Tag: Berita Tasikmalaya

  • Pemkab Tasikmalaya: Program Revitalisasi Pendidikan diresmikan

    Pemkab Tasikmalaya: Program Revitalisasi Pendidikan diresmikan

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan, bukan karena angka-angka statistik atau jargon birokrasi, melainkan karena dampaknya yang mulai dirasakan langsung oleh warga. Pada puncak peringatan HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan—sebuah langkah yang diharapkan mampu menjawab persoalan klasik dunia pendidikan: sekolah yang kurang layak, ruang belajar yang tidak nyaman, dan ketimpangan kualitas antarwilayah.

    Acara yang digelar di Lapangan Kecamatan Manonjaya itu bukan sekadar seremoni. Hadirnya Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Atip Latipulhayat, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, serta Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menjadi penanda bahwa program ini tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam arus kebijakan yang lebih besar antara pusat dan daerah.

    Namun bagi warga, yang terpenting bukan siapa yang hadir di panggung, melainkan apa yang berubah di sekolah anak-anak mereka. Program revitalisasi ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak—tiga hal sederhana yang selama ini sering absen di sejumlah satuan pendidikan, terutama di wilayah pinggiran.

    Sekolah Lebih Layak, Orang Tua Lebih Tenang

    Dalam beberapa tahun terakhir, isu pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kerap berkutat pada masalah infrastruktur. Ruang kelas dengan atap bocor, lantai rusak, hingga fasilitas sanitasi yang jauh dari standar masih ditemui di sejumlah sekolah. Program revitalisasi pendidikan diharapkan menjadi jawaban konkret atas persoalan tersebut.

    Bupati Tasikmalaya menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Pernyataan ini menemukan relevansinya ketika pemerintah daerah tidak hanya berbicara, tetapi juga mulai bergerak melalui program yang menyentuh kebutuhan paling dasar sekolah. Bagi orang tua, sekolah yang aman berarti rasa tenang ketika melepas anak belajar. Tidak ada lagi kekhawatiran anak kehujanan di dalam kelas atau belajar dalam kondisi yang membahayakan.

    Dari sisi guru, revitalisasi sekolah juga berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Lingkungan belajar yang nyaman memberi ruang bagi guru untuk fokus mengajar, bukan sibuk mengatasi persoalan teknis gedung. Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, dalam konteks ini, tidak lagi sekadar mengejar angka partisipasi, tetapi mulai menyentuh kualitas proses belajar-mengajar itu sendiri.

    Dimulai dari Akar, Menyentuh Hingga Desa

    Salah satu pesan penting dari kegiatan ini terlihat saat rombongan meninjau TK Mawar Desa Cihaur. Langkah ini menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan tidak hanya menyasar sekolah besar atau kawasan perkotaan, tetapi dimulai dari pendidikan usia dini di desa. Sebuah sinyal bahwa anak-anak di wilayah pinggiran tidak boleh tertinggal sejak langkah pertama mereka mengenal dunia belajar.

    Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung kebijakan nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah agar pemerataan kualitas pendidikan benar-benar terwujud, bukan hanya menjadi slogan tahunan.

    Bagi warga Tasikmalaya, sinergi itu akan terasa nyata jika sekolah-sekolah di kecamatan dan desa mendapat perlakuan yang sama dengan sekolah di pusat kota. Harapannya sederhana: anak-anak di Manonjaya, Cihaur, atau kecamatan lain memiliki kesempatan belajar yang setara dengan anak-anak di wilayah yang lebih maju.

    Program revitalisasi pendidikan ini juga membawa harapan baru bagi para guru. Peran guru diharapkan semakin diperkuat, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai aktor utama peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, pada akhirnya, bukan hanya soal bangunan yang diperbaiki, tetapi tentang masa depan generasi yang dibentuk di dalamnya.

    Jika program ini konsisten dijalankan dan diawasi, warga akan menilai sendiri dampaknya. Sebab pendidikan yang baik tidak perlu terlalu banyak pidato. Ia cukup hadir dalam bentuk sekolah yang layak, guru yang didukung, dan anak-anak yang pulang dengan cerita belajar—bukan keluhan tentang ruang kelas yang tak ramah. (red)

  • Pemkab Tasikmalaya: Revitalisasi Sekolah siap dimulai Bertahap mulai Tahun ini.

    Pemkab Tasikmalaya: Revitalisasi Sekolah siap dimulai Bertahap mulai Tahun ini.

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAUpaya perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya memasuki tahap penting tahun ini. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan bahwa sebanyak 54 sekolah rusak di Tasikmalaya akan direvitalisasi secara bertahap, termasuk SDN Curugtelu yang sempat viral karena kondisi bangunannya yang mengkhawatirkan. Program perbaikan ini menjadi harapan baru bagi ribuan siswa yang selama ini belajar di ruang kelas yang tidak lagi layak.

    Kepastian revitalisasi disampaikan oleh Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Solihin. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan fisik sebagian sekolah akan dimulai pada November 2025. Langkah ini sekaligus merespons tingginya keresahan masyarakat yang menginginkan fasilitas pendidikan di wilayahnya segera diperbaiki. Pemerintah menegaskan bahwa daftar 54 sekolah tersebut telah ditetapkan sebagai prioritas utama, terutama yang bangunannya memiliki risiko membahayakan proses kegiatan belajar mengajar.

    Dimulai November, Revitalisasi Beri Harapan Baru bagi Orang Tua dan Siswa

    Program perbaikan sekolah rusak di Tasikmalaya ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat, terlebih bagi orang tua murid yang selama ini cemas terhadap keselamatan anak-anak mereka. Banyak dari bangunan sekolah itu mengalami kerusakan berat akibat faktor usia maupun bencana alam, sehingga tidak lagi memenuhi standar keamanan.

    Menurut Ahmad Solihin, revitalisasi tidak hanya mencakup perbaikan ruang kelas, tetapi juga fasilitas penting lainnya yang mendukung proses belajar, seperti ruang guru atau perpustakaan. SDN Curugtelu, salah satu sekolah yang ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu, dipastikan masuk dalam daftar prioritas. Pemerintah berharap kehadiran bangunan baru nantinya dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga sekolah.

    Komunikasi Pemerintah Daerah dan Pusat Berjalan Cepat

    Sebelumnya, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengungkapkan bahwa percepatan revitalisasi sekolah rusak di Tasikmalaya merupakan hasil komunikasi intensif dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui koordinasi tersebut, pemerintah pusat menyetujui pelaksanaan konstruksi yang dijadwalkan mulai minggu kedua November 2025.

    Bupati menilai bahwa lingkungan sekolah yang nyaman akan berdampak besar pada perkembangan anak. Ketika ruang belajar aman dan layak, siswa dapat belajar dengan tenang dan guru dapat mengajar tanpa rasa khawatir terhadap kondisi bangunan. Dengan demikian, revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisik sekolah, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan generasi muda di Tasikmalaya.

    Masyarakat berharap proyek ini berjalan lancar agar puluhan sekolah yang selama ini rusak dapat segera digunakan kembali. Pemerintah daerah yakin, pendidikan yang difasilitasi dengan sarana yang baik akan membentuk generasi penerus yang kuat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan. (red)

  • Kang Dedi Mulyadi turut meriahkan Perayaan HUT Ke-24 Kota Tasikmalaya

    Kang Dedi Mulyadi turut meriahkan Perayaan HUT Ke-24 Kota Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYARibuan warga memadati kawasan eks Terminal Cilembang, Jumat (17/10/2025) malam. Mereka datang dari berbagai penjuru Kota Tasikmalaya — bahkan dari luar kota — untuk menyaksikan langsung Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang hadir dalam peringatan HUT ke-24 Kota Tasikmalaya bertajuk “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga.”

    Kehadiran Gubernur Jawa Barat itu membuat suasana semakin meriah. Warga bersorak dan berebut bersalaman saat KDM naik ke panggung utama. Ia menyalami penonton satu per satu dengan gaya khasnya yang santai, penuh canda, dan tanpa jarak.


    KDM Tampil Santai, Sapa Warga dengan Guyonan

    Dalam sambutannya, KDM menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah rakyat, bukan di balik meja kantor.

    “Kalau rakyat sudah bahagia, berarti pemerintahnya benar. Kita harus jadi pemimpin yang bisa diajak ngobrol, bukan yang susah ditemui,” ujarnya disambut tepuk tangan panjang.

    KDM menghibur warga dengan guyonan khasnya tentang kehidupan masyarakat Tasikmalaya yang religius dan kreatif. Ia beberapa kali turun dari panggung untuk menyapa pedagang kecil di sekitar area acara.

    Melalui “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga”Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Tasikmalaya menghadirkan hiburan rakyat sekaligus pelayanan publik langsung di tengah masyarakat.


    Tak Hanya Warga Kota, Penonton Datang dari Luar Daerah

    Antusiasme masyarakat pada malam puncak HUT ke-24 tidak hanya berasal dari warga Kota Tasikmalaya. Banyak penonton yang rela menempuh perjalanan jauh demi melihat langsung sosok Kang Dedi.

    Dedi (56), warga Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, datang bersama keluarga besarnya. Ia sudah tiba di lokasi sejak sore agar mendapat tempat strategis di dekat panggung utama.

    “Saya bawa istri, anak, bahkan cucu. Kami ingin lihat langsung Kang Dedi. Kalau di TV sering, tapi lihat langsung lebih seru,” ujarnya sambil tertawa.

    Dari arah CiamisIbu Sri (38) datang bersama dua sepupunya. Ia menempuh perjalanan lebih dari satu jam demi bisa menyaksikan kehadiran KDM.

    “Kami sengaja ke sini cuma buat lihat Kang Dedi. Katanya acara ramai dan penuh hiburan, ternyata betul banget,” katanya antusias.

    Kehadiran warga dari luar daerah menunjukkan besarnya magnet sosok KDM dan daya tarik Tasikmalaya sebagai kota yang ramah dan terbuka.


    Pertunjukan Seni dan Pesta Rakyat Warnai Malam HUT ke-24

    Malam puncak HUT ke-24 Kota Tasikmalaya menampilkan berbagai kesenian tradisional Sunda, musik rakyat, dan tari kreasi.
    Warga juga menikmati layanan gratis dari sejumlah instansi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembuatan dokumen kependudukan, hingga bazar UMKM lokal yang ramai pengunjung.

    Petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub, dan Kepolisian mengatur lalu lintas dengan tertib, sehingga ribuan penonton tetap merasa aman dan nyaman selama acara berlangsung.


    Tema “Santun” Jadi Pesan Utama Hari Jadi Kota Tasikmalaya

    Pemerintah Kota Tasikmalaya mengusung tema “Santun” — singkatan dari Selalu Ada, Nyaman, Tulus, Unggul. Tema ini mencerminkan semangat baru dalam membangun kota yang berdaya saing dan berkarakter.

    Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama Wakil Wali Kota Diky Chandra hadir mendampingi masyarakat. Mereka berdua menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan dalam kesuksesan perayaan tersebut.

    “Tasikmalaya bukan hanya kota religius, tapi juga kreatif dan santun. Semoga semangat ini terus tumbuh bersama masyarakat,” kata Viman.


    Malam yang Sulit Dilupakan

    Kemeriahan malam HUT ke-24 Kota Tasikmalaya membuktikan kuatnya semangat kebersamaan warga.
    Kehadiran KDM tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga memperlihatkan kedekatan pemerintah dengan rakyatnya.

    Sorak-sorai warga yang bertahan hingga acara berakhir menggambarkan bahwa malam itu bukan sekadar pesta ulang tahun kota, melainkan pesta kebanggaan warga Tasikmalaya dan sekitarnya. (red)

  • Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya Resmi dibuka

    Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya Resmi dibuka

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya membuka Sekolah Rakyat di Tasikmalaya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara peresmian berlangsung di eks SDN Rahayu, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Selasa (7/10/2025).

    Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan hadir langsung dalam acara tersebut. Keduanya menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi hak semua anak, bukan hanya bagi mereka yang mampu.


    Sekolah Rakyat Jadi Model Pendidikan Inklusif

    Program Sekolah Rakyat di Tasikmalaya menggunakan model Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 dengan tiga rombongan belajar: dua rombongan tingkat SMP dan satu rombongan tingkat SD. Sebanyak 75 siswa sudah memulai kegiatan belajar di sekolah tersebut.

    Seluruh siswa memperoleh fasilitas lengkap, mulai dari tempat tinggal, makan, hingga perlengkapan belajar secara gratis. Sistem asrama penuh memberi ruang bagi anak-anak untuk fokus belajar tanpa beban ekonomi.

    Wali Kota Viman menyebut Sekolah Rakyat sebagai hadiah istimewa pada Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya. Ia menegaskan, sekolah ini bukan proyek seremonial, melainkan langkah nyata untuk mencegah anak Tasikmalaya putus sekolah.

    “Sekolah rakyat menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan. Ini tempat menata masa depan, bukan sekadar ruang kelas,” ujar Viman.

    Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare di Tamansari untuk pengembangan jangka panjang. Langkah ini bertujuan menampung lebih banyak siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif.


    Kisah dan Harapan dari Para Siswa

    Banyak anak kini mendapatkan kesempatan baru melalui Sekolah Rakyat di Tasikmalaya. Salah satunya, SL, remaja dari Kelurahan Gunung Gede. Ia sempat berhenti sekolah karena membantu orang tua di warung, tetapi kini bisa kembali belajar.

    “Saya senang bisa sekolah lagi. Semua kebutuhan sudah disediakan di sini, jadi saya bisa fokus,” kata SL.

    DF, siswi lain, pernah mengalami perundungan di sekolah sebelumnya. Ia sempat kehilangan semangat belajar, tetapi dukungan dari keluarga dan guru membantunya pulih. Kini, ia kembali berani bermimpi.

    Cerita para siswa ini memperlihatkan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, melainkan juga ruang untuk memulihkan harapan dan semangat anak-anak.

    Wakil Gubernur Erwan Setiawan menilai program ini sejalan dengan visi pendidikan karakter yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Pendidikan tidak berhenti pada ilmu pengetahuan. Ia juga membentuk akhlak dan moral. Sekolah rakyat menjadi wadah yang tepat untuk itu,” ujarnya.


    Langkah Lanjutan dan Dukungan Pemerintah

    Program Sekolah Rakyat di Tasikmalaya terus berkembang. Pemerintah Kota menambah tenaga pendidik, memperbaiki fasilitas belajar, dan memperluas kolaborasi dengan lembaga pendidikan lain agar sekolah ini berkelanjutan.

    Viman menegaskan komitmennya menjadikan Sekolah Rakyat sebagai contoh bagi daerah lain. Ia menargetkan model ini bisa diterapkan di seluruh kecamatan di Tasikmalaya dan wilayah lain di Jawa Barat.

    Pemerintah Provinsi juga menyiapkan program beasiswa untuk siswa berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

    Hadirnya Sekolah Rakyat di Tasikmalaya membuktikan bahwa pemerintah serius menegakkan prinsip pendidikan untuk semua. Sekolah ini bukan sekadar simbol, tetapi langkah konkret untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (red)

  • Kota Tasikmalaya: Kepala Dinas Sosial Islah

    Kota Tasikmalaya: Kepala Dinas Sosial Islah

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAProses Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Islah dengan warga Panglayungan berakhir positif setelah Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, turut memediasi kedua pihak. Informasi mengenai proses islah ini tersedia di website resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Seusai islah, Kadinsos Kota Tasikmalaya terlihat legowo menerima kesalahan. Selain menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, dengan besar hati, ia juga akan menerima jika harus mendapatkan sanksi atas perbuatannya.

    Namun meski begitu, Imam Fauzi, Ketua Generasi Muda Merah Putih (GMMP), menekankan bahwa langkah islah harus benar-benar diikuti dengan perubahan sikap.

    Dalam pernyataannya kepada redaksi pada Jumat (19/09/2025), Imam menegaskan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa yang sempat menimbulkan ketegangan tersebut. “Alhamdulillah kami mengapresiasi sekali baik langkah Pemkot Tasikmalaya, maupun Kadinsos Kota Tasikmalaya. Kami berharap, ini cerita terakhir tentang sosok Kadinsos Kota Tasikmalaya yang dikenal temperamen. Semoga menjelang akhir jabatan, citra ini bisa dirubah, sehingga jejaknya juga bisa lebih baik,” ujarnya.

    Harus Mengedepankan Empati

    Menurut Imam, peristiwa ini harus dijadikan pelajaran tidak hanya bagi Kadinsos, tetapi juga bagi seluruh pemangku jabatan di Kota Tasikmalaya. Ia menekankan bahwa seorang pejabat publik dituntut memiliki empati tinggi terhadap masyarakat. “Pejabat itu harus punya empatik. Kenapa? Karena pejabat itu tidak mengalami hal yang dialami oleh rakyat jelata,” tegasnya.

    Imam mencontohkan, dalam persoalan bantuan sosial (bansos). “Warga tahu kok, sering kali ada masalah data yang memang harus divalidasi. Namun, ketika rakyat menyampaikan keluhannya, pejabat harus bisa memahami situasi dengan penuh empati. Saat rakyat dan pejabat bertemu, jangan pernah lupa, rakyat itu mengalami dampak dari faktor tersebut. Mereka mengalami dampak langsung. Sementara pejabat kan tidak mengalami. Hidup mereka lebih nyaman. Jadi kalau rakyat marah, wajar karena memang mereka terdampak langsung. Pejabat yang tidak ikut-ikutan terdampak langsung sangat tak pantas jika ikut-ikutan marah,” jelas Imam.

    Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran pejabat tentang asal-usul anggaran negara. Menurutnya, lebih dari 80 persen APBN maupun APBD bersumber dari rakyat, termasuk gaji dan tunjangan besar yang diterima para pejabat. “Kita hidup di negara yang 80% lebih angarannya masih bergantung pada pajak rakyat. Gaji dan tunjangan puluhan juta rupiah yang diterima oleh para kepala SKPD itu dari rakyat. Tolong jaga empati untuk rakyat,” tegasnya lagi.

    Imam menilai, apabila pejabat mampu menempatkan diri dengan rendah hati, memahami kondisi masyarakat, dan menjaga komunikasi yang baik, citra pemerintah kota akan lebih positif di mata publik. “Islah bukan hanya soal berdamai, tapi tentang perubahan perilaku. Kalau pejabat bisa menahan diri dan mengutamakan empati, konflik seperti ini tidak perlu terjadi lagi,” tambahnya.

    Pernyataan Imam Fauzi memperlihatkan bahwa meski proses Kadinsos Kota Tasikmalaya Islah sudah berjalan, publik tetap menunggu tindak lanjut berupa perubahan sikap nyata. Harapan besar kini tertuju pada pemkot dan pejabat terkait agar momentum ini tidak sekadar menjadi catatan insiden, melainkan titik balik menuju pemerintahan yang lebih humanis dan berorientasi pada kepentingan rakyat. (red)

  • Puluhan Pelajar Penyusup Aksi Demo berhasil diamankan POLRES Tasikmalaya

    Puluhan Pelajar Penyusup Aksi Demo berhasil diamankan POLRES Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPolres Tasikmalaya mengamankan puluhan pelajar yang diduga menyusup aksi ojol di Kota Tasikmalaya, Senin 1 September 2025. Para pelajar itu mencoba memicu kericuhan dengan membakar ban di depan Gedung DPRD. Berkat tindakan cepat aparat, situasi bisa terkendali. Polisi menyebut pelajar tersebut tergabung dalam grup media sosial berisi ajakan anarkis.

    Polres Tasikmalaya berkomitmen menjaga keamanan dengan menyiagakan penyekatan di perbatasan dan mengimbau masyarakat ikut berperan aktif menjaga kondusivitas.


    Puluhan pelajar diamankan Polres Tasikmalaya usai diduga menyusup ke dalam iring-iringan aksi damai ojek online (ojol) di Kota Tasikmalaya, Senin 1 September 2025. Para pelajar itu mencoba memicu kericuhan dengan membakar ban di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, namun upaya mereka berhasil digagalkan.

    Kapolres Tasikmalaya, AKBP Moh Faruk Rozi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah massa ojol yang tergabung dalam Paguyuban Online Bersatu (POB) Priangan Timur menggelar doa bersama di Mapolres Tasikmalaya, kemudian membubarkan diri dengan tertib. Saat rombongan menuju Jalan RE Martadinata, sekelompok penyusup mendadak melakukan aksi pembakaran ban.

    Aparat kepolisian bersama rekan-rekan ojol langsung bertindak cepat sehingga situasi bisa dikendalikan. “Kami bergerak cepat, aksi anarkis berhasil dicegah, dan Kota Tasikmalaya tetap kondusif,” ucap AKBP Faruk Rozi.

    Polisi Amankan Lebih dari 20 Pelajar

    Usai insiden, petugas menyisir lokasi sekitar Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Hasilnya, lebih dari 20 pelajar diamankan dan dibawa ke Mapolres Tasikmalaya untuk diperiksa. Menurut keterangan awal, para pelajar itu tergabung dalam grup media sosial yang berisi ajakan melakukan aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum.

    “Sebagian besar masih berstatus pelajar, bahkan ada yang berasal dari luar Kota Tasikmalaya,” jelas Kapolres. Ia menambahkan, temuan ini menguatkan bahwa penyusup tidak berhubungan dengan massa ojol.

    Untuk mencegah terulangnya kejadian, Polres Tasikmalaya menyiagakan penyekatan di sejumlah titik perbatasan kota. Sinergi bersama TNI dan Forkopimda terus dijalankan demi menjaga stabilitas keamanan.

    Seruan Kapolres Tasikmalaya kepada Masyarakat

    AKBP Faruk Rozi mengimbau masyarakat aktif menjaga lingkungan agar tetap aman. Ia meminta warga menghidupkan kembali pos kamling, mengingatkan keluarga agar tidak terprovokasi ajakan anarkis, serta mendukung aparat keamanan.

    “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat supaya Polres Tasikmalaya bisa terus menjaga keamanan, sehingga Kota Tasikmalaya tetap kondusif dan bebas dari tindakan kriminal,” pungkasnya. (red)

  • Kronologis Demo Ricuh di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

    Kronologis Demo Ricuh di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAKetua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya, Dhani Tardiwan Noor, mengeluarkan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk tetap menjaga diri dan bertindak bijak menyikapi situasi pasca aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini di DPRD Kota Tasikmalaya. Aksi tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan kerusakan pada gedung DPRD setempat.

    Dhani mengingatkan bahwa pemuda adalah garda terdepan dalam memperjuangkan kebaikan bersama, tetapi harus dengan cara yang santun dan menghormati hukum. “Pemuda harus kritis, melek politik, dan tidak boleh diam ketika ada kedzaliman, tapi tetap harus dengan fikiran dan hati yang tenang. Pemuda harus mengedepankan intelektualitas, bukan sekadar fisik belaka,” ujar Dhani.

    Sebagai Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhani yakin bahwa pemuda di Kota Tasikmalaya, khususnya yang tergabung dalam wadah organisasi kepemudaan di bawah KNPI, tidak akan pernah rela tanah kelahirannya dirusak oleh siapapun. “Pemuda siap berada di garda terdepan selama untuk memperjuangkan kebaikan bersama, demi kepentingan rakyat banyak,” tegas Dhani.

    Namun, Dhani juga menekankan pentingnya pendekatan yang tidak bertentangan dengan hukum dan tidak menciderai kepentingan publik. “Kami tidak pernah takut dengan siapapun, tapi pastikan kita berada di pihak yang benar dan menempuh cara-cara yang tidak bertentangan dengan hukum,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Dhani juga mengimbau agar aparat dan pejabat tidak menutup diri. “Semakin menutup diri, semakin memicu amarah. Jangan biarkan ketidakpastian memicu reaksi yang tidak diinginkan,” tuturnya.

    Terkait insiden yang melibatkan driver ojol Affan Kurniawan, Dhani menyatakan, “Posisi kami sudah tegas dan jelas sejak terjadinya insiden yang menimpa driver ojol Affan Kurniawan. Publikasi sudah kami sebar atas nama KNPI Kota Tasikmalaya, agar kasus tersebut diusut tuntas. Tapi bukan berarti kita harus merusak di kampung halaman sendiri.”

    Demo Ricuh, ada yang Menunggangi?

    Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pihak-pihak yang menumpangi aksi unjuk rasa tersebut, Dhani mengaku tidak ingin berspekulasi. Namun, ia menyadari bahwa di negeri ini selalu ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu yang berusaha memecah belah kesatuan bangsa. “Kalaupun ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk membuat gaduh Kota Tasikmalaya, mereka harus siap berhadapan dengan Pemuda Kota Santri,” kata Dhani dengan tegas.

    Dhani kembali mengingatkan pemuda untuk tetap kritis, berani, dan peduli terhadap isu-isu sosial, namun tanpa merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Pemuda harus menjadi agen perubahan yang cerdas dan bertanggung jawab, agar tidak hanya memperjuangkan aspirasi, tetapi juga menjaga ketertiban dan keharmonisan di masyarakat,” pungkasnya.

    Sementara itu, redaksi berhasil memperoleh informasi dari pihak DPRD Kota Tasikmalaya. Ternyata, aksi yang berujung ricuh di gedung DPRD tersebut tidak diawali dengan surat pemberitahuan. Meski demikian, saat aksi berlangsung sebenarnya tiga anggota DPRD sudah bersiap turun untuk menemui para pengunjuk rasa. Namun, karena situasi tiba-tiba sangat emosional dan tidak terkendali, ketiga anggota DPRD tersebut memilih untuk menahan diri.

    Kejadian ini tentu saja menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan dialog yang konstruktif dan menghindari tindakan yang merusak ketertiban umum. Kita berharap agar aksi-aksi unjuk rasa ke depan tetap berlangsung dengan damai dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. (red)

  • Upacara Unik Peringatan HUT RI di Tasikmalaya

    Upacara Unik Peringatan HUT RI di Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAKampung Lewosari di Tasikmalaya menggelar upacara unik HUT RI ke-80 di area bekas persawahan. Warga dari lima RT hadir dengan antusias, membuktikan bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh di mana saja. Dengan suasana alami dan penuh gotong royong, kegiatan ini jadi simbol persatuan sekaligus refleksi kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya merdeka secara ekonomi.

    Tokoh lokal berharap momen ini mendorong RW lain melakukan hal serupa. Upacara unik HUT ini menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan secara sederhana namun tetap bermakna mendalam.

    Dari Sawah ke Panggung Nasionalisme

    Sejak fajar menyingsing, suasana di Kampung Lewosari berubah menjadi lautan semangat merah putih. Ratusan warga tumpah ruah ke hamparan tanah bekas sawah, tempat pelaksanaan upacara unik HUT RI ke-80. Tepat pukul 06.30 WIB, warga dari RT 01 hingga 05 membentuk barisan yang tertib dan serasi.

    Anak-anak hingga lansia berbaur dalam formasi barisan, menunjukkan betapa kuatnya ikatan kebangsaan yang melewati batas usia. Pemandangan langit cerah dan padang padi yang menghijau semakin menambah kekhidmatan suasana. Lagu kebangsaan berkumandang, bendera merah putih pun berkibar dengan gagah.

    Normansyah, tokoh masyarakat yang juga Ketua Forum Lewosari Bersatu, mendapat amanat membacakan teks proklamasi. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan warga dalam menyelenggarakan upacara unik HUT RI ini untuk pertama kalinya.

    “Ini sejarah bagi RW kami. Walau sederhana, semangatnya luar biasa. Semua warga terlibat tanpa pandang usia atau latar belakang,” ucapnya. Ia juga menambahkan bahwa sebagian warga terakhir kali mengikuti upacara saat masih di bangku sekolah, sehingga pengalaman ini membangkitkan kembali rasa cinta tanah air yang sempat terpendam.


    Gotong Royong sebagai Pondasi

    Deden Mulyadi, Ketua RW 08 yang juga bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa acara ini bukan hasil dari anggaran besar, melainkan buah dari gotong royong yang tulus. Seluruh warga bahu-membahu sejak jauh hari mempersiapkan lokasi dan jalannya acara.

    Ia berharap kegiatan seperti upacara unik HUT ini dapat menginspirasi lingkungan RW lainnya untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Namun, Deden juga menyuarakan realita yang belum tersentuh: masih banyak warga yang belum merdeka secara ekonomi.

    “Selama masih ada yang tak punya pekerjaan atau hidup dalam kesulitan, tugas kita belum selesai,” tegasnya.

    Meski sederhana, upacara unik HUT RI ini telah menunjukkan bahwa nasionalisme tidak harus berpusat di kota, tidak harus mewah, dan tidak harus formal. Di tanah sawah yang basah, rakyat kecil bersuara lantang, mengangkat makna kemerdekaan yang sejati. (red)

  • Gotong Royong Warga Tasikmalaya jelang HUT RI ke-80

    Gotong Royong Warga Tasikmalaya jelang HUT RI ke-80

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAWarga Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut HUT RI ke-80. Berbagai dekorasi merah putih dan lomba tradisional menjadi bukti kecintaan mereka terhadap tanah air, mempererat persatuan antarwarga.

    Semangat Gotong Royong di Kota Tasikmalaya Sambut HUT RI ke-80

    Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia kembali menggugah semangat gotong royong di Kota Tasikmalaya. Warga dari berbagai wilayah kota mulai menghias lingkungan mereka dengan aneka ornamen bernuansa merah putih, menciptakan suasana yang penuh semangat nasionalisme. Di RT 02 RW 01 Perumahan Bumi Asri Dirgantara, Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, kegiatan tersebut terlihat sangat antusias.

    Warga dari segala usia, baik laki-laki, perempuan, maupun pemuda, ikut serta dalam kegiatan menghias kampung ini. Dekorasi seperti bendera merah putih, umbul-umbul, lampion, lampu hias, dan pengecatan jalanan menghiasi berbagai sudut, menjadikan kawasan tersebut tampak meriah dan berwarna.

    Ujang, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kecintaan mereka terhadap tanah air dalam menyambut momen kemerdekaan. “Kami bergotong royong menghias kampung, memasang bendera dan berbagai hiasan lainnya,” kata Ujang saat ditemui, Rabu 7 Agustus 2025.

    Menurut Ujang, semangat gotong royong adalah kunci utama dalam menciptakan suasana harmonis dan penuh kebersamaan di lingkungan mereka. “Dengan semangat gotong royong, kami dapat menciptakan kampung yang meriah dan penuh kebersamaan,” tambahnya.

    Senada dengan Ujang, H. Ulpi, warga lainnya, menilai kegiatan ini lebih dari sekadar memperindah lingkungan, melainkan juga mempererat hubungan antarwarga. “Ini bukan hanya soal hiasan, tapi juga tentang kebersamaan. Momen ini penting untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong,” ungkap H. Ulpi.

    Selain menghias lingkungan, pemuda Karang Taruna setempat juga mempersiapkan berbagai lomba tradisional untuk semakin memeriahkan perayaan HUT RI ke-80. “Karang Taruna akan menggelar perlombaan untuk meriahkan Hari Kemerdekaan,” tambah H. Ulpi.

    Semangat gotong royong tak hanya tampak di Perumahan Bumi Asri Dirgantara, namun juga merata di berbagai wilayah lain di Kota Tasikmalaya. Di Jalan Lewidahu, Panunggal, Cipedes, dan sejumlah kawasan lainnya, dekorasi merah putih semakin mempercantik jalan-jalan kota.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum yang penting untuk memperkuat rasa persatuan dan mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat. (red)

  • Puluhan Jabatan Kosong, Pemkot Tasikmalaya masih menunggu Rekomendasi

    Puluhan Jabatan Kosong, Pemkot Tasikmalaya masih menunggu Rekomendasi

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri untuk mempercepat pengisian jabatan kosong sebanyak 70 posisi di birokrasi. Sekda Asep Goparullah menyebut pengisian ini penting demi efektivitas layanan publik dan kesinambungan program.

    Proses sudah diajukan ke BKN dan Pemprov Jabar. Jika disetujui, eksekusi segera dilakukan. Harapannya, seluruh jenjang eselon bisa terisi secara serentak agar kinerja pemerintahan tetap optimal dan tidak terganggu kekosongan struktural.

    70 Jabatan Kosong Tunggu Restu Kemendagri

    Sekitar 70 kursi kosong di birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya, mulai dari jabatan eselon II hingga IV, masih belum terisi. Jabatan tersebut mencakup posisi strategis seperti kepala dinas, kepala bidang, hingga kepala seksi. Proses pengisian jabatan kosong ini saat ini tengah menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparullah, M.Pd., menyatakan bahwa usulan pengisian jabatan telah dikirimkan ke instansi terkait. Kini, pihaknya hanya bisa menunggu keluarnya rekomendasi dari Kemendagri sebagai dasar pelaksanaan.

    “Mudah-mudahan segera ada kepastian. Kita tidak tahu apakah besok atau lusa rekomendasinya turun,” ujarnya kepada awak media, Kamis, 24 Juli 2025.

    Asep menekankan pentingnya percepatan pengisian jabatan kosong demi menjaga kelangsungan pelayanan publik. Menurutnya, jabatan yang tak kunjung terisi dapat menghambat pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah kota.

    “Begitu rekomendasi turun, kita langsung eksekusi sesuai skema yang telah disusun,” lanjutnya.

    Sejalan dengan itu, pengajuan promosi, rotasi, dan mutasi pegawai telah disampaikan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Asep optimis, proses ini bisa rampung dalam dua pekan. Bahkan, jika memungkinkan, penyelesaiannya bisa lebih cepat.

    “Surat dari provinsi sudah diteruskan ke kementerian. Kita tinggal menunggu arahan lanjutan,” jelasnya.

    Mengenai teknis pelaksanaan, Asep belum bisa memastikan apakah pengisian dilakukan serentak atau bertahap. Namun, ia berharap semua jenjang eselon—baik II, III, maupun IV—dapat diisi dalam satu kali proses.

    “Kalau bisa sekaligus, tentu lebih efisien. Tapi semuanya tetap menunggu petunjuk dari Kemendagri,” pungkasnya