Tag: Berita Ciamis

  • Kota Ciamis Bersaksi: PSGC Pastikan Promosi ke Liga 2

    Kota Ciamis Bersaksi: PSGC Pastikan Promosi ke Liga 2

    Suara Kebangsaan, BERITA CIAMISStadion Sriwedari, Solo, Sabtu (7/2/2026), menjadi saksi momen penting bagi sepak bola Ciamis. PSGC Ciamis memastikan tiket promosi ke Liga 2 Championship musim 2026/2027 setelah mengalahkan Persiba Bantul lewat adu penalti dengan skor 4-2 (2-2) pada laga play-off promosi Liga Nusantara 2025/2026.

    Hasil ini mengantarkan PSGC finis sebagai juara ketiga Liga Nusantara sekaligus mengakhiri penantian panjang klub kebanggaan masyarakat Ciamis untuk kembali tampil di kasta kedua sepak bola nasional.

    Dukungan Suporter PSGC Warnai Laga Penentuan

    Sejak sebelum kick-off, kehadiran suporter PSGC Ciamis terlihat mendominasi sejumlah sudut Stadion Sriwedari. Dengan atribut klub, bendera, dan spanduk, mereka memberikan dukungan penuh sepanjang pertandingan meski laga digelar di luar kandang.

    Sepanjang 90 menit waktu normal hingga perpanjangan waktu, dukungan suporter PSGC tidak surut meski hujan terus mengguyur stadion. Nyanyian dan sorakan terdengar konsisten, terutama saat PSGC berada dalam tekanan setelah Persiba Bantul menyamakan kedudukan di babak kedua.

    Momen adu penalti menjadi titik paling menegangkan. Sejumlah suporter tampak menunduk, berdoa, dan saling berpegangan saat eksekutor dari kedua tim bersiap. Ketika penalti terakhir PSGC sukses dieksekusi, tribun yang ditempati pendukung Laskar Singacala langsung pecah oleh sorak sorai dan tangis haru.

    Euforia Meluas Hingga Ciamis

    Euforia tidak hanya terjadi di Solo. Di Ciamis, sejumlah titik nonton bareng dan pusat keramaian dipadati warga yang mengikuti laga penentuan tersebut. Berdasarkan pantauan berbagai laporan lokal dan unggahan media sosial, suasana perayaan spontan terlihat di beberapa wilayah, mulai dari pusat kota hingga kecamatan.

    Bagi masyarakat Ciamis, keberhasilan ini memiliki arti khusus. PSGC bukan hanya klub sepak bola, tetapi juga representasi daerah di kancah nasional. Promosi ini sekaligus memperkuat posisi Ciamis dalam peta sepak bola Indonesia.

    Perjalanan PSGC di Liga Nusantara 2025/2026

    PSGC Ciamis menjalani musim Liga Nusantara 2025/2026 dengan konsistensi yang relatif stabil. Meski gagal melaju ke partai final, PSGC mampu bangkit di laga perebutan tempat ketiga yang menjadi penentu promosi terakhir ke Liga 2.

    Pada laga melawan Persiba Bantul, PSGC dua kali unggul lebih dulu melalui gol Shahih Elang Rishandy (menit 23) dan Sidang Iskus (menit 45). Namun, Persiba Bantul mampu menyamakan skor lewat Fachrizal Maulana (menit 40) dan Sandi Samosir (menit 73), memaksa pertandingan berakhir imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu.

    Adu penalti akhirnya menjadi penentu. Dua kegagalan eksekutor Persiba Bantul dimanfaatkan dengan baik oleh PSGC, yang sukses mengeksekusi empat penalti secara beruntun.

    Dampak Promosi bagi Sepak Bola Daerah

    Keberhasilan PSGC Ciamis promosi ke Liga 2 membuka peluang baru bagi perkembangan sepak bola di tingkat daerah. Liga 2 diproyeksikan menghadirkan eksposur lebih luas, baik dari sisi kompetisi, pembinaan pemain, hingga potensi ekonomi lokal melalui pertandingan kandang.

    Selain itu, promosi ini juga menjadi dorongan moral bagi pembinaan sepak bola usia muda di Ciamis dan sekitarnya. PSGC kini menjadi rujukan utama bagi talenta lokal yang ingin menembus level profesional nasional.

    Dengan status baru sebagai peserta Liga 2 musim depan, PSGC Ciamis dihadapkan pada tantangan berikutnya: persiapan skuad, infrastruktur, dan konsistensi performa di level kompetisi yang lebih tinggi. (red)

  • SPPG Petirhilir Ciamis Hadir, Gizi Jalan Ekonomi Bergerak

    SPPG Petirhilir Ciamis Hadir, Gizi Jalan Ekonomi Bergerak

    atuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Petirhilir Ciamis resmi beroperasi di Kecamatan Baregbeg. Kehadiran dapur pelayanan gizi ini tidak hanya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga membawa dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat setempat.

    SPPG Petirhilir Ciamis diluncurkan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sabilissalam, Desa Pusakanagara, Senin (26/1/2026). Sejak awal, dapur ini dirancang sebagai pusat pengolahan makanan bergizi yang melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja, sekaligus membuka ruang kemitraan dengan UMKM dan kelompok masyarakat lokal.

    Model ini dinilai menjadi pembeda dibandingkan dapur MBG konvensional. Program nasional yang kerap dipersepsikan sentralistis ini, di Baregbeg justru diarahkan agar berdampak langsung ke tingkat desa.

    Dapur Gizi Berbasis Warga dan UMKM Lokal

    Ketua Yayasan Bakti Galuh Mandiri selaku mitra pelaksana, Sandra, menjelaskan bahwa konsep pengelolaan SPPG Petirhilir Ciamis sejak awal memang diarahkan berbasis pemberdayaan masyarakat.

    “Tenaga dapur kami rekrut dari warga sekitar, termasuk ibu rumah tangga. Kami ingin program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

    Selain tenaga kerja, operasional dapur SPPG Petirhilir Ciamis juga melibatkan UMKM, kelompok wanita tani, PKK, hingga pelaku usaha pangan lokal dalam penyediaan bahan baku. Namun demikian, seluruh mitra tetap harus memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

    “Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya, selama standar kualitas dan keamanan pangan terpenuhi. Dengan begitu, manfaat program bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” kata Sandra.

    Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan rantai ekonomi lokal yang sehat, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga tenaga dapur, tanpa mengabaikan kualitas layanan gizi.


    Pendampingan Jadi Kunci Jaga Mutu Layanan

    Dalam praktiknya, banyak tenaga kerja dapur yang sebelumnya belum memiliki pengalaman mengelola dapur berskala besar. Karena itu, pendampingan intensif menjadi bagian penting dari operasional SPPG Petirhilir Ciamis.

    Pendampingan dilakukan mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan. Evaluasi rutin juga diterapkan untuk memastikan mutu dan keamanan pangan tetap terjaga.

    “Pendampingan ini penting agar pelayanan tetap profesional, higienis, dan sesuai standar. Ini bukan sekadar memasak, tapi layanan publik yang menyangkut kesehatan,” ungkap Sandra.

    Dengan sistem tersebut, SPPG Petirhilir Ciamis diharapkan mampu menjaga konsistensi kualitas sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.

    Pemerintah Nilai Efek Ganda SPPG Petirhilir

    Camat Baregbeg, Dede Hendara, menyambut positif operasional SPPG Petirhilir Ciamis. Menurutnya, keberadaan dapur gizi ini memberi efek ganda bagi wilayahnya.

    “Selain meningkatkan kualitas gizi siswa, ibu hamil, dan balita, SPPG ini juga menggerakkan ekonomi warga. Ini bukan sekadar program makan gratis,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan, sebelum SPPG Petirhilir beroperasi, layanan MBG masih bergantung pada dapur di wilayah lain, sehingga distribusi kurang optimal.

    “Sekarang pelayanan lebih dekat, lebih cepat, dan kualitasnya lebih terkontrol,” katanya.

    Dengan pendekatan yang menggabungkan pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi, SPPG Petirhilir Ciamis diproyeksikan menjadi model pelayanan gizi berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Jika konsisten dijalankan, skema ini berpotensi memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan ekonomi lokal dari desa. (red)