Kategori: Kabar

  • Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya Resmi dibuka

    Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya Resmi dibuka

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya membuka Sekolah Rakyat di Tasikmalaya untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Acara peresmian berlangsung di eks SDN Rahayu, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Selasa (7/10/2025).

    Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan hadir langsung dalam acara tersebut. Keduanya menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi hak semua anak, bukan hanya bagi mereka yang mampu.


    Sekolah Rakyat Jadi Model Pendidikan Inklusif

    Program Sekolah Rakyat di Tasikmalaya menggunakan model Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 dengan tiga rombongan belajar: dua rombongan tingkat SMP dan satu rombongan tingkat SD. Sebanyak 75 siswa sudah memulai kegiatan belajar di sekolah tersebut.

    Seluruh siswa memperoleh fasilitas lengkap, mulai dari tempat tinggal, makan, hingga perlengkapan belajar secara gratis. Sistem asrama penuh memberi ruang bagi anak-anak untuk fokus belajar tanpa beban ekonomi.

    Wali Kota Viman menyebut Sekolah Rakyat sebagai hadiah istimewa pada Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya. Ia menegaskan, sekolah ini bukan proyek seremonial, melainkan langkah nyata untuk mencegah anak Tasikmalaya putus sekolah.

    “Sekolah rakyat menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan. Ini tempat menata masa depan, bukan sekadar ruang kelas,” ujar Viman.

    Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare di Tamansari untuk pengembangan jangka panjang. Langkah ini bertujuan menampung lebih banyak siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif.


    Kisah dan Harapan dari Para Siswa

    Banyak anak kini mendapatkan kesempatan baru melalui Sekolah Rakyat di Tasikmalaya. Salah satunya, SL, remaja dari Kelurahan Gunung Gede. Ia sempat berhenti sekolah karena membantu orang tua di warung, tetapi kini bisa kembali belajar.

    “Saya senang bisa sekolah lagi. Semua kebutuhan sudah disediakan di sini, jadi saya bisa fokus,” kata SL.

    DF, siswi lain, pernah mengalami perundungan di sekolah sebelumnya. Ia sempat kehilangan semangat belajar, tetapi dukungan dari keluarga dan guru membantunya pulih. Kini, ia kembali berani bermimpi.

    Cerita para siswa ini memperlihatkan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, melainkan juga ruang untuk memulihkan harapan dan semangat anak-anak.

    Wakil Gubernur Erwan Setiawan menilai program ini sejalan dengan visi pendidikan karakter yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Pendidikan tidak berhenti pada ilmu pengetahuan. Ia juga membentuk akhlak dan moral. Sekolah rakyat menjadi wadah yang tepat untuk itu,” ujarnya.


    Langkah Lanjutan dan Dukungan Pemerintah

    Program Sekolah Rakyat di Tasikmalaya terus berkembang. Pemerintah Kota menambah tenaga pendidik, memperbaiki fasilitas belajar, dan memperluas kolaborasi dengan lembaga pendidikan lain agar sekolah ini berkelanjutan.

    Viman menegaskan komitmennya menjadikan Sekolah Rakyat sebagai contoh bagi daerah lain. Ia menargetkan model ini bisa diterapkan di seluruh kecamatan di Tasikmalaya dan wilayah lain di Jawa Barat.

    Pemerintah Provinsi juga menyiapkan program beasiswa untuk siswa berprestasi agar bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

    Hadirnya Sekolah Rakyat di Tasikmalaya membuktikan bahwa pemerintah serius menegakkan prinsip pendidikan untuk semua. Sekolah ini bukan sekadar simbol, tetapi langkah konkret untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. (red)

  • Kota Tasikmalaya: Kepala Dinas Sosial Islah

    Kota Tasikmalaya: Kepala Dinas Sosial Islah

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAProses Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Islah dengan warga Panglayungan berakhir positif setelah Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, turut memediasi kedua pihak. Informasi mengenai proses islah ini tersedia di website resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Seusai islah, Kadinsos Kota Tasikmalaya terlihat legowo menerima kesalahan. Selain menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, dengan besar hati, ia juga akan menerima jika harus mendapatkan sanksi atas perbuatannya.

    Namun meski begitu, Imam Fauzi, Ketua Generasi Muda Merah Putih (GMMP), menekankan bahwa langkah islah harus benar-benar diikuti dengan perubahan sikap.

    Dalam pernyataannya kepada redaksi pada Jumat (19/09/2025), Imam menegaskan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa yang sempat menimbulkan ketegangan tersebut. “Alhamdulillah kami mengapresiasi sekali baik langkah Pemkot Tasikmalaya, maupun Kadinsos Kota Tasikmalaya. Kami berharap, ini cerita terakhir tentang sosok Kadinsos Kota Tasikmalaya yang dikenal temperamen. Semoga menjelang akhir jabatan, citra ini bisa dirubah, sehingga jejaknya juga bisa lebih baik,” ujarnya.

    Harus Mengedepankan Empati

    Menurut Imam, peristiwa ini harus dijadikan pelajaran tidak hanya bagi Kadinsos, tetapi juga bagi seluruh pemangku jabatan di Kota Tasikmalaya. Ia menekankan bahwa seorang pejabat publik dituntut memiliki empati tinggi terhadap masyarakat. “Pejabat itu harus punya empatik. Kenapa? Karena pejabat itu tidak mengalami hal yang dialami oleh rakyat jelata,” tegasnya.

    Imam mencontohkan, dalam persoalan bantuan sosial (bansos). “Warga tahu kok, sering kali ada masalah data yang memang harus divalidasi. Namun, ketika rakyat menyampaikan keluhannya, pejabat harus bisa memahami situasi dengan penuh empati. Saat rakyat dan pejabat bertemu, jangan pernah lupa, rakyat itu mengalami dampak dari faktor tersebut. Mereka mengalami dampak langsung. Sementara pejabat kan tidak mengalami. Hidup mereka lebih nyaman. Jadi kalau rakyat marah, wajar karena memang mereka terdampak langsung. Pejabat yang tidak ikut-ikutan terdampak langsung sangat tak pantas jika ikut-ikutan marah,” jelas Imam.

    Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran pejabat tentang asal-usul anggaran negara. Menurutnya, lebih dari 80 persen APBN maupun APBD bersumber dari rakyat, termasuk gaji dan tunjangan besar yang diterima para pejabat. “Kita hidup di negara yang 80% lebih angarannya masih bergantung pada pajak rakyat. Gaji dan tunjangan puluhan juta rupiah yang diterima oleh para kepala SKPD itu dari rakyat. Tolong jaga empati untuk rakyat,” tegasnya lagi.

    Imam menilai, apabila pejabat mampu menempatkan diri dengan rendah hati, memahami kondisi masyarakat, dan menjaga komunikasi yang baik, citra pemerintah kota akan lebih positif di mata publik. “Islah bukan hanya soal berdamai, tapi tentang perubahan perilaku. Kalau pejabat bisa menahan diri dan mengutamakan empati, konflik seperti ini tidak perlu terjadi lagi,” tambahnya.

    Pernyataan Imam Fauzi memperlihatkan bahwa meski proses Kadinsos Kota Tasikmalaya Islah sudah berjalan, publik tetap menunggu tindak lanjut berupa perubahan sikap nyata. Harapan besar kini tertuju pada pemkot dan pejabat terkait agar momentum ini tidak sekadar menjadi catatan insiden, melainkan titik balik menuju pemerintahan yang lebih humanis dan berorientasi pada kepentingan rakyat. (red)

  • Puluhan Pelajar Penyusup Aksi Demo berhasil diamankan POLRES Tasikmalaya

    Puluhan Pelajar Penyusup Aksi Demo berhasil diamankan POLRES Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPolres Tasikmalaya mengamankan puluhan pelajar yang diduga menyusup aksi ojol di Kota Tasikmalaya, Senin 1 September 2025. Para pelajar itu mencoba memicu kericuhan dengan membakar ban di depan Gedung DPRD. Berkat tindakan cepat aparat, situasi bisa terkendali. Polisi menyebut pelajar tersebut tergabung dalam grup media sosial berisi ajakan anarkis.

    Polres Tasikmalaya berkomitmen menjaga keamanan dengan menyiagakan penyekatan di perbatasan dan mengimbau masyarakat ikut berperan aktif menjaga kondusivitas.


    Puluhan pelajar diamankan Polres Tasikmalaya usai diduga menyusup ke dalam iring-iringan aksi damai ojek online (ojol) di Kota Tasikmalaya, Senin 1 September 2025. Para pelajar itu mencoba memicu kericuhan dengan membakar ban di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, namun upaya mereka berhasil digagalkan.

    Kapolres Tasikmalaya, AKBP Moh Faruk Rozi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah massa ojol yang tergabung dalam Paguyuban Online Bersatu (POB) Priangan Timur menggelar doa bersama di Mapolres Tasikmalaya, kemudian membubarkan diri dengan tertib. Saat rombongan menuju Jalan RE Martadinata, sekelompok penyusup mendadak melakukan aksi pembakaran ban.

    Aparat kepolisian bersama rekan-rekan ojol langsung bertindak cepat sehingga situasi bisa dikendalikan. “Kami bergerak cepat, aksi anarkis berhasil dicegah, dan Kota Tasikmalaya tetap kondusif,” ucap AKBP Faruk Rozi.

    Polisi Amankan Lebih dari 20 Pelajar

    Usai insiden, petugas menyisir lokasi sekitar Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Hasilnya, lebih dari 20 pelajar diamankan dan dibawa ke Mapolres Tasikmalaya untuk diperiksa. Menurut keterangan awal, para pelajar itu tergabung dalam grup media sosial yang berisi ajakan melakukan aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum.

    “Sebagian besar masih berstatus pelajar, bahkan ada yang berasal dari luar Kota Tasikmalaya,” jelas Kapolres. Ia menambahkan, temuan ini menguatkan bahwa penyusup tidak berhubungan dengan massa ojol.

    Untuk mencegah terulangnya kejadian, Polres Tasikmalaya menyiagakan penyekatan di sejumlah titik perbatasan kota. Sinergi bersama TNI dan Forkopimda terus dijalankan demi menjaga stabilitas keamanan.

    Seruan Kapolres Tasikmalaya kepada Masyarakat

    AKBP Faruk Rozi mengimbau masyarakat aktif menjaga lingkungan agar tetap aman. Ia meminta warga menghidupkan kembali pos kamling, mengingatkan keluarga agar tidak terprovokasi ajakan anarkis, serta mendukung aparat keamanan.

    “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat supaya Polres Tasikmalaya bisa terus menjaga keamanan, sehingga Kota Tasikmalaya tetap kondusif dan bebas dari tindakan kriminal,” pungkasnya. (red)

  • Kronologis Demo Ricuh di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

    Kronologis Demo Ricuh di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAKetua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya, Dhani Tardiwan Noor, mengeluarkan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk tetap menjaga diri dan bertindak bijak menyikapi situasi pasca aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini di DPRD Kota Tasikmalaya. Aksi tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan kerusakan pada gedung DPRD setempat.

    Dhani mengingatkan bahwa pemuda adalah garda terdepan dalam memperjuangkan kebaikan bersama, tetapi harus dengan cara yang santun dan menghormati hukum. “Pemuda harus kritis, melek politik, dan tidak boleh diam ketika ada kedzaliman, tapi tetap harus dengan fikiran dan hati yang tenang. Pemuda harus mengedepankan intelektualitas, bukan sekadar fisik belaka,” ujar Dhani.

    Sebagai Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhani yakin bahwa pemuda di Kota Tasikmalaya, khususnya yang tergabung dalam wadah organisasi kepemudaan di bawah KNPI, tidak akan pernah rela tanah kelahirannya dirusak oleh siapapun. “Pemuda siap berada di garda terdepan selama untuk memperjuangkan kebaikan bersama, demi kepentingan rakyat banyak,” tegas Dhani.

    Namun, Dhani juga menekankan pentingnya pendekatan yang tidak bertentangan dengan hukum dan tidak menciderai kepentingan publik. “Kami tidak pernah takut dengan siapapun, tapi pastikan kita berada di pihak yang benar dan menempuh cara-cara yang tidak bertentangan dengan hukum,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Dhani juga mengimbau agar aparat dan pejabat tidak menutup diri. “Semakin menutup diri, semakin memicu amarah. Jangan biarkan ketidakpastian memicu reaksi yang tidak diinginkan,” tuturnya.

    Terkait insiden yang melibatkan driver ojol Affan Kurniawan, Dhani menyatakan, “Posisi kami sudah tegas dan jelas sejak terjadinya insiden yang menimpa driver ojol Affan Kurniawan. Publikasi sudah kami sebar atas nama KNPI Kota Tasikmalaya, agar kasus tersebut diusut tuntas. Tapi bukan berarti kita harus merusak di kampung halaman sendiri.”

    Demo Ricuh, ada yang Menunggangi?

    Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pihak-pihak yang menumpangi aksi unjuk rasa tersebut, Dhani mengaku tidak ingin berspekulasi. Namun, ia menyadari bahwa di negeri ini selalu ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu yang berusaha memecah belah kesatuan bangsa. “Kalaupun ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk membuat gaduh Kota Tasikmalaya, mereka harus siap berhadapan dengan Pemuda Kota Santri,” kata Dhani dengan tegas.

    Dhani kembali mengingatkan pemuda untuk tetap kritis, berani, dan peduli terhadap isu-isu sosial, namun tanpa merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Pemuda harus menjadi agen perubahan yang cerdas dan bertanggung jawab, agar tidak hanya memperjuangkan aspirasi, tetapi juga menjaga ketertiban dan keharmonisan di masyarakat,” pungkasnya.

    Sementara itu, redaksi berhasil memperoleh informasi dari pihak DPRD Kota Tasikmalaya. Ternyata, aksi yang berujung ricuh di gedung DPRD tersebut tidak diawali dengan surat pemberitahuan. Meski demikian, saat aksi berlangsung sebenarnya tiga anggota DPRD sudah bersiap turun untuk menemui para pengunjuk rasa. Namun, karena situasi tiba-tiba sangat emosional dan tidak terkendali, ketiga anggota DPRD tersebut memilih untuk menahan diri.

    Kejadian ini tentu saja menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan dialog yang konstruktif dan menghindari tindakan yang merusak ketertiban umum. Kita berharap agar aksi-aksi unjuk rasa ke depan tetap berlangsung dengan damai dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. (red)

  • Upacara Unik Peringatan HUT RI di Tasikmalaya

    Upacara Unik Peringatan HUT RI di Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAKampung Lewosari di Tasikmalaya menggelar upacara unik HUT RI ke-80 di area bekas persawahan. Warga dari lima RT hadir dengan antusias, membuktikan bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh di mana saja. Dengan suasana alami dan penuh gotong royong, kegiatan ini jadi simbol persatuan sekaligus refleksi kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya merdeka secara ekonomi.

    Tokoh lokal berharap momen ini mendorong RW lain melakukan hal serupa. Upacara unik HUT ini menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan secara sederhana namun tetap bermakna mendalam.

    Dari Sawah ke Panggung Nasionalisme

    Sejak fajar menyingsing, suasana di Kampung Lewosari berubah menjadi lautan semangat merah putih. Ratusan warga tumpah ruah ke hamparan tanah bekas sawah, tempat pelaksanaan upacara unik HUT RI ke-80. Tepat pukul 06.30 WIB, warga dari RT 01 hingga 05 membentuk barisan yang tertib dan serasi.

    Anak-anak hingga lansia berbaur dalam formasi barisan, menunjukkan betapa kuatnya ikatan kebangsaan yang melewati batas usia. Pemandangan langit cerah dan padang padi yang menghijau semakin menambah kekhidmatan suasana. Lagu kebangsaan berkumandang, bendera merah putih pun berkibar dengan gagah.

    Normansyah, tokoh masyarakat yang juga Ketua Forum Lewosari Bersatu, mendapat amanat membacakan teks proklamasi. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan warga dalam menyelenggarakan upacara unik HUT RI ini untuk pertama kalinya.

    “Ini sejarah bagi RW kami. Walau sederhana, semangatnya luar biasa. Semua warga terlibat tanpa pandang usia atau latar belakang,” ucapnya. Ia juga menambahkan bahwa sebagian warga terakhir kali mengikuti upacara saat masih di bangku sekolah, sehingga pengalaman ini membangkitkan kembali rasa cinta tanah air yang sempat terpendam.


    Gotong Royong sebagai Pondasi

    Deden Mulyadi, Ketua RW 08 yang juga bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa acara ini bukan hasil dari anggaran besar, melainkan buah dari gotong royong yang tulus. Seluruh warga bahu-membahu sejak jauh hari mempersiapkan lokasi dan jalannya acara.

    Ia berharap kegiatan seperti upacara unik HUT ini dapat menginspirasi lingkungan RW lainnya untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Namun, Deden juga menyuarakan realita yang belum tersentuh: masih banyak warga yang belum merdeka secara ekonomi.

    “Selama masih ada yang tak punya pekerjaan atau hidup dalam kesulitan, tugas kita belum selesai,” tegasnya.

    Meski sederhana, upacara unik HUT RI ini telah menunjukkan bahwa nasionalisme tidak harus berpusat di kota, tidak harus mewah, dan tidak harus formal. Di tanah sawah yang basah, rakyat kecil bersuara lantang, mengangkat makna kemerdekaan yang sejati. (red)

  • Gotong Royong Warga Tasikmalaya jelang HUT RI ke-80

    Gotong Royong Warga Tasikmalaya jelang HUT RI ke-80

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAWarga Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut HUT RI ke-80. Berbagai dekorasi merah putih dan lomba tradisional menjadi bukti kecintaan mereka terhadap tanah air, mempererat persatuan antarwarga.

    Semangat Gotong Royong di Kota Tasikmalaya Sambut HUT RI ke-80

    Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia kembali menggugah semangat gotong royong di Kota Tasikmalaya. Warga dari berbagai wilayah kota mulai menghias lingkungan mereka dengan aneka ornamen bernuansa merah putih, menciptakan suasana yang penuh semangat nasionalisme. Di RT 02 RW 01 Perumahan Bumi Asri Dirgantara, Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, kegiatan tersebut terlihat sangat antusias.

    Warga dari segala usia, baik laki-laki, perempuan, maupun pemuda, ikut serta dalam kegiatan menghias kampung ini. Dekorasi seperti bendera merah putih, umbul-umbul, lampion, lampu hias, dan pengecatan jalanan menghiasi berbagai sudut, menjadikan kawasan tersebut tampak meriah dan berwarna.

    Ujang, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kecintaan mereka terhadap tanah air dalam menyambut momen kemerdekaan. “Kami bergotong royong menghias kampung, memasang bendera dan berbagai hiasan lainnya,” kata Ujang saat ditemui, Rabu 7 Agustus 2025.

    Menurut Ujang, semangat gotong royong adalah kunci utama dalam menciptakan suasana harmonis dan penuh kebersamaan di lingkungan mereka. “Dengan semangat gotong royong, kami dapat menciptakan kampung yang meriah dan penuh kebersamaan,” tambahnya.

    Senada dengan Ujang, H. Ulpi, warga lainnya, menilai kegiatan ini lebih dari sekadar memperindah lingkungan, melainkan juga mempererat hubungan antarwarga. “Ini bukan hanya soal hiasan, tapi juga tentang kebersamaan. Momen ini penting untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong,” ungkap H. Ulpi.

    Selain menghias lingkungan, pemuda Karang Taruna setempat juga mempersiapkan berbagai lomba tradisional untuk semakin memeriahkan perayaan HUT RI ke-80. “Karang Taruna akan menggelar perlombaan untuk meriahkan Hari Kemerdekaan,” tambah H. Ulpi.

    Semangat gotong royong tak hanya tampak di Perumahan Bumi Asri Dirgantara, namun juga merata di berbagai wilayah lain di Kota Tasikmalaya. Di Jalan Lewidahu, Panunggal, Cipedes, dan sejumlah kawasan lainnya, dekorasi merah putih semakin mempercantik jalan-jalan kota.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum yang penting untuk memperkuat rasa persatuan dan mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat. (red)

  • Puluhan Jabatan Kosong, Pemkot Tasikmalaya masih menunggu Rekomendasi

    Puluhan Jabatan Kosong, Pemkot Tasikmalaya masih menunggu Rekomendasi

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAPemerintah Kota Tasikmalaya masih menunggu rekomendasi dari Kemendagri untuk mempercepat pengisian jabatan kosong sebanyak 70 posisi di birokrasi. Sekda Asep Goparullah menyebut pengisian ini penting demi efektivitas layanan publik dan kesinambungan program.

    Proses sudah diajukan ke BKN dan Pemprov Jabar. Jika disetujui, eksekusi segera dilakukan. Harapannya, seluruh jenjang eselon bisa terisi secara serentak agar kinerja pemerintahan tetap optimal dan tidak terganggu kekosongan struktural.

    70 Jabatan Kosong Tunggu Restu Kemendagri

    Sekitar 70 kursi kosong di birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya, mulai dari jabatan eselon II hingga IV, masih belum terisi. Jabatan tersebut mencakup posisi strategis seperti kepala dinas, kepala bidang, hingga kepala seksi. Proses pengisian jabatan kosong ini saat ini tengah menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparullah, M.Pd., menyatakan bahwa usulan pengisian jabatan telah dikirimkan ke instansi terkait. Kini, pihaknya hanya bisa menunggu keluarnya rekomendasi dari Kemendagri sebagai dasar pelaksanaan.

    “Mudah-mudahan segera ada kepastian. Kita tidak tahu apakah besok atau lusa rekomendasinya turun,” ujarnya kepada awak media, Kamis, 24 Juli 2025.

    Asep menekankan pentingnya percepatan pengisian jabatan kosong demi menjaga kelangsungan pelayanan publik. Menurutnya, jabatan yang tak kunjung terisi dapat menghambat pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah kota.

    “Begitu rekomendasi turun, kita langsung eksekusi sesuai skema yang telah disusun,” lanjutnya.

    Sejalan dengan itu, pengajuan promosi, rotasi, dan mutasi pegawai telah disampaikan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Asep optimis, proses ini bisa rampung dalam dua pekan. Bahkan, jika memungkinkan, penyelesaiannya bisa lebih cepat.

    “Surat dari provinsi sudah diteruskan ke kementerian. Kita tinggal menunggu arahan lanjutan,” jelasnya.

    Mengenai teknis pelaksanaan, Asep belum bisa memastikan apakah pengisian dilakukan serentak atau bertahap. Namun, ia berharap semua jenjang eselon—baik II, III, maupun IV—dapat diisi dalam satu kali proses.

    “Kalau bisa sekaligus, tentu lebih efisien. Tapi semuanya tetap menunggu petunjuk dari Kemendagri,” pungkasnya

  • Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 digelar Polres Tasikmalaya Kota

    Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-79 digelar Polres Tasikmalaya Kota

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYA – Hari Bhayangkara ke-79 menjadi momentum penting bagi Polres Tasikmalaya Kota untuk memperkuat sinergitas bersama TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui upacara yang digelar penuh khidmat di halaman Balekota Tasikmalaya, Selasa pagi, 1 Juli 2025.

    Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Diangkat di Upacara Hari Bhayangkara

    Polres Tasikmalaya Kota menandai peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dengan upacara yang berlangsung secara khidmat dan penuh makna. Bertempat di halaman Balekota Tasikmalaya, kegiatan ini mengundang berbagai unsur penting yang mewakili kekuatan utama kota—mulai dari jajaran TNI, Polri, Pemerintah Daerah, DPRD, Forkopimda Plus, hingga tokoh-tokoh masyarakat.

    Hadirnya berbagai elemen tersebut memperlihatkan kesatuan langkah dan niat dalam menjaga ketertiban serta keamanan wilayah. Dalam suasana yang penuh semangat kebangsaan, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh. Faruk Rozi, memimpin langsung jalannya upacara dengan ketegasan dan wibawa.

    Setelah prosesi berlangsung, AKBP Faruk menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa Polri harus terus memperkuat komitmennya untuk hadir melayani masyarakat secara utuh.

    “Hari ini, kami bersatu dalam satu barisan untuk memperingati Hari Bhayangkara ke-79. Kebersamaan kami dengan Forkopimda, TNI, dan masyarakat mencerminkan kekompakan dalam menjaga keamanan,” ujar Faruk kepada para wartawan.

    Kapolres juga menegaskan harapannya agar Polri bisa semakin profesional, humanis, dan dekat dengan rakyat. Menurutnya, kepercayaan publik hanya bisa diraih dengan sikap konsisten, kerja nyata, dan pelayanan yang tulus.

    Lebih lanjut, AKBP Faruk menekankan pentingnya menjaga sinergi antara lembaga dan warga. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai fondasi yang menjamin stabilitas keamanan serta menciptakan kondisi yang kondusif.

    “Tanpa sinergi, mustahil tugas menjaga kamtibmas berjalan optimal. Maka, mari kita jaga kekompakan ini,” tuturnya tegas.

    Sebagai penutup, Kapolres memberikan arahan khusus kepada seluruh personel Polres Tasikmalaya Kota untuk terus meningkatkan kemampuan dan integritas pribadi. Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadi sosok Bhayangkara sejati yang selalu siap hadir untuk masyarakat.

    “Saya harap rekan-rekan terus mengasah kemampuan, menjaga integritas, dan senantiasa siap memberikan pengayoman. Jadilah pelindung sejati di tengah masyarakat,” pungkasnya.

    Dengan penuh semangat, upacara ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya sekadar tradisi, melainkan refleksi dari dedikasi yang terus tumbuh demi bangsa dan negara. (red)

  • Pemkot Tasikmalaya Gelar Pasar Murah Menjelang Iedul Adha 1446 H

    Pemkot Tasikmalaya Gelar Pasar Murah Menjelang Iedul Adha 1446 H

    Suara Kebangsaan, Berita Tasikmalaya – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, Pemerintah Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia menggelar Pasar Pangan Murah pada Selasa pagi, 3 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Parakanyasag dan langsung disambut antusias oleh warga.

    Pasar murah tersebut merupakan bagian dari program stabilisasi harga dan distribusi bahan pangan pokok menjelang hari besar keagamaan. Sejumlah komoditas dijual dengan harga miring dibandingkan harga pasar, seperti beras premium seharga Rp13.000/kg (dari harga pasar Rp15.000), telur ayam Rp24.500/kg (harga pasar Rp27.000), hingga minyak goreng yang hanya dijual Rp15.000 per liter.

    “Pasar pangan murah ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa terbebani lonjakan harga menjelang hari raya,” ujar Lisda Eka Syafira, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, saat ditemui di lokasi.

    Lisda menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Parakanyasag, tetapi juga tersebar di titik-titik strategis lainnya. Di tingkat provinsi, pelaksanaan juga berlangsung di Kelurahan Cibunigeulis, sementara di tingkat kota, digelar di Kecamatan Kawalu dan Cibeureum dengan dukungan anggaran dari APBD Kota Tasikmalaya.

    Tak hanya menjual kebutuhan pokok dengan harga murah, pasar ini juga dirancang sebagai bagian dari strategi jangka pendek untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga selama periode Hari Raya. “Stok bahan pangan kita saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan,” tambah Lisda.

    Hal senada disampaikan oleh Saepuloh, Analis Ketahanan Pangan DKP3. Ia menegaskan bahwa pasar murah seperti ini rutin digelar setiap menjelang hari besar keagamaan nasional. “Dinas memiliki tanggung jawab untuk menjamin ketersediaan pangan yang aman dan terjangkau, terutama di momen penting seperti Idul Adha,” ujarnya.

    Dari pantauan di lapangan, ratusan warga memadati lokasi sejak pagi hari. Banyak di antaranya mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini, mengingat harga pasar yang terus berfluktuasi. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan betapa pentingnya kehadiran program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga. (red)

  • Keracunan MBG di Kabupaten Tasikmalaya, begini Kronologisnya

    Keracunan MBG di Kabupaten Tasikmalaya, begini Kronologisnya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYASetidaknya 19 orang pelajar dari SD Negeri 2 dan SMP Negeri 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dirawat di Puskesmas Rajapolah pada Kamis malam (1/5/2025). Mereka membutuhkan penanganan medis akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah mereka pada Rabu (30/4/2025).

    Kronologi Kejadian

    Para pelajar dari kedua sekolah di atas mulai merasakan gejala keracunan pada malam hari setelah mengonsumsi MBG, dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan diare. Beberapa di antaranya mencoba mengobati diri dengan air kelapa muda dan ramuan herbal, namun kondisi mereka tak kunjung membaik, hingga akhirnya dibawa ke Puskesmas Rajapolah untuk mendapatkan perawatan medis.

    Kondisi Korban

    Kepala Puskesmas Rajapolah, Hani Hariri, melaporkan bahwa 19 pelajar yang dirawat mengalami gejala serupa. Saat ini, belasan pelajar tersebut sudah ditangani dan mendapatkan perawatan infus untuk mengatasi dehidrasi akibat diare. Beberapa orang tua korban, seperti Riska (45), mengungkapkan bahwa anaknya merasakan gejala perut mual, kepala pusing, dan buang air besar terus-menerus setelah mengonsumsi MBG. Menu MBG yang dikonsumsi para pelajar antara lain nasi, sayuran yang dimasak, daging, tahu goreng, dan buah anggur.

    Tanggapan Pihak Terkait

    Setelah kejadian tersebut, beberapa orang tua menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai relawan SPPG MBG Rajapolah. Pesan tersebut menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan dan mengimbau agar informasi ini tidak disebarluaskan ke media sosial, sambil menunggu evaluasi lebih lanjut.

    Penanganan dan Tindak Lanjut

    Puskesmas Rajapolah terus memantau kondisi para korban dan siap memberikan perawatan lanjutan jika diperlukan. Sementara itu, pihak berwenang berencana melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden keracunan massal ini dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

    Kasus ini menjadi perhatian serius terkait pelaksanaan program MBG yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak di sekolah. Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur distribusi dan kualitas bahan makanan yang digunakan untuk memastikan keamanan dan kesehatan para penerima manfaat. (red)