Tag: HUT Ri KE-80

  • Upacara Unik Peringatan HUT RI di Tasikmalaya

    Upacara Unik Peringatan HUT RI di Tasikmalaya

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAKampung Lewosari di Tasikmalaya menggelar upacara unik HUT RI ke-80 di area bekas persawahan. Warga dari lima RT hadir dengan antusias, membuktikan bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh di mana saja. Dengan suasana alami dan penuh gotong royong, kegiatan ini jadi simbol persatuan sekaligus refleksi kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya merdeka secara ekonomi.

    Tokoh lokal berharap momen ini mendorong RW lain melakukan hal serupa. Upacara unik HUT ini menunjukkan bahwa kemerdekaan dapat dirayakan secara sederhana namun tetap bermakna mendalam.

    Dari Sawah ke Panggung Nasionalisme

    Sejak fajar menyingsing, suasana di Kampung Lewosari berubah menjadi lautan semangat merah putih. Ratusan warga tumpah ruah ke hamparan tanah bekas sawah, tempat pelaksanaan upacara unik HUT RI ke-80. Tepat pukul 06.30 WIB, warga dari RT 01 hingga 05 membentuk barisan yang tertib dan serasi.

    Anak-anak hingga lansia berbaur dalam formasi barisan, menunjukkan betapa kuatnya ikatan kebangsaan yang melewati batas usia. Pemandangan langit cerah dan padang padi yang menghijau semakin menambah kekhidmatan suasana. Lagu kebangsaan berkumandang, bendera merah putih pun berkibar dengan gagah.

    Normansyah, tokoh masyarakat yang juga Ketua Forum Lewosari Bersatu, mendapat amanat membacakan teks proklamasi. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan warga dalam menyelenggarakan upacara unik HUT RI ini untuk pertama kalinya.

    “Ini sejarah bagi RW kami. Walau sederhana, semangatnya luar biasa. Semua warga terlibat tanpa pandang usia atau latar belakang,” ucapnya. Ia juga menambahkan bahwa sebagian warga terakhir kali mengikuti upacara saat masih di bangku sekolah, sehingga pengalaman ini membangkitkan kembali rasa cinta tanah air yang sempat terpendam.


    Gotong Royong sebagai Pondasi

    Deden Mulyadi, Ketua RW 08 yang juga bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa acara ini bukan hasil dari anggaran besar, melainkan buah dari gotong royong yang tulus. Seluruh warga bahu-membahu sejak jauh hari mempersiapkan lokasi dan jalannya acara.

    Ia berharap kegiatan seperti upacara unik HUT ini dapat menginspirasi lingkungan RW lainnya untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Namun, Deden juga menyuarakan realita yang belum tersentuh: masih banyak warga yang belum merdeka secara ekonomi.

    “Selama masih ada yang tak punya pekerjaan atau hidup dalam kesulitan, tugas kita belum selesai,” tegasnya.

    Meski sederhana, upacara unik HUT RI ini telah menunjukkan bahwa nasionalisme tidak harus berpusat di kota, tidak harus mewah, dan tidak harus formal. Di tanah sawah yang basah, rakyat kecil bersuara lantang, mengangkat makna kemerdekaan yang sejati. (red)

  • Gotong Royong Warga Tasikmalaya jelang HUT RI ke-80

    Gotong Royong Warga Tasikmalaya jelang HUT RI ke-80

    Suara Kebangsaan, BERITA TASIKMALAYAWarga Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut HUT RI ke-80. Berbagai dekorasi merah putih dan lomba tradisional menjadi bukti kecintaan mereka terhadap tanah air, mempererat persatuan antarwarga.

    Semangat Gotong Royong di Kota Tasikmalaya Sambut HUT RI ke-80

    Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia kembali menggugah semangat gotong royong di Kota Tasikmalaya. Warga dari berbagai wilayah kota mulai menghias lingkungan mereka dengan aneka ornamen bernuansa merah putih, menciptakan suasana yang penuh semangat nasionalisme. Di RT 02 RW 01 Perumahan Bumi Asri Dirgantara, Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, kegiatan tersebut terlihat sangat antusias.

    Warga dari segala usia, baik laki-laki, perempuan, maupun pemuda, ikut serta dalam kegiatan menghias kampung ini. Dekorasi seperti bendera merah putih, umbul-umbul, lampion, lampu hias, dan pengecatan jalanan menghiasi berbagai sudut, menjadikan kawasan tersebut tampak meriah dan berwarna.

    Ujang, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kecintaan mereka terhadap tanah air dalam menyambut momen kemerdekaan. “Kami bergotong royong menghias kampung, memasang bendera dan berbagai hiasan lainnya,” kata Ujang saat ditemui, Rabu 7 Agustus 2025.

    Menurut Ujang, semangat gotong royong adalah kunci utama dalam menciptakan suasana harmonis dan penuh kebersamaan di lingkungan mereka. “Dengan semangat gotong royong, kami dapat menciptakan kampung yang meriah dan penuh kebersamaan,” tambahnya.

    Senada dengan Ujang, H. Ulpi, warga lainnya, menilai kegiatan ini lebih dari sekadar memperindah lingkungan, melainkan juga mempererat hubungan antarwarga. “Ini bukan hanya soal hiasan, tapi juga tentang kebersamaan. Momen ini penting untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong,” ungkap H. Ulpi.

    Selain menghias lingkungan, pemuda Karang Taruna setempat juga mempersiapkan berbagai lomba tradisional untuk semakin memeriahkan perayaan HUT RI ke-80. “Karang Taruna akan menggelar perlombaan untuk meriahkan Hari Kemerdekaan,” tambah H. Ulpi.

    Semangat gotong royong tak hanya tampak di Perumahan Bumi Asri Dirgantara, namun juga merata di berbagai wilayah lain di Kota Tasikmalaya. Di Jalan Lewidahu, Panunggal, Cipedes, dan sejumlah kawasan lainnya, dekorasi merah putih semakin mempercantik jalan-jalan kota.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, warga Kota Tasikmalaya membuktikan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga momentum yang penting untuk memperkuat rasa persatuan dan mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat. (red)