Tag: Polres Tasikmalaya

  • Jelang Lebaran, Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya Digelar

    Jelang Lebaran, Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya Digelar

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya mulai memperkuat pengamanan menjelang arus mudik Lebaran 2026 melalui Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya yang digelar di halaman Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (12/3/2026).

    Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan sebagai bentuk kesiapan aparat dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur Idulfitri.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, serta berbagai unsur terkait untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.


    Fokus Operasi Ketupat Lodaya

    Selain pengamanan jalur mudik, aparat gabungan juga akan memfokuskan pengawasan di sejumlah titik yang diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.

    Beberapa lokasi yang menjadi perhatian dalam Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya antara lain:

    • jalur utama mudik
    • tempat ibadah
    • pusat perbelanjaan
    • objek wisata
    • kawasan strategis lainnya

    Peningkatan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman serta nyaman.


    Aparat Gabungan Disiagakan Selama Masa Lebaran

    Melalui pelaksanaan Apel ini, pemerintah berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama masa libur Lebaran.

    Operasi ini melibatkan berbagai unsur aparat gabungan yang akan bertugas melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga pengawasan di sejumlah lokasi keramaian.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang biasanya meningkat saat periode mudik dan libur panjang.


    Antisipasi Lonjakan Aktivitas Masyarakat

    Setiap tahun, periode Lebaran selalu diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan mudik maupun aktivitas wisata.

    Karena itu, Operasi ini juga menjadi momentum penting bagi aparat untuk memastikan kesiapan personel, strategi pengamanan, serta koordinasi lintas instansi.

    Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan rasa aman, tertib, dan lancar.

    Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya Tandai Kesiapan Pengamanan Mudik

    Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai memperkuat pengamanan menjelang arus mudik Lebaran 2026 melalui Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya yang digelar di halaman Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (12/3/2026).

    Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan sebagai bentuk kesiapan aparat dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur Idulfitri.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, serta berbagai unsur terkait untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.


    Fokus Pengamanan Jalur Mudik dan Titik Keramaian

    Selain pengamanan jalur mudik, aparat gabungan juga akan memfokuskan pengawasan di sejumlah titik yang diperkirakan mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.

    Beberapa lokasi yang menjadi perhatian dalam Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya antara lain:

    • jalur utama mudik
    • tempat ibadah
    • pusat perbelanjaan
    • objek wisata
    • kawasan strategis lainnya

    Peningkatan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman serta nyaman.


    Aparat Gabungan Disiagakan Selama Masa Lebaran

    Melalui pelaksanaan Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya, pemerintah berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama masa libur Lebaran.

    Operasi ini melibatkan berbagai unsur aparat gabungan yang akan bertugas melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga pengawasan di sejumlah lokasi keramaian.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang biasanya meningkat saat periode mudik dan libur panjang.


    Antisipasi Lonjakan Aktivitas Masyarakat

    Setiap tahun, periode Lebaran selalu diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan mudik maupun aktivitas wisata.

    Karena itu, Apel Operasi Ketupat Lodaya Kota Tasikmalaya menjadi momentum penting bagi aparat untuk memastikan kesiapan personel, strategi pengamanan, serta koordinasi lintas instansi.

    Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan rasa aman, tertib, dan lancar. (red)

  • Kota Tasikmalaya: Dugaan Oknum ASN Main Proyek Sekolah

    Kota Tasikmalaya: Dugaan Oknum ASN Main Proyek Sekolah

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA Kasus dugaan penipuan proyek revitalisasi sekolah yang menyeret seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kota Tasikmalaya mulai mengungkap pola yang patut dicermati. Seorang pengusaha asal Bandung, Hadian Suhendik, melaporkan RS, ASN aktif di salah satu kecamatan, ke Polres Tasikmalaya Kota setelah mengaku merugi hingga Rp477 juta.

    Laporan tersebut tercatat dalam LP/B/45/I/2026/SPKT/Polres Tasikmalaya Kota/Polda Jawa Barat tertanggal 22 Januari 2026. Di balik angka kerugian ratusan juta rupiah, muncul dugaan skema sistematis yang mengandalkan legitimasi lapangan, permintaan fee awal, serta penggunaan status ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya sebagai pembangun kepercayaan.

    Pola Fee Awal 20 Persen: Dalih Administrasi Proyek

    Menurut keterangan korban, pola awal dimulai dari penawaran proyek revitalisasi dua sekolah dengan nilai total sekitar Rp2,5 miliar. Dalam tahap awal, terlapor meminta dana sekitar 20 persen dari nilai pekerjaan dengan dalih biaya pembuatan gambar teknis dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

    Permintaan fee awal ini disebut sebagai syarat administratif agar proyek dapat segera berjalan. Dana tersebut diserahkan pada 22 November 2025, setelah korban diyakinkan bahwa proyek telah siap dieksekusi.

    “Kami diminta dana untuk gambar dan RAB. Katanya ini hal wajar dan proyek harus segera dikerjakan,” ujar Hadian.

    Legitimasi Lewat Kunjungan Langsung ke Sekolah

    Kepercayaan korban disebut semakin menguat setelah terlapor mengajak tim meninjau langsung sekolah yang akan direvitalisasi. Kunjungan lapangan ini menjadi elemen penting yang memberi kesan proyek tersebut benar-benar nyata.

    Tak hanya itu, korban mengaku kontrak pekerjaan bahkan ditandatangani di lokasi sekolah. Proses tersebut memperkuat keyakinan bahwa proyek sudah mendapat restu dan anggaran tersedia.

    “Semua terlihat resmi. Kami datang ke sekolah, ada pembahasan teknis, bahkan kontrak ditandatangani di tempat,” kata Hadian.

    Status ASN sebagai Trust Builder

    Dalam proses komunikasi, RS diketahui berstatus ASN aktif. Korban menilai posisi ini menjadi faktor utama yang membangun rasa aman dan kepercayaan. Terlebih, terlapor juga disebut mengaku pernah berdinas di instansi teknis yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

    Kombinasi antara status ASN, narasi proyek pemerintah, serta aktivitas lapangan dinilai menjadi “trust builder” yang membuat korban yakin untuk menyerahkan dana dalam jumlah besar.

    Namun, sejak akhir November 2025, proyek tak kunjung berjalan. Komunikasi dengan terlapor juga semakin sulit, hingga akhirnya korban memilih menempuh jalur hukum.

    Klaim Hanya Perantara, Muncul Dugaan Aktor Lain

    Saat dikonfirmasi, RS membantah sebagai aktor utama. Ia mengklaim hanya menjadi perantara antara korban dan seseorang asal Cianjur yang disebut sebagai penerima dana.

    “Uangnya masuk ke orang lain, bukan ke saya. Saya hanya perantara,” kata RS.

    RS juga menyatakan dirinya turut menjadi korban karena proyek dijanjikan akan cair pada Desember 2025, namun hingga kini tidak pernah terealisasi.

    Meski demikian, korban menilai peran RS tetap krusial karena seluruh proses awal, komunikasi, hingga legitimasi proyek dilakukan melalui dirinya.

    ASN Aktif dan Pengawasan Birokrasi

    Camat Cibeureum, Rahman, membenarkan bahwa RS merupakan ASN aktif di Kecamatan Cibeureum dan baru bertugas sekitar satu tahun. Fakta ini memperkuat sorotan publik terhadap pengawasan internal birokrasi.

    Kasus dugaan oknum ASN Tasikmalaya main proyek ini kini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum untuk mengurai alur dana, mengungkap aktor-aktor yang terlibat, serta memastikan tidak ada penyalahgunaan status ASN untuk kepentingan pribadi. (red)

  • Puluhan Pelajar Penyusup Aksi Demo berhasil diamankan POLRES Tasikmalaya

    Puluhan Pelajar Penyusup Aksi Demo berhasil diamankan POLRES Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPolres Tasikmalaya mengamankan puluhan pelajar yang diduga menyusup aksi ojol di Kota Tasikmalaya, Senin 1 September 2025. Para pelajar itu mencoba memicu kericuhan dengan membakar ban di depan Gedung DPRD. Berkat tindakan cepat aparat, situasi bisa terkendali. Polisi menyebut pelajar tersebut tergabung dalam grup media sosial berisi ajakan anarkis.

    Polres Tasikmalaya berkomitmen menjaga keamanan dengan menyiagakan penyekatan di perbatasan dan mengimbau masyarakat ikut berperan aktif menjaga kondusivitas.


    Puluhan pelajar diamankan Polres Tasikmalaya usai diduga menyusup ke dalam iring-iringan aksi damai ojek online (ojol) di Kota Tasikmalaya, Senin 1 September 2025. Para pelajar itu mencoba memicu kericuhan dengan membakar ban di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, namun upaya mereka berhasil digagalkan.

    Kapolres Tasikmalaya, AKBP Moh Faruk Rozi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah massa ojol yang tergabung dalam Paguyuban Online Bersatu (POB) Priangan Timur menggelar doa bersama di Mapolres Tasikmalaya, kemudian membubarkan diri dengan tertib. Saat rombongan menuju Jalan RE Martadinata, sekelompok penyusup mendadak melakukan aksi pembakaran ban.

    Aparat kepolisian bersama rekan-rekan ojol langsung bertindak cepat sehingga situasi bisa dikendalikan. “Kami bergerak cepat, aksi anarkis berhasil dicegah, dan Kota Tasikmalaya tetap kondusif,” ucap AKBP Faruk Rozi.

    Polisi Amankan Lebih dari 20 Pelajar

    Usai insiden, petugas menyisir lokasi sekitar Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Hasilnya, lebih dari 20 pelajar diamankan dan dibawa ke Mapolres Tasikmalaya untuk diperiksa. Menurut keterangan awal, para pelajar itu tergabung dalam grup media sosial yang berisi ajakan melakukan aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum.

    “Sebagian besar masih berstatus pelajar, bahkan ada yang berasal dari luar Kota Tasikmalaya,” jelas Kapolres. Ia menambahkan, temuan ini menguatkan bahwa penyusup tidak berhubungan dengan massa ojol.

    Untuk mencegah terulangnya kejadian, Polres Tasikmalaya menyiagakan penyekatan di sejumlah titik perbatasan kota. Sinergi bersama TNI dan Forkopimda terus dijalankan demi menjaga stabilitas keamanan.

    Seruan Kapolres Tasikmalaya kepada Masyarakat

    AKBP Faruk Rozi mengimbau masyarakat aktif menjaga lingkungan agar tetap aman. Ia meminta warga menghidupkan kembali pos kamling, mengingatkan keluarga agar tidak terprovokasi ajakan anarkis, serta mendukung aparat keamanan.

    “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat supaya Polres Tasikmalaya bisa terus menjaga keamanan, sehingga Kota Tasikmalaya tetap kondusif dan bebas dari tindakan kriminal,” pungkasnya. (red)

  • Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 digelar Polres Tasikmalaya Kota

    Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 digelar Polres Tasikmalaya Kota

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA – Hari Bhayangkara ke-79 menjadi momentum penting bagi Polres Tasikmalaya Kota untuk memperkuat sinergitas bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui upacara yang digelar penuh khidmat di halaman Balekota Tasikmalaya, Selasa pagi, 1 Juli 2025.

    Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Diangkat di Upacara Hari Bhayangkara

    Polres Tasikmalaya Kota menandai peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dengan upacara yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Bertempat di halaman Balekota Tasikmalaya, kegiatan ini mengundang berbagai unsur penting yang mewakili kekuatan utama kota—mulai dari jajaran TNI, Polri, Pemerintah Daerah, DPRD, Forkopimda Plus, hingga tokoh-tokoh masyarakat.

    Hadirnya berbagai elemen tersebut memperlihatkan kesatuan langkah dan niat dalam menjaga ketertiban serta keamanan wilayah. Dalam suasana yang penuh semangat kebangsaan, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, memimpin langsung jalannya upacara dengan ketegasan dan wibawa.

    Setelah prosesi berlangsung, AKBP Faruk menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa Polri harus terus memperkuat komitmennya untuk hadir melayani masyarakat secara utuh.

    “Hari ini, kami bersatu dalam satu barisan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Kebersamaan kami dengan Forkopimda, TNI, dan masyarakat mencerminkan kekompakan dalam menjaga keamanan,” ujar Faruk kepada para wartawan.

    Kapolres juga menegaskan harapannya agar Polri bisa semakin profesional, humanis, dan dekat dengan rakyat. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa diraih dengan sikap konsisten, kerja nyata, dan pelayanan yang tulus.

    Lebih lanjut, AKBP Faruk menekankan pentingnya menjaga sinergi antara lembaga dan warga. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai fondasi yang menjamin stabilitas keamanan serta menciptakan kondisi yang kondusif.

    “Tanpa sinergi, mustahil tugas menjaga kamtibmas berjalan optimal. Maka, mari kita jaga kekompakan ini,” tuturnya tegas.

    Sebagai penutup, Kapolres memberikan arahan khusus kepada seluruh personel Polres Tasikmalaya Kota untuk terus meningkatkan kemampuan dan integritas pribadi. Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadi sosok Bhayangkara sejati yang selalu siap hadir untuk masyarakat.

    “Saya harap rekan-rekan terus mengasah kemampuan, menjaga integritas, dan senantiasa siap memberikan pengayoman. Jadilah pelindung sejati di tengah masyarakat,” pungkasnya.

    Dengan penuh semangat, upacara ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya sekadar tradisi, melainkan refleksi dari dedikasi yang terus tumbuh demi bangsa dan negara. (red)

  • Polres Tasikmalaya Kota patroli di area Car Free Day (CFD)

    Polres Tasikmalaya Kota patroli di area Car Free Day (CFD)

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA Pada bulan Ramadhan tahun 2025 ini, Polres Tasikmalaya Kota melalui Satuan Samapata meningkatkan patroli di area Car Free Day (CFD) untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

    Patroli ini bertujuan untuk memastikan agar kegiatan CFD dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman, terutama di tengah kegiatan ibadah umat Muslim selama bulan Ramadhan.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruq Rozi melalui Kasat Samapta AKP Hartono mengatakan, patroli ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di area CFD.

    “Ya, tadi Anggota Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota melakukan patroli ke kawasan Car Free Day (CFD),” kata Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota AKP Hartono kepada wartawan Minggu sore.

    AKP Hartono juga menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan patroli di lokasi CFD yang biasanya ramai dengan pengunjung.

    “Patroli ini akan terus kita tingkatkan, tak hanya di lokasi CFD, patroli juga akan menyasar ke sejumlah titik keramaian masyarakat,” ujarnya.

    Selain menjaga keamanan, patroli juga bertujuan untuk mengawasi kepatuhan terhadap aturan yang diterapkan, seperti menjaga keamanan dan ketertiban serta mewaspadai potensi kejahatan.

    “Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan nyaman,” terangnya.

    AKP Hartono juga menyampaikan bahwa selain menjaga keamanan, mereka juga akan mendekati masyarakat dan memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga ketertiban di masyarakat.

    “Kami akan memaksimalkan patroli untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi semua pihak,” ungkap AKP Hartono.

    Patroli di area CFD ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ingin menikmati kegiatan di luar rumah tanpa khawatir akan gangguan keamanan dan ketertiban.

    “Kami mengimbau agar masyarakat tetap saling menghargai dan menjaga kebersihan di area tersebut, serta mematuhi segala aturan yang berlaku selama bulan Ramadhan,” tutup AKP Hartono. (red)

  • Patroli Polres Tasikmalaya Kota Menjelang Ramadhan

    Patroli Polres Tasikmalaya Kota Menjelang Ramadhan

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAMenyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2025, Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota intensifkan patroli di sejumlah minimarket dan toko-toko yang ada di wilayah kota Tasikmalaya.

    Langkah ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang bulan puasa, sekaligus memastikan bahwa para pedagang dan masyarakat mematuhi aturan yang berlaku.

    Patroli yang dilakukan pada Sabtu, 15 Februari 2025 malam ini bertujuan untuk mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan seperti peredaran barang ilegal, praktik pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta memastikan stok barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan aman dan cukup.

    Selain itu, patroli juga bertujuan untuk memastikan minimarket dan toko yang beroperasi mematuhi aturan yang berlaku, mengingat aksi kriminalitas yang kerap meningkat menjelang bulan Ramadhan.

    Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hartono, melalui Kanit Patroli Ipda Devi Budi Radiansyah, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya pengawasan di titik-titik yang sering dikunjungi warga.

    “Patroli ini tidak hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga untuk mengingatkan pemilik toko dan minimarket agar menjaga ketertiban serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat menjelang bulan Ramadhan,” kata Kanit Patroli Ipda Devi Budi Radiansyah.

    Patroli ini diperkirakan akan terus digencarkan selama bulan Ramadhan, mengingat banyaknya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa.

    “Kegiatan patroli ini akan terus ditingkatkan menjelang bulan puasa, baik itu di pagi hari, siang, malam hari, hingga dinihari,” ucap Ipda Devi.

    Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.

    “Masyarakat diminta untuk tetap waspada, hati-hati, serta selalu menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kota Tasikmalaya,” tutup Ipda Devi Budi Radiansyah. (red)

  • Polres Tasikmalaya Kota: Siap Melaksanakan Operasi Zebra Lodaya 2024

    Polres Tasikmalaya Kota: Siap Melaksanakan Operasi Zebra Lodaya 2024

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA – Dalam rangka menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Polres Tasikmalaya Kota melaksanakan Operasi Zebra Lodaya 2024. Operasi yang berlangsung mulai 14 Oktober hingga 27 Oktober 2024 ini bertujuan menjaga ketertiban lalu lintas serta mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024.

    Operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan pada Senin pagi, 14 Oktober 2024, di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota.

    Apel dipimpin oleh Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kompol Rizki Syawaludin Akbar, dan dihadiri oleh perwira jajaran Polres Tasikmalaya Kota, pejabat utama (PJU) Polres, perwakilan dari Kodim 0612/Tasikmalaya, Subdenpom, PJ Walikota, serta beberapa instansi terkait seperti Dishub dan Satpol PP Kota Tasikmalaya.

    Personel gabungan dari berbagai satuan fungsi kepolisian dan instansi lain juga terlibat dalam operasi ini untuk memastikan pelaksanaan berjalan dengan lancar.

    Operasi Zebra Lodaya 2024 digelar sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengatur tentang keselamatan dan keamanan dalam berlalu lintas.

    Operasi ini mengedepankan pendekatan yang preemtif, preventif, dan represif dalam penegakan hukum di jalan raya, dengan harapan dapat menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

    Sambutan Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, dalam Apel Gelar Pasukan

    Dalam sambutannya, Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Riki Kustiawan, menjelaskan bahwa apel gelar pasukan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh personel yang akan terlibat dalam Operasi Zebra Lodaya 2024.

    “Kesiapan ini sangat penting agar pelaksanaan operasi dapat berjalan maksimal dan lancar, serta mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” kata Iptu Riki.

    Ia menambahkan bahwa Operasi Zebra Lodaya ini akan melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta TNI, dalam mengamankan arus lalu lintas di wilayah hukum Kota Tasikmalaya. Koordinasi lintas sektor ini dilakukan untuk menjamin kamseltibcarlantas tetap terjaga selama operasi berlangsung.

    “Operasi ini tidak hanya sekadar menindak pelanggaran, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas. Dengan adanya operasi ini, diharapkan masyarakat lebih memahami aturan lalu lintas dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iptu Riki.

    Salah satu target utama dari Operasi Zebra Lodaya 2024 adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Tasikmalaya.

    Menurut data yang dimiliki Polres Tasikmalaya Kota, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah ini masih cukup tinggi, sehingga diperlukan upaya penegakan hukum yang lebih intensif untuk menekan jumlah insiden tersebut.

    Fokus Edukasi kepada para Pengguna Jalan

    Iptu Riki juga menyebutkan bahwa operasi ini akan dilakukan secara humanis dan berfokus pada edukasi masyarakat.

    “Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memberikan edukasi kepada pengguna jalan mengenai pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan helm, serta tidak menggunakan handphone saat berkendara,” tambahnya.

    Dalam Operasi Zebra Lodaya 2024, Polres Tasikmalaya Kota akan mengoptimalkan penggunaan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik secara mobile maupun statis. Dengan sistem ETLE, pelanggaran lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, dan pelanggaran lainnya akan terdeteksi secara otomatis oleh kamera pengawas di beberapa titik strategis.

    Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penegakan hukum, sekaligus mengurangi kontak langsung antara petugas dan pelanggar.

    Lebih lanjut, Iptu Riki menjelaskan bahwa Operasi Zebra Lodaya 2024 ini juga bertujuan untuk mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024 yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas selama proses pelantikan.

    “Kami, bersama dengan instansi terkait lainnya, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tidak hanya di jalan raya tetapi juga dalam konteks yang lebih luas menjelang pelantikan nasional. Dengan adanya operasi ini, kami berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam menjaga ketertiban dan kedamaian,” jelas Iptu Riki.

    Iptu Riki juga menegaskan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas harus terus ditingkatkan. Banyak pelanggaran lalu lintas yang terjadi karena kurangnya pemahaman atau kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan. Oleh karena itu, melalui Operasi Zebra Lodaya 2024, Polres Tasikmalaya Kota juga akan mengadakan kegiatan sosialisasi dan kampanye keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat. (red)

  • Polres Tasikmalaya Kota mengamankan Pelaku Penganiayaan

    Polres Tasikmalaya Kota mengamankan Pelaku Penganiayaan

    Aparat Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan hingga tewas terhadap siswa madrasah berinisial GG (14 tahun).

    Identitas pelaku dewasa yang ditangkap meliputi CM (22) dan DMY (19), keduanya warga Kelurahan Setiajaya, serta AMA (18) yang berasal dari Purwakarta.

    Sementara itu, enam pelaku lainnya merupakan anak yang berhadapan dengan hukum. Korban diketahui sedang mengendarai sepeda motor di wilayah Kecamatan Cibeureum.

    Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Unit Reskrim Polsek Cibeureum.

    Para pelaku menghadang korban saat ia melintas dengan sepeda motor berknalpot bising pada Minggu, 22 September 2024, sekitar pukul 00.45 WIB.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, menjelaskan bahwa para terduga pelaku melakukan penganiayaan dengan berbagai alat, termasuk balok kayu, bambu, batu, dan bata putih.

    “Saat ini, semua terduga pelaku sudah kami amankan di Polres Tasikmalaya Kota,” ungkap Kapolres dalam siaran persnya di Mapolres Tasikmalaya Kota Rabu, 25 September 2024.

    Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti, seperti potongan kayu, batu, pakaian korban, dan balok kayu lainnya.

    “Kami telah mengamankan beberapa barang bukti yang relevan,” tambah Kapolres.

    Kapolres menjelaskan kronologi peristiwa, di mana korban bersama temannya melintas di lokasi kejadian.

    “Para tersangka melempari sepeda motor korban dengan batu, kemudian menghadangnya menggunakan bambu, yang mengakibatkan sepeda motor korban terjatuh,” jelasnya.

    Setelah itu, para tersangka menghampiri korban dan melakukan kekerasan fisik hingga korban tidak sadarkan diri.

    “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah para tersangka meninggalkan lokasi,” bebernya.

    Akibat perbuatan mereka, para pelaku dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

    “Kami akan memproses hukum para pelaku secara tegas,” tutup AKBP Joko Sulistiono.

    Penangkapan Pelaku Penganiayaan di Tasikmalaya

    Aparat Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan yang mengakibatkan kematian seorang siswa madrasah berinisial GG (14 tahun).

    Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 22 September 2024, sekitar pukul 00.45 WIB, saat korban melintas di wilayah Kecamatan Cibeureum menggunakan sepeda motor. Penangkapan ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah pelaku, termasuk anak-anak yang kini berhadapan dengan hukum.

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Joko Sulistiono, mengungkapkan bahwa dari sembilan pelaku yang ditangkap, tiga di antaranya adalah dewasa.

    Mereka adalah CM (22), DMY (19), dan AMA (18), dengan dua pelaku pertama berasal dari Kelurahan Setiajaya dan AMA dari Purwakarta.

    Kapolres menjelaskan bahwa enam pelaku lainnya merupakan anak-anak, yang saat ini diproses sesuai hukum yang berlaku.

    Dalam penjelasannya, Kapolres menjabarkan kronologi kejadian, awalnya korban sedang melintas dengan sepeda motor berknalpot bising ketika para pelaku menghadangnya.

    “Pelaku diduga melakukan penganiayaan secara brutal menggunakan berbagai alat, termasuk balok kayu, bambu, dan batu. Mereka melempari sepeda motor korban, yang menyebabkan kendaraan tersebut terjatuh,” jelasnya.

    Kapolres juga menjelaskan, setelah korban terjatuh, pelaku tidak berhenti di situ kemudian mereka menghampiri dan melakukan kekerasan fisik terhadap GG.

    “Korban mengalami penganiayaan yang mengakibatkan ia tidak sadarkan diri dan meninggal dunia,” jelasnya.

    Polisi tidak hanya menangkap para pelaku, tetapi juga melakukan pengumpulan barang bukti dari tempat kejadian perkara.

    Kapolres menjelaskan, kepolisian telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk potongan kayu, batu, dan pakaian korban.

    Para pelaku kini dihadapkan dengan ancaman hukuman yang cukup berat. Mereka dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 ayat 2 ke-3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang dapat mengakibatkan hukuman penjara maksimal 12 tahun.

    “Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan seperti ini,” tegasnya.

    Kejadian tragis ini menimbulkan keprihatinan di masyarakat, terutama bagi orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.

    Kapolres menyadari kekhawatiran tersebut dan berjanji akan meningkatkan patroli serta pengawasan di daerah-daerah yang dianggap rawan.

    “Kami akan bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak dan remaja,” tambahnya.

    Dari insiden ini, terlihat pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan tindakan kekerasan. Kapolres mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam menjaga keamanan.

    “Kami memerlukan dukungan dari masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” katanya.

    Dengan penegakan hukum yang tegas dan kesadaran masyarakat yang tinggi, diharapkan kasus-kasus kekerasan terhadap anak dapat diminimalisir. Kasus penganiayaan GG adalah pengingat akan perlunya perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di seluruh masyarakat. (red)