Tasikmalaya: KA Serayu Kembali Berhenti di Rajapolah, Akses Mudik 2026 Makin Terbuka

Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAMenjelang puncak mudik Lebaran 2026, akses transportasi di wilayah Tasikmalaya kembali diperkuat. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meresmikan reaktivasi Stasiun Rajapolah, sekaligus memastikan operasional layanan Kereta Api (KA) Serayu berjalan optimal.

Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi turun langsung meninjau layanan tersebut dalam kegiatan launching yang digelar Selasa (17/03/2026).

Uji Coba Langsung: Cipeundeuy–Rajapolah

Peninjauan tidak sekadar seremoni. Kedua pimpinan daerah melakukan perjalanan langsung menggunakan kereta api dari Stasiun Cipeundeuy menuju Stasiun Rajapolah.
Langkah ini menjadi bagian dari uji coba operasional sekaligus memastikan kesiapan layanan di lapangan. Fokusnya jelas: memastikan stasiun kembali aktif dan mampu melayani naik-turun penumpang, terutama menjelang mudik Lebaran 2026.

KA Serayu Jadi Andalan

Layanan yang dioperasikan di Stasiun Rajapolah adalah KA Serayu dengan rute Pasar Senen–Purwokerto. Kereta ini dikenal sebagai salah satu moda transportasi favorit masyarakat karena tarifnya yang relatif terjangkau.

Harga tiket dipatok sekitar Rp63.000, menjadikannya pilihan realistis bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dengan harga terjangkau dan cukup nyaman yang dapat digunakan saat mudik Lebaran 2026.

Dengan kembali aktifnya Stasiun Rajapolah, akses masyarakat terhadap transportasi kereta api kini semakin terbuka.

Dorong Konektivitas dan Ekonomi

Reaktivasi Stasiun Rajapolah bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan konektivitas wilayah.

Akses yang lebih mudah diyakini akan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi orang dan barang, serta mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Dalam konteks mudik Lebaran 2026, keberadaan stasiun aktif menjadi nilai tambah penting. Pemudik kini memiliki lebih banyak opsi perjalanan, tidak hanya bergantung pada jalur darat yang rawan padat.

Momentum Strategis Jelang Mudik

Pengaktifan kembali Stasiun Rajapolah datang di waktu yang tepat. Lonjakan mobilitas saat mudik Lebaran 2026 dipastikan akan menekan seluruh moda transportasi, terutama jalur darat.

Dengan hadirnya layanan kereta api yang kembali berhenti di Rajapolah, beban lalu lintas di jalan raya berpotensi berkurang.

Bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya, ini bukan sekadar tambahan fasilitas, tetapi solusi konkret untuk perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan efisien saat musim mudik. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *