Tag: Berita Tasikmalaya

  • Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 digelar Polres Tasikmalaya Kota

    Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 digelar Polres Tasikmalaya Kota

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA – Hari Bhayangkara ke-79 menjadi momentum penting bagi Polres Tasikmalaya Kota untuk memperkuat sinergitas bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui upacara yang digelar penuh khidmat di halaman Balekota Tasikmalaya, Selasa pagi, 1 Juli 2025.

    Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Diangkat di Upacara Hari Bhayangkara

    Polres Tasikmalaya Kota menandai peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dengan upacara yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Bertempat di halaman Balekota Tasikmalaya, kegiatan ini mengundang berbagai unsur penting yang mewakili kekuatan utama kota—mulai dari jajaran TNI, Polri, Pemerintah Daerah, DPRD, Forkopimda Plus, hingga tokoh-tokoh masyarakat.

    Hadirnya berbagai elemen tersebut memperlihatkan kesatuan langkah dan niat dalam menjaga ketertiban serta keamanan wilayah. Dalam suasana yang penuh semangat kebangsaan, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, memimpin langsung jalannya upacara dengan ketegasan dan wibawa.

    Setelah prosesi berlangsung, AKBP Faruk menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa Polri harus terus memperkuat komitmennya untuk hadir melayani masyarakat secara utuh.

    “Hari ini, kami bersatu dalam satu barisan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Kebersamaan kami dengan Forkopimda, TNI, dan masyarakat mencerminkan kekompakan dalam menjaga keamanan,” ujar Faruk kepada para wartawan.

    Kapolres juga menegaskan harapannya agar Polri bisa semakin profesional, humanis, dan dekat dengan rakyat. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa diraih dengan sikap konsisten, kerja nyata, dan pelayanan yang tulus.

    Lebih lanjut, AKBP Faruk menekankan pentingnya menjaga sinergi antara lembaga dan warga. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai fondasi yang menjamin stabilitas keamanan serta menciptakan kondisi yang kondusif.

    “Tanpa sinergi, mustahil tugas menjaga kamtibmas berjalan optimal. Maka, mari kita jaga kekompakan ini,” tuturnya tegas.

    Sebagai penutup, Kapolres memberikan arahan khusus kepada seluruh personel Polres Tasikmalaya Kota untuk terus meningkatkan kemampuan dan integritas pribadi. Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadi sosok Bhayangkara sejati yang selalu siap hadir untuk masyarakat.

    “Saya harap rekan-rekan terus mengasah kemampuan, menjaga integritas, dan senantiasa siap memberikan pengayoman. Jadilah pelindung sejati di tengah masyarakat,” pungkasnya.

    Dengan penuh semangat, upacara ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya sekadar tradisi, melainkan refleksi dari dedikasi yang terus tumbuh demi bangsa dan negara. (red)

  • Pemkot Tasikmalaya Gelar Pasar Murah Menjelang Iedul Adha 1446 H

    Pemkot Tasikmalaya Gelar Pasar Murah Menjelang Iedul Adha 1446 H

    Suara Kebangsaan, Berita Tasikmalaya – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pemerintah Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia menggelar Pasar Pangan Murah pada Selasa pagi, 3 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Parakanyasag dan langsung disambut antusias oleh warga.

    Pasar murah tersebut merupakan bagian dari program stabilisasi harga dan distribusi bahan pangan pokok menjelang hari besar keagamaan. Sejumlah komoditas dijual dengan harga miring dibandingkan harga pasar, seperti beras premium seharga Rp13.000/kg (dari harga pasar Rp15.000), telur ayam Rp24.500/kg (harga pasar Rp27.000), hingga minyak goreng yang hanya dijual Rp15.000 per liter.

    “Pasar pangan murah ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa terbebani lonjakan harga menjelang hari raya,” ujar Lisda Eka Syafira, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, saat ditemui di lokasi.

    Lisda menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Parakanyasag, tetapi juga tersebar di titik-titik strategis lainnya. Di tingkat provinsi, pelaksanaan juga berlangsung di Kelurahan Cibunigeulis, sementara di tingkat kota, digelar di Kecamatan Kawalu dan Cibeureum dengan dukungan anggaran dari APBD Kota Tasikmalaya.

    Tak hanya menjual kebutuhan pokok dengan harga murah, pasar ini juga dirancang sebagai bagian dari strategi jangka pendek untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga selama periode Hari Raya. “Stok bahan pangan kita saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan,” tambah Lisda.

    Hal senada disampaikan oleh Saepuloh, Analis Ketahanan Pangan DKP3. Ia menegaskan bahwa pasar murah seperti ini rutin digelar setiap menjelang hari besar keagamaan nasional. “Dinas memiliki tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau, terutama di momen penting seperti Idul Adha,” ujarnya.

    Dari pantauan di lapangan, ratusan warga memadati lokasi sejak pagi hari. Banyak di antaranya mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini, mengingat harga pasar yang terus berfluktuasi. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan betapa pentingnya kehadiran program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. (red)

  • Keracunan MBG di Kabupaten Tasikmalaya, begini Kronologisnya

    Keracunan MBG di Kabupaten Tasikmalaya, begini Kronologisnya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASetidaknya 19 orang pelajar dari SD Negeri 2 dan SMP Negeri 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dirawat di Puskesmas Rajapolah pada Kamis malam (1/5/2025). Mereka membutuhkan penanganan medis akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah mereka pada Rabu (30/4/2025).

    Kronologi Kejadian

    Para pelajar dari kedua sekolah di atas mulai merasakan gejala keracunan pada malam hari setelah mengonsumsi MBG, dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan diare. Beberapa di antaranya mencoba mengobati diri dengan air kelapa muda dan ramuan herbal, namun kondisi mereka tak kunjung membaik, hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Rajapolah untuk mendapatkan perawatan medis.

    Kondisi Korban

    Kepala Puskesmas Rajapolah, Hani Hariri, melaporkan bahwa 19 pelajar yang dirawat mengalami gejala serupa. Saat ini, belasan pelajar tersebut sudah ditangani dan mendapatkan perawatan infus untuk mengatasi dehidrasi akibat diare. Beberapa orang tua korban, seperti Riska (45), mengungkapkan bahwa anaknya merasakan gejala perut mual, kepala pusing, dan buang air besar terus-menerus setelah mengonsumsi MBG. Menu MBG yang dikonsumsi para pelajar antara lain nasi, sayuran yang dimasak, daging, tahu goreng, dan buah anggur.

    Tanggapan Pihak Terkait

    Setelah kejadian tersebut, beberapa orang tua menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai relawan SPPG MBG Rajapolah. Pesan tersebut menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan dan mengimbau agar informasi ini tidak disebarluaskan ke media sosial, sambil menunggu evaluasi lebih lanjut.

    Penanganan dan Tindak Lanjut

    Puskesmas Rajapolah terus memantau kondisi para korban dan siap memberikan perawatan lanjutan jika diperlukan. Sementara itu, pihak berwenang berencana melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden keracunan massal ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

    Kasus ini menjadi perhatian serius terkait pelaksanaan program MBG yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak di sekolah. Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur distribusi dan kualitas bahan makanan yang digunakan untuk memastikan keamanan dan kesehatan para penerima manfaat. (red)

  • Kota Tasikmalaya: Menanti Terobosan Pimpinan Baru

    Kota Tasikmalaya: Menanti Terobosan Pimpinan Baru

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASudah lebih dari 40 hari sejak pelantikan, Viman Alfarizi Ramadhan dan Raden Dicky Candranegara menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Jika dikaitkan dengan Program 100 Hari Kerja, ini artinya, Viman-Dicky hampir berada di pertengahan perjalanan. Pertanyaannya kemudian adalah, apa yang sudah mereka perbuat untuk Kota Tasikmalaya?

    Boleh jadi memang tidak ada regulasi yang mendasari konsep Program 100 Hari Kerja. Namun, konsep ini sudah lama mewarnai dinamika politik. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai negara di dunia. Konsep 100 Hari Kerja ini memang bukan konsep baru. Konsep ini pertama kali dicetuskan oleh Presiden AS, Franklin D. Roosevelt tahun 1933. Presiden AS ke-32 ini menggaungkan Program 100 Hari Kerja dengan maksud menggarap program-program unggulan dalam waktu sesegera mungkin. Mengingat, kala itu ekonomi AS sedang tidak baik-baik saja.

    Bukan sekedar regulasi, bahkan masyarakat pun pada awalnya tidak pernah “memaksa” penguasa untuk membuktikan kinerja dalam rentang 100 hari. Justru dari mulut para politisi terpilih lah biasanya janji-janji 100 Hari Kerja diucapkan. Seperti juga Viman-Diki, sebagaimana pernah dimuat di berbagai media. Setidaknya ada empat program unggulan yang rencananya jadi wacana Program 100 Hari Kerja. Namun hingga hari ini, sudah hampir setengah perjalanan, sepertinya konsep tersebut belum bisa diketahui seperti apa juntrungannya. Atau setidaknya, belum terpublikasikan secara masif.

    “Tentu masyarakat Kota Tasikmalaya sedang menanti realisasi program-program unggulan dari Kang Viman dan Kang Dicky,” kata salah seorang tokoh Tasikmalaya, H. Nanang Nurjamil, kepada Lintas Priangan, Sabtu (05/04/2025).

    Setidaknya ada empat program unggulan Viman-Dicky, yang sebelumnya sempat dipublikasikan akan direalisasikan dalam Program 100 Hari kerja. Keempat program tersebut antara lain Tasik Pintar, Gerakan Masyarakat Sehat, One Kelurahan One Hafidz dan Peningkatan Layanan Publik.

    “Kami menanti gebrakan. Tasik Pintar, Gerakan Masyarakat Sehat, One Kelurahan One Hafidz dan Peningkatan Layanan Publik itu seperti apa bentuknya. Masyarakat Kota Tasikmalaya khususnya, sedang menanti seperti apa implementasi dari program-program tersebut,” tambah Nanang.

    H. Nanang juga menambahkan, sebagai bagian dari masyarakat Kota Tasikmalaya, ia bersama organisasi kemasyarakatan yang ada di Kota Tasikmalaya, bukan sekedar menanti, tapi juga akan memantau dan jika perlu mengkritisi.

    “Realisasinya mau seperti apa. Apakah layanan kesehatan akan lebih cepat? Tidak perlu mengantri berjam-jam. Atau misalnya juga tentang One Kelurahan One Hafidz. Berarti kan harus ada 69 hafidz baru dalam 100 Hari Kerja ini, atau seperti apa bentuknya? Apalagi tentang pelayanan publik. Ini key-point. Apakah ada kaitan dengan mekanisme pembuatan administrasi kependudukan? Atau penanganan rumah tidak layak huni? Atau banjir misalnya. Intinya, kami menunggu Program 100 Hari Kerja Kang Viman dan Kang Dicky,” papar Nanang.

    Untuk menakar Program 100 Hari kerja Viman-Dicky, Nanang mengaku sedang menyusun indikator-indikator yang nanti akan digunakan untuk mengukur efektivitas program unggulan Viman-Dicky. Nanang mengaku, sampai hari ini memang belum terasa ada gebrakan.

    “Mudah-mudahan Viman-Dicky bisa buat gebrakan-gebrakan seperti Kang Dedi Mulyadi misalnya. Kita tunggu ya,” pungkas Nanang. (red)

  • Dinas DLH Kota Tasikmalaya lembur atasi Tumpukan Sampah di Bulan Ramadhan

    Dinas DLH Kota Tasikmalaya lembur atasi Tumpukan Sampah di Bulan Ramadhan

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASetiap tahun, volume sampah di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan signifikan selama bulan Ramadan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Fenomena ini menjadi rutinitas tahunan yang terus meningkat setiap tahunnya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, menjelaskan bahwa lonjakan volume sampah selalu terjadi setiap tahun saat bulan Ramadan.

    “Setiap tahun, menjelang Ramadan, volume sampah selalu meningkat,” ujar Deni kepada wartawan, Selasa 11 Maret 2025.

    Menurut Deni, peningkatan jumlah sampah selama Ramadan dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya meningkatnya kegiatan sosial yang berhubungan langsung dengan pola konsumsi masyarakat, terutama saat berbuka puasa dan sahur.

    “Konsumsi makanan dan minuman yang lebih banyak dari biasanya berkontribusi pada peningkatan sampah, baik yang bersifat organik maupun non-organik,” jelasnya.

    Deni juga menyampaikan bahwa menjelang Lebaran, volume sampah bisa mencapai 200 ton per hari.

    “Namun, saat ini, berdasarkan pengamatan kami, peningkatannya baru sekitar 100 ton dibandingkan hari-hari biasa,” tambahnya.

    Untuk menghadapi lonjakan sampah ini, DLH Kota Tasikmalaya telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya adalah dengan mengerahkan armada pengangkut sampah dan menerapkan sistem lembur bagi petugas pengangkutan.

    “Kami berupaya agar sampah tetap terangkut meskipun jumlahnya meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami menerapkan lembur agar pengangkutan tetap berjalan optimal,” tutur Deni.

    Namun, di balik upaya tersebut, DLH Kota Tasikmalaya menghadapi kendala utama, yakni keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah. Dari total 40 unit armada yang dimiliki, hanya 25 unit yang masih dalam kondisi prima.

    “Sebagian besar truk dan bak pengangkut sampah sudah mengalami kerusakan serius dan membutuhkan perbaikan yang besar,” kata Deni.

    Deni juga memberikan tanggapan positif terhadap rencana pengalihan anggaran kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya untuk pembelian truk sampah.

    “Jika anggaran kendaraan dinas dialihkan untuk pengadaan truk sampah, saya sangat setuju. Ini adalah solusi jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

    Selain itu, DLH Kota Tasikmalaya memastikan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir Tamansari dalam kondisi aman dan siap menampung sampah yang terus meningkat.

    “Kami sudah mengambil langkah-langkah agar TPA tetap bisa menerima kiriman sampah tanpa kendala,” tambahnya.

    Deni juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah, terutama dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memisahkan sampah organik serta non-organik.

    “Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah sangat penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” tutup Deni Diyana. (red)

  • Polres Tasikmalaya Kota patroli di area Car Free Day (CFD)

    Polres Tasikmalaya Kota patroli di area Car Free Day (CFD)

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA Pada bulan Ramadhan tahun 2025 ini, Polres Tasikmalaya Kota melalui Satuan Samapata meningkatkan patroli di area Car Free Day (CFD) untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

    Patroli ini bertujuan untuk memastikan agar kegiatan CFD dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman, terutama di tengah kegiatan ibadah umat Muslim selama bulan Ramadhan.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruq Rozi melalui Kasat Samapta AKP Hartono mengatakan, patroli ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di area CFD.

    “Ya, tadi Anggota Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota melakukan patroli ke kawasan Car Free Day (CFD),” kata Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota AKP Hartono kepada wartawan Minggu sore.

    AKP Hartono juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan patroli di lokasi CFD yang biasanya ramai dengan pengunjung.

    “Patroli ini akan terus kita tingkatkan, tak hanya di lokasi CFD, patroli juga akan menyasar ke sejumlah titik keramaian masyarakat,” ujarnya.

    Selain menjaga keamanan, patroli juga bertujuan untuk mengawasi kepatuhan terhadap aturan yang diterapkan, seperti menjaga keamanan dan ketertiban serta mewaspadai potensi kejahatan.

    “Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan nyaman,” terangnya.

    AKP Hartono juga menyampaikan bahwa selain menjaga keamanan, mereka juga akan mendekati masyarakat dan memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga ketertiban di masyarakat.

    “Kami akan memaksimalkan patroli untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi semua pihak,” ungkap AKP Hartono.

    Patroli di area CFD ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ingin menikmati kegiatan di luar rumah tanpa khawatir akan gangguan keamanan dan ketertiban.

    “Kami mengimbau agar masyarakat tetap saling menghargai dan menjaga kebersihan di area tersebut, serta mematuhi segala aturan yang berlaku selama bulan Ramadhan,” tutup AKP Hartono. (red)

  • Patroli Polres Tasikmalaya Kota Menjelang Ramadhan

    Patroli Polres Tasikmalaya Kota Menjelang Ramadhan

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAMenyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2025, Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota intensifkan patroli di sejumlah minimarket dan toko-toko yang ada di wilayah kota Tasikmalaya.

    Langkah ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang bulan puasa, sekaligus memastikan bahwa para pedagang dan masyarakat mematuhi aturan yang berlaku.

    Patroli yang dilakukan pada Sabtu, 15 Februari 2025 malam ini bertujuan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan seperti peredaran barang ilegal, praktik pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta memastikan stok barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan aman dan cukup.

    Selain itu, patroli juga bertujuan untuk memastikan minimarket dan toko yang beroperasi mematuhi aturan yang berlaku, mengingat aksi kriminalitas yang kerap meningkat menjelang bulan Ramadhan.

    Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hartono, melalui Kanit Patroli Ipda Devi Budi Radiansyah, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya pengawasan di titik-titik yang sering dikunjungi warga.

    “Patroli ini tidak hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga untuk mengingatkan pemilik toko dan minimarket agar menjaga ketertiban serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat menjelang bulan Ramadhan,” kata Kanit Patroli Ipda Devi Budi Radiansyah.

    Patroli ini diperkirakan akan terus digencarkan selama bulan Ramadhan, mengingat banyaknya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa.

    “Kegiatan patroli ini akan terus ditingkatkan menjelang bulan puasa, baik itu di pagi hari, siang, malam hari, hingga dinihari,” ucap Ipda Devi.

    Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.

    “Masyarakat diminta untuk tetap waspada, hati-hati, serta selalu menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kota Tasikmalaya,” tutup Ipda Devi Budi Radiansyah. (red)

  • Penjelasan Nilai Anggaran Perjalanan Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya

    Penjelasan Nilai Anggaran Perjalanan Dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYATerkait berita tentang nilai perjalanan dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mencapat angka lebih dari Rp. 7,5 milyar, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya memberikan tanggapan. Sekretaris BPKAD Kota Tasikmalaya, Hj. Hesti Widiawati, S.E., M.M., menerima wartawan Lintas Priangan di ruang kerjanya, Senin (13/01/2025).

    “Peningkatan predikat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE, idealnya memang berkorelasi dengan turunnya anggaran tertentu, misal salah satunya anggaran perjalanan dinas. Tapi faktanya, hal tersebut tidak bisa serta merta. Implementasi SPBE membutuhkan proses dan adaptasi. Jadi sulit kalau tahun ini predikat SPBE naik, tahun ini pula anggaran perjalanan dinas misalnya turun drastis,” terang Hesti.

    Ia menambahkan, besaran anggaran perjalanan dinas bukan hanya dipengaruhi oleh variabel SPBE. Ada banyak faktor lain, misalnya predikat SPBE yang belum merata di setiap daerah, serta ada tuntutan yang memang sulit dihindari.

    “Jadi begini. Banyak program pemerintah itu yang harus dikerjakan secara bersama-sama. Perlu koordinasi antar pemerintah daerah, atau antara pemerintah daerah dengan lembaga vertikal. Kami misalnya sudah berusaha menekan perjalanan dinas dalam kota dengan mengadopsi SPBE, tapi ketika harus koordinasi dengan pemerintah daerah lain yang meminta kita hadir secara fisik, hal seperti itu jadi sulit dihindari. Bahkan, undangan dari pemerintah pusat juga sampai saat ini masih cukup banyak yang harus dihadiri secara langsung. Jadi tidak sederhana, variabel yang terkaitnya banyak,” papar Hesti.

    Saat diminta data mengenai berapa sebenarnya total anggaran perjalanan dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya, Hesti hanya menjawab bahwa anggaran tersebut sebenarnya mengalami penurunan. Hanya saja, ia tidak bisa menyampaikan berapa nilainya, karena saat tadi menerima wawancara dari Lintas Priangan, ia belum memegang data rinci.

    “Jadi begini, saya mohon ijin menjelaskan ya. Permohonan wawancara yang dikirim oleh Lintas Priangan akhir pekan lalu, baru saya terima pagi tadi. Dan saya lihat, ternyata deadline-nya hari ini. Sementara kalau saya lihat topiknya, ini pasti butuh data rinci yang tidak tersedia di BPKAD. Perlu saya sampaikan, sejak berlakunya Permendagri Nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, BPKAD sudah tidak memegang dokumen rinci penggunaan anggaran. Kami hanya pegang fakta integritas. Adapun pengelolaan rincinya, ada di setiap SKPD,” jelas Hesti.

    Meski belum memegang data rinci, Hesti memilih mendahulukan bertemu dengan Lintas Priangan. Alasannya sederhana, bagi Hesti, yang lebih penting itu membuka komunikasi. Perkara data rinci bisa dibahas belakangan.

    “Memenuhi kebutuhan informasi awak media itu jadi salah satu tanggung jawab pemerintah. Saya belum bisa menjawab dengan data rinci karena memang datanya tidak ada pada kami. Tadi, staf saya sempat mengusulkan reschedule untuk wawancara dengan Lintas Priangan. Tapi saya pikir, yang lebih penting ketemu dulu, karena deadline-nya hari ini. Kalau ketemu, saya juga bisa jelaskan juga tentang permendagri tadi. Yang paling penting, jangan sampai ada kesan Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak membuka diri,” kata Hesti.

    Terkait respon dari BPKAD Kota Tasikmalaya, aktivis dari Forum Diskusi Albadar Institute, Diki Sam Ani, berkomentar. Menurutnya, meski sudah tidak memegang data rinci setiap SKPD, tentu kalau urusan keuangan seharusnya BPKAD bisa memfasilitasi hal tersebut.

    “Saya kira tetap leading sector-nya ada di BPKAD. Masa ia ke Dinkes atau ke PU misalnya. Tapi ya itu tadi, karena regulasi baru, mungkin perlu waktu,” ujar Diki.

    Ia juga memberikan apresiasi kepada BPKAD Kota Tasikmalaya yang sudah berkenan membuka diri. Hal ini penting, sebagai perwujudan semangat transparansi yang sudah lama digaungkan di negeri ini.

    “Terlepas dari hal-hal teknis lainnya, minimal pejabat itu jangan susah kalau ada masyarakat, LSM atau wartawan yang ingin bertemu dan membutuhkan informasi. Saya mengapresiasi BPKAD Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, sementara ada beberapa SKPD di Kota Tasikmalaya yang terkesan sangat menutup diri,” pungkas Diki. (red)

  • Gaji ASN Kota Tasikmalaya Belum Cair: Ada apa ?

    Gaji ASN Kota Tasikmalaya Belum Cair: Ada apa ?

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAAparatur Sipil Negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai banyak yang mengeluh. Pasalnya, gaji yang biasanya mereka terima setiap tanggal satu, tapi memasuki bulan Januari tahun 2025, sampai berita ini ditulis (tanggal 3 Januari, jam 13.00), gaji ASN Kota Tasikmalaya belum dibayar.

    “Apalagi ini bertepatan dengan tahun baru dan pergantian semester sekolah. Selain urusan kebutuhan rutin, saya juga sempat janji mau belikan hadiah untuk anak saya yang kemarin dapat nilai raport yang memuaskan,” keluh Ujang (tentu bukan nama sebenarnya).

    Ujang mengaku tak punya penghasilan sampingan lain selain gaji. Kebetulan, istrinya juga tidak bekerja, sementara anaknya belum ada yang lulus sekolah.

    Hal yang sama juga dirasakan Neneng (ini juga bukan nama sebenarnya). ASN single parent ini pun mengalami hal serupa. Sudah lebih dari lima tahun, ia harus jadi tulang punggung keluarga, karena suaminya sudah meninggal.

    “Saya betul-betul mengandalkan gaji,” ujar Neneng, lirih.

    Baik Ujang maupun Neneng, sama-sama tidak tahu persis apa alasan gaji mereka belum dibayarkan. Mereka juga mengaku tidak tahu kapan gaji mereka akan cair.

    “Saya tidak tahu persis, sebenarnya apa penyebab gaji ASN Kota Tasikmalaya belum cair. Hanya dengar sepintar obrolan beberapa pejabat di kantor saya, katanya ada kaitannya dengan sinkronisasi,” jelas Ujang.

    Neneng bahkan sama sekali tidak tahu kapan gajinya akan dibayar. Tadi pagi dia dan teman-temannya di kantor masih membahas kapan gaji ASN Kota Tasikmalaya bisa diterima.

    “Ada informasi, tapi ini juga sepintas, katanya insha Alloh minggu depan cair,” terang Neneng.

    Gaji ASN Kota Tasikmalaya yang belum dibayar ini mendapat perhatian banyak pihak, salah satunya dari aktivis Forum Diskusi Albadar Institute. Menurutnya, diakui atau tidak, keterlambatan gaji ASN di Kota Tasikmalaya ini pasti berkaitan dengan kualitas kinerja, khususnya bidang-bidang yang berkaitan dengan keuangan.

    “Gimana ya. Untuk kejadiannya seperti ini, mana mungkin ada orang memuji kinerja Pemkot Tasikmalaya, kan? Kalaupun tidak menilai buruk, minimal mempertanyakan, kok bisa sampai urusan mendasar dan rutin saja keteteran?” ujar Diki.

    Menurut Diki, bagaimanapun dalihnya, pasti ada kelemahan di manajemen keuangan Pemkot Tasikmalaya. Dan sangat mungkin, kelemahan ini ada di level pemangku kebijakan. Kemungkinan masalahnya ada level pejabat.

    “Kalau staf itu pasukan, diberi arahan apapun pasti nurut. Diajak lari pasti lari. Nah, kalau masalah gaji ASN Kota Tasikmalaya lambat dibayar, kemungkinan masalahnya ada di level kebijakan, di pejabatnya. Mustahil kalau staf salah, akibatnya sampai menunda pembayaran seluruh ASN di Kota Tasikmalaya. Mungkin salah arahan, atau lambat mengikuti regulasi baru. Kecuali, kalau penundaan pembayaran gaji ini terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Ini kan tidak, di daerah lain lancar-lancar saja,” jelas Diki.

    Masih menurut Diki, sebaiknya kalau ada masalah seperti ini, segera dikomunikasikan secara terbuka. Jajaran pimpinan di Pemkot Tasikmalaya langsung bicara ke semua ASN, bahkan kepada masyarakat.

    “Masyarakat atau media turut memberi perhatian pada urusan gaji ASN Kota Tasikmalaya yang belum dibayar, hal itu tidak bisa disalahkan. Justru harus jadi pengingat, bahwa ASN itu aset rakyat, milik rakyat. Apapun yang terjadi dengan ASN pasti jadi perhatian rakyat. Karena itu sebaiknya pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya ada yang mau bicara, kan bisa manfaatkan media. Bukan malah sebaliknya, menghindar atau bungkam!” pungkas Diki. (red)

  • Koalisi Mahasiswa Sambangi DPRD Kota Tasikmalaya: Usut Dugaan “Money Politic”

    Koalisi Mahasiswa Sambangi DPRD Kota Tasikmalaya: Usut Dugaan “Money Politic”

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Negeri (Kompeni) mendatangi Kantor DPRD Kota Tasikmalaya pada Rabu (11/12/2024) siang. Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut klarifikasi terkait dugaan keterlibatan sejumlah anggota DPRD dalam praktik money politic pada Pilkada 2024.

    Mahasiswa mendesak agar DPRD transparan terhadap dugaan tersebut, setelah beredarnya dokumen berbentuk PDF yang mencantumkan nama-nama anggota DPRD Kota Tasikmalaya.

    Dokumen tersebut berisi sekitar 50 halaman, dengan informasi yang menyebut sejumlah anggota DPRD diduga terlibat sebagai pelaku distribusi materi politik hingga ke tingkat TPS melalui koordinator lapangan (korlap).

    Koordinator Kompeni, Dion Fahruroji, menjelaskan bahwa audiensi ini dilakukan untuk mengonfirmasi kebenaran data yang beredar. Ia menyayangkan jika dugaan tersebut terbukti benar, mengingat anggota DPRD seharusnya menjaga integritas sebagai perwakilan rakyat.

    “Kami sangat menyayangkan jika data itu benar. Anggota DPRD tidak seharusnya terlibat dalam politik uang yang merusak demokrasi,” ungkapnya di hadapan awak media.

    Namun, mahasiswa merasa kecewa karena audiensi tersebut tidak dihadiri oleh mayoritas anggota DPRD. Dari seluruh anggota dewan, hanya dua orang yang hadir, sedangkan yang lain tidak memberikan penjelasan mengenai ketidakhadiran mereka.

    Menurut Dion, hal ini mencerminkan kurangnya keseriusan DPRD dalam menghadapi isu yang menyangkut kepercayaan publik.

    “Kami sangat kecewa. Ini menunjukkan ketidakseriusan DPRD dalam menanggapi persoalan penting seperti ini,” tambahnya.

    Kompeni juga mengungkapkan bahwa laporan terkait dugaan ini telah mereka sampaikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka berharap langkah tersebut dapat mendorong penegakan hukum yang adil dan transparan.

    Mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk mengawal proses ini agar praktik money politic tidak merusak demokrasi di Kota Tasikmalaya.

    Selain itu, Dion menyoroti bahwa keterlibatan anggota DPRD dalam praktik tersebut hanya akan memperburuk citra mereka di mata masyarakat.

    Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa jika dugaan ini benar, kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan semakin menurun.

    “Sangat disayangkan jika anggota DPRD yang seharusnya menjadi contoh malah terlibat hal seperti ini,” tegas Dion.

    Selama audiensi, mahasiswa juga menyampaikan permintaan agar DPRD lebih proaktif dan terbuka dalam memberikan penjelasan.

    Mereka berharap DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat mampu menunjukkan integritas dan tanggung jawab terhadap isu ini. (red)