semakin memeriahkan perayaan HUT RI ke-80. “Karang Taruna akan menggelar perlombaan untuk meriahkan Hari Kemerdekaan,” tambah H. Ulpi.

    Semangat gotong royong tak hanya tampak di Perumahan Bumi Asri Dirgantara, namun juga merata di berbagai wilayah lain di Kota Tasikmalaya. Di Jalan Lewidahu, Panunggal, Cipedes, dan sejumlah kawasan lainnya, dekorasi merah putih semakin mempercantik jalan-jalan kota.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum yang penting untuk memperkuat rasa persatuan dan mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat. (red)

  • Puluhan Jabatan Kosong, Pemkot Tasikmalaya masih menunggu Rekomendasi

    Puluhan Jabatan Kosong, Pemkot Tasikmalaya masih menunggu Rekomendasi

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri untuk mempercepat pengisian jabatan kosong sebanyak 70 posisi di birokrasi. Sekda Asep Goparullah menyebut pengisian ini penting demi efektivitas layanan publik dan kesinambungan program.

    Proses sudah diajukan ke BKN dan Pemprov Jabar. Jika disetujui, eksekusi segera dilakukan. Harapannya, seluruh jenjang eselon bisa terisi secara serentak agar kinerja pemerintahan tetap optimal dan tidak terganggu kekosongan struktural.

    70 Jabatan Kosong Tunggu Restu Kemendagri

    Sekitar 70 kursi kosong di birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya, mulai dari jabatan eselon II hingga IV, masih belum terisi. Jabatan tersebut mencakup posisi strategis seperti kepala dinas, kepala bidang, hingga kepala seksi. Proses pengisian jabatan kosong ini saat ini tengah menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparullah, M.Pd., menyatakan bahwa usulan pengisian jabatan telah dikirimkan ke instansi terkait. Kini, pihaknya hanya bisa menunggu keluarnya rekomendasi dari Kemendagri sebagai dasar pelaksanaan.

    “Mudah-mudahan segera ada kepastian. Kita tidak tahu apakah besok atau lusa rekomendasinya turun,” ujarnya kepada awak media, Kamis, 24 Juli 2025.

    Asep menekankan pentingnya percepatan pengisian jabatan kosong demi menjaga kelangsungan pelayanan publik. Menurutnya, jabatan yang tak kunjung terisi dapat menghambat pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah kota.

    “Begitu rekomendasi turun, kita langsung eksekusi sesuai skema yang telah disusun,” lanjutnya.

    Sejalan dengan itu, pengajuan promosi, rotasi, dan mutasi pegawai telah disampaikan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Asep optimis, proses ini bisa rampung dalam dua pekan. Bahkan, jika memungkinkan, penyelesaiannya bisa lebih cepat.

    “Surat dari provinsi sudah diteruskan ke kementerian. Kita tinggal menunggu arahan lanjutan,” jelasnya.

    Mengenai teknis pelaksanaan, Asep belum bisa memastikan apakah pengisian dilakukan serentak atau bertahap. Namun, ia berharap semua jenjang eselon—baik II, III, maupun IV—dapat diisi dalam satu kali proses.

    “Kalau bisa sekaligus, tentu lebih efisien. Tapi semuanya tetap menunggu petunjuk dari Kemendagri,” pungkasnya

  • Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 digelar Polres Tasikmalaya Kota

    Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 digelar Polres Tasikmalaya Kota

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA – Hari Bhayangkara ke-79 menjadi momentum penting bagi Polres Tasikmalaya Kota untuk memperkuat sinergitas bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui upacara yang digelar penuh khidmat di halaman Balekota Tasikmalaya, Selasa pagi, 1 Juli 2025.

    Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Diangkat di Upacara Hari Bhayangkara

    Polres Tasikmalaya Kota menandai peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dengan upacara yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Bertempat di halaman Balekota Tasikmalaya, kegiatan ini mengundang berbagai unsur penting yang mewakili kekuatan utama kota—mulai dari jajaran TNI, Polri, Pemerintah Daerah, DPRD, Forkopimda Plus, hingga tokoh-tokoh masyarakat.

    Hadirnya berbagai elemen tersebut memperlihatkan kesatuan langkah dan niat dalam menjaga ketertiban serta keamanan wilayah. Dalam suasana yang penuh semangat kebangsaan, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, memimpin langsung jalannya upacara dengan ketegasan dan wibawa.

    Setelah prosesi berlangsung, AKBP Faruk menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa Polri harus terus memperkuat komitmennya untuk hadir melayani masyarakat secara utuh.

    “Hari ini, kami bersatu dalam satu barisan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Kebersamaan kami dengan Forkopimda, TNI, dan masyarakat mencerminkan kekompakan dalam menjaga keamanan,” ujar Faruk kepada para wartawan.

    Kapolres juga menegaskan harapannya agar Polri bisa semakin profesional, humanis, dan dekat dengan rakyat. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa diraih dengan sikap konsisten, kerja nyata, dan pelayanan yang tulus.

    Lebih lanjut, AKBP Faruk menekankan pentingnya menjaga sinergi antara lembaga dan warga. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai fondasi yang menjamin stabilitas keamanan serta menciptakan kondisi yang kondusif.

    “Tanpa sinergi, mustahil tugas menjaga kamtibmas berjalan optimal. Maka, mari kita jaga kekompakan ini,” tuturnya tegas.

    Sebagai penutup, Kapolres memberikan arahan khusus kepada seluruh personel Polres Tasikmalaya Kota untuk terus meningkatkan kemampuan dan integritas pribadi. Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadi sosok Bhayangkara sejati yang selalu siap hadir untuk masyarakat.

    “Saya harap rekan-rekan terus mengasah kemampuan, menjaga integritas, dan senantiasa siap memberikan pengayoman. Jadilah pelindung sejati di tengah masyarakat,” pungkasnya.

    Dengan penuh semangat, upacara ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya sekadar tradisi, melainkan refleksi dari dedikasi yang terus tumbuh demi bangsa dan negara. (red)

  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya gelar Kurban

    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya gelar Kurban

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA – Dalam rangka memperingati Iduladha 1446 H, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tasikmalaya melaksanakan kegiatan kurban pada Senin, 9 Juni 2025. Acara ini digelar di Sekretariat DPRD Kota Tasikmalaya, sebagai simbol kepedulian sosial dan rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

    Dua ekor sapi disembelih dalam acara tersebut, yang merupakan hasil dari gotong royong 14 anggota dewan dari berbagai fraksi. Kegiatan kurban ini menjadi bukti nyata solidaritas dan semangat kebersamaan di lingkungan legislatif Kota Tasikmalaya. Para anggota dewan yang berpartisipasi terdiri dari berbagai fraksi, di antaranya Fraksi Gerindra, PPP, PKS, PKB, Golkar, PDI Perjuangan, PAN, dan Fraksi Gabungan.

    Menurut Dr. Rojab Riswan Taufik, Ketua Panitia Kurban sekaligus Sekretaris DPRD Kota Tasikmalaya, kegiatan ini tidak hanya mempererat kekompakan di kalangan anggota dewan, tetapi juga menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat sekitar. “Mudah-mudahan amalan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkap Rojab pada Selasa (10/6/2025) siang.

    Sebagai bentuk kepedulian, daging kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk pegawai honorer, petugas kebersihan, serta warga di sekitar kantor DPRD. Ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam merayakan hari raya Iduladha.

    Lebih lanjut, Rojab menambahkan, “Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan keikhlasan para anggota dewan dalam menyambut hari besar keagamaan.” Pelaksanaan kurban ini juga menegaskan komitmen DPRD Kota Tasikmalaya dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

    Dengan kegiatan ini, DPRD Kota Tasikmalaya berharap dapat memperkuat tali persaudaraan serta memberikan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (red)

  • Pemkot Tasikmalaya Gelar Pasar Murah Menjelang Iedul Adha 1446 H

    Pemkot Tasikmalaya Gelar Pasar Murah Menjelang Iedul Adha 1446 H

    Suara Kebangsaan, Berita Tasikmalaya – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pemerintah Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia menggelar Pasar Pangan Murah pada Selasa pagi, 3 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Parakanyasag dan langsung disambut antusias oleh warga.

    Pasar murah tersebut merupakan bagian dari program stabilisasi harga dan distribusi bahan pangan pokok menjelang hari besar keagamaan. Sejumlah komoditas dijual dengan harga miring dibandingkan harga pasar, seperti beras premium seharga Rp13.000/kg (dari harga pasar Rp15.000), telur ayam Rp24.500/kg (harga pasar Rp27.000), hingga minyak goreng yang hanya dijual Rp15.000 per liter.

    “Pasar pangan murah ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa terbebani lonjakan harga menjelang hari raya,” ujar Lisda Eka Syafira, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, saat ditemui di lokasi.

    Lisda menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Parakanyasag, tetapi juga tersebar di titik-titik strategis lainnya. Di tingkat provinsi, pelaksanaan juga berlangsung di Kelurahan Cibunigeulis, sementara di tingkat kota, digelar di Kecamatan Kawalu dan Cibeureum dengan dukungan anggaran dari APBD Kota Tasikmalaya.

    Tak hanya menjual kebutuhan pokok dengan harga murah, pasar ini juga dirancang sebagai bagian dari strategi jangka pendek untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga selama periode Hari Raya. “Stok bahan pangan kita saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan,” tambah Lisda.

    Hal senada disampaikan oleh Saepuloh, Analis Ketahanan Pangan DKP3. Ia menegaskan bahwa pasar murah seperti ini rutin digelar setiap menjelang hari besar keagamaan nasional. “Dinas memiliki tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau, terutama di momen penting seperti Idul Adha,” ujarnya.

    Dari pantauan di lapangan, ratusan warga memadati lokasi sejak pagi hari. Banyak di antaranya mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini, mengingat harga pasar yang terus berfluktuasi. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan betapa pentingnya kehadiran program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. (red)

  • Keracunan MBG di Kabupaten Tasikmalaya, begini Kronologisnya

    Keracunan MBG di Kabupaten Tasikmalaya, begini Kronologisnya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASetidaknya 19 orang pelajar dari SD Negeri 2 dan SMP Negeri 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dirawat di Puskesmas Rajapolah pada Kamis malam (1/5/2025). Mereka membutuhkan penanganan medis akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah mereka pada Rabu (30/4/2025).

    Kronologi Kejadian

    Para pelajar dari kedua sekolah di atas mulai merasakan gejala keracunan pada malam hari setelah mengonsumsi MBG, dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan diare. Beberapa di antaranya mencoba mengobati diri dengan air kelapa muda dan ramuan herbal, namun kondisi mereka tak kunjung membaik, hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Rajapolah untuk mendapatkan perawatan medis.

    Kondisi Korban

    Kepala Puskesmas Rajapolah, Hani Hariri, melaporkan bahwa 19 pelajar yang dirawat mengalami gejala serupa. Saat ini, belasan pelajar tersebut sudah ditangani dan mendapatkan perawatan infus untuk mengatasi dehidrasi akibat diare. Beberapa orang tua korban, seperti Riska (45), mengungkapkan bahwa anaknya merasakan gejala perut mual, kepala pusing, dan buang air besar terus-menerus setelah mengonsumsi MBG. Menu MBG yang dikonsumsi para pelajar antara lain nasi, sayuran yang dimasak, daging, tahu goreng, dan buah anggur.

    Tanggapan Pihak Terkait

    Setelah kejadian tersebut, beberapa orang tua menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai relawan SPPG MBG Rajapolah. Pesan tersebut menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan dan mengimbau agar informasi ini tidak disebarluaskan ke media sosial, sambil menunggu evaluasi lebih lanjut.

    Penanganan dan Tindak Lanjut

    Puskesmas Rajapolah terus memantau kondisi para korban dan siap memberikan perawatan lanjutan jika diperlukan. Sementara itu, pihak berwenang berencana melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden keracunan massal ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

    Kasus ini menjadi perhatian serius terkait pelaksanaan program MBG yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak di sekolah. Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur distribusi dan kualitas bahan makanan yang digunakan untuk memastikan keamanan dan kesehatan para penerima manfaat. (red)

  • Kota Tasikmalaya: Menanti Terobosan Pimpinan Baru

    Kota Tasikmalaya: Menanti Terobosan Pimpinan Baru

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASudah lebih dari 40 hari sejak pelantikan, Viman Alfarizi Ramadhan dan Raden Dicky Candranegara menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Jika dikaitkan dengan Program 100 Hari Kerja, ini artinya, Viman-Dicky hampir berada di pertengahan perjalanan. Pertanyaannya kemudian adalah, apa yang sudah mereka perbuat untuk Kota Tasikmalaya?

    Boleh jadi memang tidak ada regulasi yang mendasari konsep Program 100 Hari Kerja. Namun, konsep ini sudah lama mewarnai dinamika politik. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai negara di dunia. Konsep 100 Hari Kerja ini memang bukan konsep baru. Konsep ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden AS, Franklin D. Roosevelt tahun 1933. Presiden AS ke-32 ini menggaungkan Program 100 Hari Kerja dengan maksud menggarap program-program unggulan dalam waktu sesegera mungkin. Mengingat, kala itu ekonomi AS sedang tidak baik-baik saja.

    Bukan sekedar regulasi, bahkan masyarakat pun pada awalnya tidak pernah “memaksa” penguasa untuk membuktikan kinerja dalam rentang 100 hari. Justru dari mulut para politisi terpilih lah biasanya janji-janji 100 Hari Kerja diucapkan. Seperti juga Viman-Diki, sebagaimana pernah dimuat di berbagai media. Setidaknya ada empat program unggulan yang rencananya jadi wacana Program 100 Hari Kerja. Namun hingga hari ini, sudah hampir setengah perjalanan, sepertinya konsep tersebut belum bisa diketahui seperti apa juntrungannya. Atau setidaknya, belum terpublikasikan secara masif.

    “Tentu masyarakat Kota Tasikmalaya sedang menanti realisasi program-program unggulan dari Kang Viman dan Kang Dicky,” kata salah seorang tokoh Tasikmalaya, H. Nanang Nurjamil, kepada Lintas Priangan, Sabtu (05/04/2025).

    Setidaknya ada empat program unggulan Viman-Dicky, yang sebelumnya sempat dipublikasikan akan direalisasikan dalam Program 100 Hari kerja. Keempat program tersebut antara lain Tasik Pintar, Gerakan Masyarakat Sehat, One Kelurahan One Hafidz dan Peningkatan Layanan Publik.

    “Kami menanti gebrakan. Tasik Pintar, Gerakan Masyarakat Sehat, One Kelurahan One Hafidz dan Peningkatan Layanan Publik itu seperti apa bentuknya. Masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya, sedang menanti seperti apa implementasi dari program-program tersebut,” tambah Nanang.

    H. Nanang juga menambahkan, sebagai bagian dari masyarakat Kota Tasikmalaya, ia bersama organisasi kemasyarakatan yang ada di Kota Tasikmalaya, bukan sekedar menanti, tapi juga akan memantau dan jika perlu mengkritisi.

    “Realisasinya mau seperti apa. Apakah layanan kesehatan akan lebih cepat? Tidak perlu mengantri berjam-jam. Atau misalnya juga tentang One Kelurahan One Hafidz. Berarti kan harus ada 69 hafidz baru dalam 100 Hari Kerja ini, atau seperti apa bentuknya? Apalagi tentang pelayanan publik. Ini key-point. Apakah ada kaitan dengan mekanisme pembuatan administrasi kependudukan? Atau penanganan rumah tidak layak huni? Atau banjir misalnya. Intinya, kami menunggu Program 100 Hari Kerja Kang Viman dan Kang Dicky,” papar Nanang.

    Untuk menakar Program 100 Hari kerja Viman-Dicky, Nanang mengaku sedang menyusun indikator-indikator yang nanti akan digunakan untuk mengukur efektivitas program unggulan Viman-Dicky. Nanang mengaku, sampai hari ini memang belum terasa ada gebrakan.

    “Mudah-mudahan Viman-Dicky bisa buat gebrakan-gebrakan seperti Kang Dedi Mulyadi misalnya. Kita tunggu ya,” pungkas Nanang. (red)

  • Dinas DLH Kota Tasikmalaya lembur atasi Tumpukan Sampah di Bulan Ramadhan

    Dinas DLH Kota Tasikmalaya lembur atasi Tumpukan Sampah di Bulan Ramadhan

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASetiap tahun, volume sampah di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan signifikan selama bulan Ramadan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Fenomena ini menjadi rutinitas tahunan yang terus meningkat setiap tahunnya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, menjelaskan bahwa lonjakan volume sampah selalu terjadi setiap tahun saat bulan Ramadan.

    “Setiap tahun, menjelang Ramadan, volume sampah selalu meningkat,” ujar Deni kepada wartawan, Selasa 11 Maret 2025.

    Menurut Deni, peningkatan jumlah sampah selama Ramadan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya meningkatnya kegiatan sosial yang berhubungan langsung dengan pola konsumsi masyarakat, terutama saat berbuka puasa dan sahur.

    “Konsumsi makanan dan minuman yang lebih banyak dari biasanya berkontribusi pada peningkatan sampah, baik yang bersifat organik maupun non-organik,” jelasnya.

    Deni juga menyampaikan bahwa menjelang Lebaran, volume sampah bisa mencapai 200 ton per hari.

    “Namun, saat ini, berdasarkan pengamatan kami, peningkatannya baru sekitar 100 ton dibandingkan hari-hari biasa,” tambahnya.

    Untuk menghadapi lonjakan sampah ini, DLH Kota Tasikmalaya telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya adalah dengan mengerahkan armada pengangkut sampah dan menerapkan sistem lembur bagi petugas pengangkutan.

    “Kami berupaya agar sampah tetap terangkut meskipun jumlahnya meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami menerapkan lembur agar pengangkutan tetap berjalan optimal,” tutur Deni.

    Namun, di balik upaya tersebut, DLH Kota Tasikmalaya menghadapi kendala utama, yakni keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah. Dari total 40 unit armada yang dimiliki, hanya 25 unit yang masih dalam kondisi prima.

    “Sebagian besar truk dan bak pengangkut sampah sudah mengalami kerusakan serius dan membutuhkan perbaikan yang besar,” kata Deni.

    Deni juga memberikan tanggapan positif terhadap rencana pengalihan anggaran kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya untuk pembelian truk sampah.

    “Jika anggaran kendaraan dinas dialihkan untuk pengadaan truk sampah, saya sangat setuju. Ini adalah solusi jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

    Selain itu, DLH Kota Tasikmalaya memastikan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir Tamansari dalam kondisi aman dan siap menampung sampah yang terus meningkat.

    “Kami sudah mengambil langkah-langkah agar TPA tetap bisa menerima kiriman sampah tanpa kendala,” tambahnya.

    Deni juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah, terutama dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memisahkan sampah organik serta non-organik.

    “Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah sangat penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” tutup Deni Diyana. (red)

  • Polres Tasikmalaya Kota patroli di area Car Free Day (CFD)

    Polres Tasikmalaya Kota patroli di area Car Free Day (CFD)

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA Pada bulan Ramadhan tahun 2025 ini, Polres Tasikmalaya Kota melalui Satuan Samapata meningkatkan patroli di area Car Free Day (CFD) untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

    Patroli ini bertujuan untuk memastikan agar kegiatan CFD dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman, terutama di tengah kegiatan ibadah umat Muslim selama bulan Ramadhan.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruq Rozi melalui Kasat Samapta AKP Hartono mengatakan, patroli ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di area CFD.

    “Ya, tadi Anggota Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota melakukan patroli ke kawasan Car Free Day (CFD),” kata Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota AKP Hartono kepada wartawan Minggu sore.

    AKP Hartono juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan patroli di lokasi CFD yang biasanya ramai dengan pengunjung.

    “Patroli ini akan terus kita tingkatkan, tak hanya di lokasi CFD, patroli juga akan menyasar ke sejumlah titik keramaian masyarakat,” ujarnya.

    Selain menjaga keamanan, patroli juga bertujuan untuk mengawasi kepatuhan terhadap aturan yang diterapkan, seperti menjaga keamanan dan ketertiban serta mewaspadai potensi kejahatan.

    “Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan nyaman,” terangnya.

    AKP Hartono juga menyampaikan bahwa selain menjaga keamanan, mereka juga akan mendekati masyarakat dan memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga ketertiban di masyarakat.

    “Kami akan memaksimalkan patroli untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi semua pihak,” ungkap AKP Hartono.

    Patroli di area CFD ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ingin menikmati kegiatan di luar rumah tanpa khawatir akan gangguan keamanan dan ketertiban.

    “Kami mengimbau agar masyarakat tetap saling menghargai dan menjaga kebersihan di area tersebut, serta mematuhi segala aturan yang berlaku selama bulan Ramadhan,” tutup AKP Hartono. (red)